[Hal. 2] WHEN I'M GONE - Baca Cerbung Romantis Dewasa Online

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar

 November 2009...

Wentz masih berpikir. Saat itu ia termenung cukup lama hanya untuk mengambil keputusan akan pergi atau tidak. Scott Mason terus menghubunginya dan memaksanya ikut. Kemudian ia juga tidak percaya dengan keputusan yang sudah ia buat. Ajaibnya, ia datang menemui teman-teman lamanya setelah memastikan Juny tertidur. Mereka berkumpul di klub sampai larut malam dengan minum-minum dan mengenang masa muda.

Setelah malam itu, ia sangat merasa bersalah pada Juny karena membohonginya, tapi ajaib, gadis itu langsung tahu bahwa Wentz berbohong. Juny tidak pernah  merajuk saat ia merasa marah. Ia hanya bisa diam seakan tidak bisa berbuat apa-apa dan pasrah, meskipun hatinya sakit. Wentz makin merasa bersalah melihatnya menahan diri dan menahan tangis. Wentz mecoba untuk jujur bahwa ia pergi minum dengan teman-temannya. Tapi, tidak menceritakan bahwa malam itu ia bertemu denga mantan kekasihnya dan mereka membicarakan masalah yang sangat serius tentang masa lalu mereka. Hingga Juny tak pernah tahu apapun soal Nicole Zalch.

Namun pertemuan kembali itu, membuat Wentz tertekan. Pembicaraan itu terus tergiang di kepalanya. Terkenang akan semua kesulitan yang dialaminya karena memacari gadis seperti Nicole. Keduanya sama-sama menderita. Terpisah oleh alasan yang sangat klasik, status sosial. Meski sekarang status sosialnya degan Nicole hampir setara, tetap tak bisa memupus jarak yang telah ada di antara mereka. Wentz tak lagi menunjukan kegilaannya akan Nicole yang telah menghancurkan hidup Nicole dan darah dagingnya sendiri.

Nicole memang seorang  wanita yang cantik. Dia juga seorang wanita yang sopan baik perilaku dan tutur katanya. Sewaktu bertemu lagi, ia sudah menjelma menjadi wanita berkepribadian anggun dan terlihat begitu sempurna, juga seorang ibu yang sagat menyayangi putra satu-satunya. Rambutnya yang pirang sebahu dibiarkan terurai. Dandanannya tidak terlalu mencolok dan terkesan sangat alami, dulu, itulah yang membuat Wentz, seorang mahasiswa culun, jatuh cinta padanya. Sekarang baginya, Nicole tidak lebih manis daripada Juny. Maka iapun tidak tergoda untuk bernostalgia. Mereka hanya membicarakan sesuatu yang membuat Wentz gusar.

“Kevin sudah 6 tahun. Bulan lalu aku berharap kau memberikan kado istimewa untuknya” kata Nicole.

Wentz tidak mejawabnya dan bahkan kelihatan tidak peduli. Ia sibuk menenggak minuman agar tak benar-benar mendengarkan pejelasan itu.

“Apa kau tidak ingat?” Nicole bertanya.

‘Di dalam hatiku sudah tidak ada siapa-siapa. Kenapa kau selalu membicarakan soal anak yang sudah tidak ada hubungan denganku?”  celetuknya.

Nicole tersenyum getir. Sudah sering kali ia mendengar penolakan itu. “Kau benar” ucapnya kecut sambil tertunduk hendak menangis.

“Hubunganku dengan David tidak berjalan dengan baik belakangan ini. Tidak ada tempat untukku dan Kevin” jelasnya. “Tapi, kau jangan khawatir, sebisa mungkin aku tidak akan mengganggu kehidupan barumu tapi...aku mohon padamu...agar jangan mengingkari Kevin..”

“Jangan memaksaku, Nicole...” kata Wentz sambil berdiri dan hendak pergi dengan segera dalam keadaan mabuk. “Sekalipun kau bilang anak itu mirip denganku, tetap tidak ada hubungannya denganku!”

