Kenyataan Blogging di jaman now, "Blogging di tahun 2020? Masih Wort It nggak ya?"

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar

Hayo, di jaman Youtube ini siapa yang masih kuat nge-blog? Dengan serangan platform gede yang menyabet semua niche mulai dari tekno, lifestyle, hiburan, kesehatan sampai persaingan untuk nangkring di halaman pertama google makin hari makin sengit? Dan nilai Biaya Per Klik pun receh banget. Blogger beken kayak Raditya Dika pun sekarang udah jadi Youtuber. Pokoknya semua pingin jadi Youtuber dah sampai-sampai saat mereka kehabisan ide buat bikin konten, ada aja bocah nge-prank ngasih orang sampah. Gimana nasib kita yang nge-blog demi sebuah pengabdian kepada mereka yang hamba tulisan atau hamba buku?

Remember, ini hanya pendapat aku aja lo sebagai blogger yang mulai nge blog dari 2012 dan jadi Adsense Publisher sejak tahun 2017. 

Masih ada nggak nih yang nge-blog di 2020 ini?

Ada dong. Dulu sih niche dengan SEO blog, nyari uang online dari blog adalah primadona. Tapi, tren berubah seiring berjalannya waktu. Banyak blogger udah banting setir juga sih, mungkin sekedar jual template, dan sejenisnya. Sebagian lagi pindah habitat ke Youtube. Hal itu sah-sah aja sih, tren berubah, kecendrungan orang juga berubah itu hal yang biasa. Yang nggak biasa itu adalah kalau kamu belum juga move on dari kenangan lama (hahahahha)

Kebanyakan orang yg masih ngeblog di tahun yang berat ini karena nggak semua juga 'kan pingin jadi Youtuber. Masih banyak orang yang nggak jago di depan kamera, tapi jarinya lihai banget di keyboard komputer. Ada banyak manusia di dunia ini yang lebih suka nulis, menata kata-kata daripada cuap-cuap di Youtube atau bergaya di Tiktok. Blog kadang bisa jadi tempat curhat atau berbagi inspirasi tentang sesuatu yang nggak terlalu umum, karena biasanya topik yang dibahas di start up gede rata-rata mainstream, kadang nggak menarik lagi. (hanya bertujuan untuk mendatangkan trafik alias cuan buat mereka).

Peminat blog, apa juga masih pada 'hidup'?

Ya masih lah. Apalagi untuk niche-niche tertentu yang jarang digarap sama start up gede dan tajir. Kalau start up gede sih ya kadang cuma ngejar pendapatan iklan doang, kadang artikel-nya clickbait pula. Isinya kadang suka nggak nyambung (ini pengalaman loh ya) bahkan ada juga hoax. (udahlah ya bahasnya nggak perlu kejauhan). Misal cerita-cerita atau hal-hal lainnya yang kurang menarik bagi start up gede untuk bisa mendatangkan trafik ke website mereka. 

Blog tetap mempunyai keistimewaan sendiri karena  90% orang yang baca di satu blog adalah orang yang bener-bener hobi baca dan mereka adalah 'penikmat kata-kata' yang sejati) Meskipun in otherwise minat baca orang Indonesia masih rendah. Dan mungkin aja kita para blogger mesti harus saingan lagi nih sama selebtwit kayak Fiersa Besari, Andihiyat dkk karena yang muda2 minatnya cuma twit-twit singkat namun punya berjuta makna. Itu yang dinamakan dinamika hidup di dunia maya.

Tapi, percaya deh, blogger akan selalu punya tempat.

Dapat uang online dari blog masih mungkinkah di 2020 ini?

Bisa, sayang. Ada kemauan pasti ada jalan. Mau kaya raya kayak Atta Halilintar dari Youtube dengan Blogging? Hm, tidak semudah itu, Fergusso. Kembali ke niat dan tujuan kamu nge-blog dari awal --hobi atau mau cari duit dari blog? Kalau kamu memang hobi nulis, mungkin kamu nggak akan terbebani dengan pendapatan adsense yang receh banget kalau itu blog berbahasa Indonesia. 

FYI lagi sayang, kalau kamu mau kaya raya dari Blogging itu mustahil (bukan mendahulukan Tuhan). Logisnya, Blogging dan Vlogging itu beda banget. Jadi jangan sekali-kali berpikiran cari uang apalagi mau jadi kaya dengan Blogging. Kamu bakal kecewa dan frustasi (lebay ah) begitu tahu kalau pendapatan Adsense-nya ternyata nggak seberapa setelah dijalani. Blogging itu kejam, Saudara. 

