๐ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐ฅณ
Ch.1 - The Mansion
Sejak lahir Skylar tak pernah jauh dari pangkuan Daddy.
Namun, bukan berarti Daddy tidak menyayangi Marceline, putri sulungnya. Tapi, Daddy
tidak memanjakan Mars lebih daripada ia memanjakan Skylar. Skylar anak lelaki yang
pernah begitu Daddy harapkan kelahirannya setelah delapan tahun. Dulu, ketika Mummy
mengandung Mars, Daddy berharap yang lahir adalah anak lelaki. Setelah Mars
berusia tiga tahun, Skylar pun hadir untuk memuhi semua harapan Daddy. Tapi, semakin
anak lelaki tumbuh besar, semakin ingin ia lepas dari dekapan ayahnya karena
tidak ingin disebut manja.
Seperti nama panggilannya yang berarti langit, bagi Skylar,
saat langit terbangun, maka saat itu pulalah ia harus terbangun dan bermain di
bawahnya sepanjang hari. Idenya itu selalu didukung oleh Oliver yang menjadi sumber
inspirasi Skylar. Mereka tak terpisahkan bagai kakak beradik. Tapi, kemudian
Oliver harus meninggalkan Northington dan melanjutkan sekolah di kota.
Sedangkan Mars, dia sering berada di rumah menemani ibunya, Margriet,
yang menderita lupus sejak dua tahun yang lalu sedangkan ayahnya, Francis Renner,
bekerja pada Ignatius Delmar, ayahnya Oliver. Margriet merupakan keponakan dari
Ignatius sehingga Oliver adalah paman bagi Mars dan Skylar.
Selain Margriet, kakaknya Marietta juga tinggal di mansion
Delmar yang dibangun sejak tahun enam
puluhan di sebuah lahan hijau yang sangat luas di Westin Hills di mana
Sungai Willow Hollow mengalir di sepanjang Northington. Marietta yang menjanda
mempunyai dua orang putri, Jemima yang berusia 16 tahun dan Vivienne yang
seumuran dengan Mars.
***
Di hari yang secerah ini, Mars memilih duduk di pinggir
jendela dan membaca sebuah buku yang dia temukan di ruang kerja Kakek Ignatius.
Buku bersampul tebal dan kelihatan usang itu berjudul Hikayat Penyamun;
bercerita tentang ketersesatan seorang penyamun di dalam dirinya. Hal yang
menarik dari buku itu adalah karena tokoh utamanya bukan seorang protagonis.
Dari sana Mars mengetahui, bahwa setiap penjahat adalah pahlawan di dalam
pikiran mereka sendiri. Jadi tak mengherankan, apabila ada orang yang jahat
terhadap orang lain, mereka merasa bahwa itu bukan kejahatan. Mereka merasa
harus melakukan itu.
Ibunya, Margriet, tengah meresapi hawa dari asap kecil yang
mengepul dari secangkir teh hijau yang baru dibawakan Bibi Marietta dari tempat
tidurnya didampingi oleh seorang pelayan wanita. Mereka sedang mengobrol saat
tiba-tiba perhatian Mars beralih ke halaman mansion mereka yang luas; sebuah
mobil tampak menuju ke sini.
“Ada yang datang,” kata Mars memberitahu ibu dan bibinya.
“Itu pasti Oliver. Dia kembali hari ini,” Bibi Marietta
berkata kepada Mars yang memperhatikan mobil itu berhenti di depan pagar.
Gadis kecil sebelas tahun itu seketika mengilasbalik hari
saat Oliver harus pergi; itu dua tahun yang lalu. Ketika itu usianya masih
sembilan tahun dan Skylar, adiknya enam tahun. Mars masih ingat dengan rasa
kehilangannya dan Skylar yang berlari sejauh yang dia bisa mengejar mobil yang
membawa paman mereka pergi seperti tak akan melihatnya lagi.
Tapi, memang, itulah kali terakhir kali mereka melihat
Oliver yang menjadi inspirasi bagi Skylar. Karena toh, dua tahun telah mengubah
Oliver menjadi seorang remaja. Ya, Oliver berusia tujuh belas tahun sekarang.
Tubuhnya jauh lebih tinggi. Bahkan cara berpakaiannya pun mulai seperti Kakek
Ignatius. Itulah yang dilihat oleh Mars ketika ia harus turun dari kamar ibunya
untuk menyambut kedatangan pamannya.
Dia berhenti di anak tangga ke empat dari bawah,
memperhatikan Oliver yang tengah berpelukan dengan semua penghuni mansion.
“Mars, kenapa diam saja?” tegur Bibi Marietta yang memapah
ibu turun tangga bersama dua orang pelayan. “Ayo sapa Oliver.”
Mars sedikit termangu, ia hanya memperhatikan bagaimana ibu
rela tertatih turun dari tempat tidurnya untuk menyambut adiknya.
Begitu melihat Mummy, Oliver juga langsung memeluknya penuh
kerinduan; itu sebelum Oliver menyadari bahwa ada seseorang memperhatikannya
dari kejauhan.
“Hai, Mars!” dia menyapa sambil melambaikan tangannya.
Mars hanya terpaku. Mengapa dia begitu?
Tapi, segera Oliver mengalihkan perhatiannya karena ada Jemima;
bagian itulah yang sepertinya tidak disukai Mars yang langsung membuang pandang
ketika mereka berpelukan. Seakan cara mereka berpelukan amat berbeda. Sampai
kemudian ibunya, Nenek Helga, datang untuk meraih putranya.
“Ibu merindukanmu, Sayang...,” ucapnya.
“Kau menghalangi jalanku!” tegur seseorang yang membuat Mars
mengerutkan dahinya, lalu memperhatikan sosok yang nyaris menyikutnya itu. Dia Vivienne,
sepupu Mars yang paling menyebalkan di mansion ini. Dia langsung menghampiri
Oliver dengan senyum manisnya.
“Hai, Viv!” Oliver langsung menyapanya.
“Oliver!!” Skylar yang muncul entah darimana berseru
keras-keras. Ia menerobos orang-orang dewasa itu demi sampai ke dekapan Oliver
yang langsung menyambutnya gembira.
“Sky!” Oliver membalas seruan itu dengan tawa dan ia
langsung mengangkat tubuh kecil Skylar. Semua orang bahagia menyaksikannya.
Tapi, tidak dengan Mars. Dia sedikit menggerutu karena
sebelum hari ini dia sudah memperingatkan Skylar berkali-kali bahwa dia harus
bersikap biasa-biasa saja saat bertemu Oliver nanti. Mars menekankan padanya
bahwa Oliver bukan paman mereka lagi dan sebaliknya. Karena bagi Mars, semuanya
sudah berubah dan dia punya banyak alasan mengapa ia harus menjauhkan dirinya
dan adiknya dari Oliver. Skylar harus tahu mengapa Kakek Ignatius mengirim
Oliver sekolah jauh-jauh walaupun dia masih terlalu kecil untuk mengerti
masalahnya.
Karena itu Mars tidak bergabung dengan kerumunan dan ia pun
menjadi titik yang terlihat paling jelas di ruangan itu bagi Oliver dan Jemima.
Mereka menatap Mars seolah gadis sebelas tahun bergaun hijau muda itu adalah ancaman
yang sedang menunggu. Tapi, Mars segera memutar badannya dan kembali ke atas
dengan berlari di sepanjang anak tangga.
***
I like reading translation novel, u hv translated this novel very good thanks alot