Aku ini lelaki yang jahat, sekalipun begitu aku...

Wentz tertegun memandangi Juny yang sedang tertidur dan tiba-tiba menjadi bimbang. Betapa ia mencintainya. Gadis buta ini terlanjur masuk dalam kehidupannya. Wentz tidak bisa mengusirnya begitu saja karena sudah berjanji akan menjaganya.

Apa aku sudah gila?

Kenapa Juny harus membayar akibat kebodohannya...

Penyesalan, hanyalah sebuah penyesalan.

Wentz kembali duduk di depan jendela dengan secangkir kopi. Menenangkan pikiran dengan kembali ke masa-masa di mana ia mulai merusak sesuatu yag harusnya berjalan dengan baik.

Sementara itu...

Sikap Wentz aneh, Juny tahu persis pria itu sedang punya masalah dan dia tidak punya teman untuk bercerita. Kejadian semalam masih membuatnya takut untuk mendekat. Keadaan Wentz sedang tidak baik. Bagaimana kalau dia marah, bisa-bisa dia akan memukul, entah mengapa Juny jadi berpikir bahwa Wentz adalah lelaki yang kasar. Padahal selama ini Wentz memperlakukannya dengan sangat manis. Wentz tidak pernah marah padanya, bahkan juga tidak pernah bicara keras. Sikapnya apa lagi. Ke manapun pergi Wentz tak pernah melepaskan tangannya.

Apa Wentz sudah tidak mencintainya lagi? Apa Wentz sudah menemukan kekasih baru?

Juny jadi menyadari kekurangannya dan keterbatasannya. Membuatnya makin merasa tak berdaya. Selama ini Wentz yang mengurusnya. Pergi belanja, memasak, dan membersihkan rumah. Seringkali ia mencoba membantu tapi malah mengacaukan semuanya. Juny  memecahkan piring dan perabotan lain secara tidak sengaja. Wentz yang membereskannya. Juny mempertanyakan seberapa merepotkan kah dirinya? Sangat! Mungkin Wentz sudah bosan padanya, pikirnya sambil naik ke lantai dua dengan meraba-raba lalu menangis di kamar.

“Apa kau belum mau memaafkanku?” tegur wentz yang melihatnya meringkuk di atas tempat tidur.

Juny bangkit sambil menyeka air matanya. “Itu bukan salahmu..” katanya terisak-isak.

Wentz mendekat karena sangat iba padanya. Untuk menghapus air mata yang menetes tanpa henti di pipinya yang memerah. Mata yang indah itu menangis karena dirinya, sehingga ia pun memeluk gadis itu. saat menyadari perbedaan antara mereka membuat Wentz merasa dirinya adalah seorang iblis.

Kenyataannya, Juny hanyalah seorang gadis kecil. Sementara ia seorang pria dewasa yang harusnya menikah dengan wanita yang sudah cukup umur. Selain itu dia juga seorang ayah, yang seharusnya menjaga putranya dan bukannya memacari gadis belia yang bernasib malang. Hal ini lah yang perlahan terus mengganggunya, masa lalu itu seakan telah menemukannya setelah sekian lama mencari-cari dirinya yang berusaha lari.

Sesungguhnya, ingin membuat pengakuan kepada Juny. Tapi, gadis itu tentu tidak bisa menerimanya. Jika Wentz pergi, apa yag akan terjadi pada dirinya? Ataukah saat Juny sudah dewasa, ia baru akan menyadari bahwa Wentz terlalu tua untuknya? Tapi, menunggu saat itu tiba apa yang akan ia lakukan sementara ia terus dihantui masa lalu?