Kalau kamu memang menyukai tulisan dan bahagia kalau tulisanmu dibaca orang, ya sebaiknya tingkatkan kapasitas menulis kamu. Penghasilan tinggi nantinya bakal ngikutin kamu berkat dedikasi dan bakat menulis yang kamu punya (entah nanti kamu bisa diundang Om Deddy Corbuzier ke podcast-nya karena tulisan curhatmu viral, atau tulisanmu mempesona penerbit ya kan?) Tapi, yang utama JANGAN PERNAH BERPIKIR UNTUK MENJADIKAN BLOGGING SEBAGAI SUMBER UANG. Sakitnya tuh lebih parah daripada di PHP-in sama fakboy atau fakgirl kalau kamu terlalu berharap banyak dari Blogging.

Kalau kamu nggak puas dengan pendapatan Adsense dari Blogging yg receh, sok atuh jadi Youtuber aja. Atau minimal jadi artis Tiktok macam Cimoy dan sebangsanya yang cuma dandan terus joget-joget (ya kali kalau pede, aku sih enggak pede). Tapi, jangan nge-prank orang pake cara-cara absurd ya. Ntar jadi sasaran amukan netijen +62 yang ke bar-barannya terkenal sampai alam ghaib dan terus juga dibui, dikerjain sesama tahanan lagi.

Kenapa masih betah ngeblog padahal khusus untuk cerita/novel udah ada si oranye alias wattpad?

Pengabdian kepada hamba buku yang butuh hiburan dan kebetulan mereka pecinta kata-kata. Khusus untuk blog yang memposting cerita kayak blog aku ini juga masih seksi dan dicari. Karena mungkin belum semua orang familiar dengan wattpad (padahal platform ini gudangnya bacaan gratis). Menurut pengalaman mereka yg pernah mampir ke sini sih, berselancar di google untuk cari bahan bacaan adalah demi menghindarkan mereka dari bacaan nggak bermutu (maaf) di wattpad yang menang ehem-ehem-nya doang dan sisanya berasal dari mereka yang memag cari bacaan novel online gratis (warga +62 lah ya, sukanya gratis. Hohohohoh)

Kesimpulan dari aku adalah....

Kalau kamu keukeuh mau nulis juga, perkayalah ilmu agar terhindar dari godaan copas blog tetangga sebelah demi menulis konten yang bagus dan perbanyak sabar karena saingan kita berat. Ingat, kembali ke tujuan awal menulis, mau kaya atau kamu memang mencintai dunia kepenulisan? Pembuat konten memang harus selalu kreatif dan out of the box juga butuh konsistensi.

Tahu Taylor Swift? Dalam film dokumenternya Miss Americana yang baru rilis kemarin, doi aja ngaku kalau dia sendiri yg menulis lagu karena keahliannya adalah 'menceritakan kisah' dan dia ingin menjaga agar selalu tetap seperti itu. Walaupun di luaran sana banyak banget yg nge-dislike dia, entah karena mantannya banyak dan mereka semua dijadiin lagu, belum lagi drama sama pasangan ter-shitty sedunia Kim-Kanye, sampai sekarang dia masih terus menulis lagunya sendiri. Dan jujur, aku juga mendapat inspirasi tulisanku dari pengalaman pribadi yang dimodifikasi sana sini. (FYI lagi, aku swifties garis keras lho, hahahahhah)

Sebenernya apa pun yang kamu lakuin nggak terlepas dari sekeras apa usaha kamu untuk jadi terkenal + tajir dari hobi. Semuanya butuh usaha yang keras, Sayang. Jack Ma sebelum jadi bos Alibaba juga ditolak mulu pas cari kerja, Mark Zuckerberg malah kena DO dulu sebelum Facebook ada.
Ini hanya berlaku untuk kita yang nggak terlahir dari orang tua setajir mertua Nia Ramadhani atau Hotman Paris. Bahkan 'Jagain Lilin' - pun juga bisa disebut dengan usaha biar cepat kaya.
Buat aku pribadi sih, kalau pingin kaya nggak mau jadi Blogger, Youtuber atau Tiktoker. Aku mending dinikahin Atta Halilintar (saingan ama Aurel dong ya) atau jadi anak angkatnya Bang Hotman Paris.

Oke sekian dulu ngobrolnya.

Kalau kalian punya tambahan, monggo di share di kolom komentar aja. Biar pembaca yang masih galau bisa menentukan pilihan dari sekarang. Yang penting apa pun itu kalian harus terus optimis!
Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

1 comments:

  1. avatar Unknown says:

    Memang apa apa klo dikerjain dari hati dan emang hobby lain rasanya sama sekedar buat ngejar materi ๐Ÿ˜Š .. btw mbak ga punya blog jadi ga bisa follow hehe๐Ÿ˜†๐Ÿ˜