Aku Wentz Neville. Jika melihat aku yang sekarang, mungkin orang tidak akan percaya bahwa dulu akhu haya seorang kutu buku berkaca mata  tebal dan bukanlah tipe yang menarik bagi para gadis. Aku beruntung bertemu Nicole, karena cintanya yang tulus mengubahku seutuhnya menjadi lebih baik. Tapi, kami tidak bisa bersama karena aku pernah diusir oleh ayahnya saat Nicole mengenalkanku padanya. Itu penghinaan terbesar dalam hidupku tapi karena aku sangat mencintainya aku melakukan apapun untuk bisa menjadikannya milikku termasuk menemuinya setelah ia menikah denga pria lain. Dan...terjadilah semua itu.

Ia pandangi wajah Juny yang tengah tertidur lelap di bawah selimut. Andai ia bisa katakan sejujurnya, apakah Juny akan menerimanya? Tidak, bukan itu masalahnya, justru Wentz tak akan memaafkan dirinya sendiri jika ia terus mengingkari kenyataan yang sebenarnya bahwa ia pernah menghancurkan hidup wanita yang sangat dicintainya.

“Aku tak ingin melakukan hal yang sama terhadapmu, Juny...” bisiknya.

---

“Aku sudah tidak sabar...” kata Juny padanya sambil tersenyum. Tidak lama lagi perban yamg membalut kedua matanya akan segera dilepas. “Aku ingin melihat cahaya...”

“Ya, sebentar lagi...” ujar Wentz.

“Aku tidak sabar menunggu besok tiba!” kataya penuh semangat.

Wentz mengusap-ngusap rambutnya sambil tersenyum. “Aku tahu” ujarnya lagi. Sekarang, tidurlah. Kau harus menyiapkan diri untuk besok”

Lalu Juny berbaring dengan ditemani Wentz di sampingnya. Hanya beberapa saat kemudain, Juny mulai terlelap. Kesehatannya pasca operasi memang agak menurun dan ia pun harus banyak istirahat untuk mengembalikan kondisi tubuhnya.

Wentz sudah memastikan gadis itu tertidur pulas. Agar ia bisa pergi. Tapi, tiba-tiba ia tertegun memandanginya. Entah akan bertemu lagi atau tidak. Dan memang lebih baik jika ia tidak pernah melihatnya lagi. Semoga Juny bisa melupakan dirinya setelah ini segera. Karena ia tidak ingin Juny terus mengingatnya. Biar saja Juny akan membencinya. Nanti juga Juny akan menemukan orang yang pantas untuknya dan akan membahagiakannya. Setidaknya ia sudah bisa melihat dan bisa menjalani hidupnya dengan cara yang lebih baik.

Tangis tidak bisa ditahan lagi ketika Wentz merasa tidak sanggup beranjak dari sisi tempat tidur. Ia tidak pernah menangis seperti ini. Namun, tak ada yang bisa ia lakukan. Tak ada. Lalu ia berdiri. Memandang Juny untuk yang terakhir kali sambil berdoa. Setalah menghapus air matanya yang sempat jatuh, Wentz akhirmya melangkah dari sana. Keluar ruangan. Berjalan sendirian tengah malam, di saat Juny terlelap dan bermimpi indah. Selamat tinggal...

Wentz pergi dengan taksi menuju sebuah apartemen sewaan. Begitu sampai ia menyuruh supir taksi itu menunggunya karena ia harus mengambil barang-barangnya yang tertinggal di sana. Sudah cukup lama Wentz tinggal di sana. Tepatnya sejak Juny mulai dirawat di rumah sakit. Karena ia telah menjual rumahnya untuk biaya operasi dan sisanya ia simpan sebagai tabungan untuk Juny. Dengan begitu ia bisa bertahan cukup lama sebelum mendapat pijakan yang cukup kuat.

Taksi melaju menuju bandara. Ya, ia akan segera naik burung besi menuju London. Untuk menemui Nicole dan putranya. Ia menempuh perjalanan selama berjam-jam dan melelahkan sementara Juny dengan tidak sabar terus memanggil namanya. Berharap ia akan datang. Maka iapun rela menunggu walau hatinya sudah tidak sabar.

“Sebentar lagi, dokter. Wentz belum datang” katanya menunda-nunda.

Tapi, semakin ditunggu dia tidak datang juga. Sehingga dokter pun harus membuka perbannya segera. Kekecewaan disambut oleh perasaan tidak mengenakan saat dokter perlahan melepas perban yang menutupi kedua matanya. Juny tidak tahu apakah harus merasa bahagia atau sedih Wentz tak ada di sisinya saat ia melihat untuk pertama kali dalam hidupnya. Sepertinya tepat dugaannya bahwa Wentz akan pergi meninggalkannya.

‘Tidak...” ratapnya di atas tempat tidur. Mencoba menerima kenyataan yang seperti mimpi. Apa gunanya melihat tapi, Wentz sudah tidak di sisinya lagi? “Wentz...”

Sementara itu di London, keadaan membaik bagi Nicole. Karena Wentz datang untuk menjemputnya, dan Kevin, putra mereka untuk pindah ke Amerika. Nicole menangis bahagia ketika Juny menangis pilu. Nicole menemukan tujuan hidupnya tatkala Wentz kembali padanya tapi Juny telah kehilangan segalanya, meski dunia yang selama ini ingin ia lihat ada di depan matanya.

Lembaran baru telah dimulai. Wentz merasa tiga tahun cukup untuk mengubah segalanya. Kevin, sudah 9 tahun dan adiknya Kelly tepat berusia 2 tahun hari ini. Pesta ulang tahun Kelly hanya dihadiri keluarga terdekat dari pihak Wentz yang sengaja datang untuk merayakan kebahagiaan itu. mereka mengadakan acara tiup lilin dan potong kue, serta makan malam. Kebetulan Kelly lahir saat malam Thanksgiving. Jadi, Nicole memasak daging kalkun yang mereka nikmati bersama dalam kebahagiaan itu.

Nicole adalah wanita yang nyaris sempurna. Keluarga Wentz sangat sayang padanya karena ia tahu banyak hal yang seharusnya dilakukan. Ia memilih untuk tidak bekerja dan senang mengurus anak-anak serta memasak dan membersihkan rumah. Wentz pria yang sangat beruntung. Karena sekarang ia punya seseorang yang bisa mengurus semua keperluannya. Makanan dan pakaian. Nicole sangat terampil mengerjakan semuanya. Wanita itu hampir tak pernah mengeluh tentangnya. Walau Wentz agak cuek dan lebih mementingkan pekerjaan. Tapi sesekali mereka berlibur dengan membawa serta Kevin dan Kelly, atau berdua saja ke tempat yang ekslusif dan romantis. Hanya saja, Wentz tidak pernah berubah. Hatinya tidak pernah bisa dimiliki oleh siapapun.

karena tak sedikitpun ia berhenti memikirkan gadis itu. yang pasti dia baik-baik saja. Melanjutkan sekolah, lalu punya pekerjaan, akan menikah dan berkeluarga seperti dirinya sekarang. Juny gadis yang pintar. Sudah terbayang olehnya gadis itu masuk ke sebuah universitas dan mempunyai banyak teman. Pasti banyak yang tertarik padanya karena dia cantik. Begitulah, pikirnya

----


Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

4 comments

  1. avatar lee imahminsun says:

    sumpah demi apa m'ba aku nangis baca di bab 3 ini perpisahan juny dan Wentz , pantaslah lah kalau juny memilih tidak bisa melihat tapi... tetap bersama Wentz dari pada sekarang bisa melihat tapi... Wentz tidak lagi di sisinya, lanjut m'ba engga sabar nunggu neh... ^^ makasih updatenya

    • avatar Midnight says:

      masa iya sih...? kalau boleh saya juga mau jujur, walaupun crita ini saya yg tulis, dibaca berkali2 juga tetep bikin saya sedi...heheheh....

        • avatar kinoi says:

          biasax klo bc nvl awal2x tu senang dlu tpi yg ini masih awal udh bwt q nangis...:''( sukses uni...^^
          oh ya jgn bling cewek yg disiksa tu Juny...????:(


          sdih q hrus tnggu lnjutax ampe bsok...:(