๐ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐ฅณ
"Ya ampun, kamu benar-benar punya lebih dari satu lusin...," Rory menemukan Natha menjemur cuciannya yang basah di halaman belakang pada tiang jemuran reyot yang nggak pernah terpakai.
Rory bahkan nggak pernah tahu, tali-tali itu sudah melintang di sepanjang halaman belakang yang nggak lebih besar dari dapurnya selama ini. Tapi halaman belakang mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk bisa mengeringkan pakaian.
Natha baru mulai menjemur semua gaun putih yang modelnya nyaris sama! Ia berusaha mengabaikan Rory yang berdiri di ambang pintu mengamatinya, - mengenakan celana jeans panjang tanpa atasan, memperlihatkan otot-ototnya yang berisi dan atletis-. Namun ia menoleh ke belakang sekali karena cowok itu masih menertawainya.
Tiba-tiba Natha merinding, melihat tato triball yang melingkar dari pangkal ke pergelangan tangan kirinya. Selain seorang berandal, dia juga gigolo dan sekarang dia bertato! Ini bencana!
“Kamu cuci pakai apa?," tanya Rory lagi karena dicuekin. “Baju putih gampang kotor, kalau nggak dicuci bersih bekasnya nggak akan hilang”
“Kamu harus beliin aku yang baru kalau semuanya udah nggak bisa dipakai," cetus Natha. "Itu juga termasuk tanggung jawab kamu karena bikin aku begini”
Rory malah cekikikan. "Sayangnya, aku nggak mau bellin apa-apa untuk cewek yang nggak ada hubungan apa-apa sama aku,"
“Oh ya? Aku pikir kamu akan bilang nggak punya uang lagi," tandas Natha. "Kamu ngabisin semua uang yang kamu dapat dari tente-tante itu buat minum-minum?”
Rory kesal, dengan menghela nafas, ia dapat menenangkan diri sejenak. "Ya, paling nggak itu bukan musibah bagi cowok, Miss Broken Heart," balas Rory. “Aku nggak terdampar di tempat yang nggak dikenal sama cowok asing dan kamu nggak pernah tahu apa yang akan terjadi nanti”
“Kamu!," hardik Natha membelalak khususnya karena julukan Miss Broken Heart dan dia baru saja menyampaikan ancaman serius!
Rory memutar badannya. "Terima aja, udah," katanya, sambil masuk ke dalam rumah, menghentikan perdebatan karena ia harus mandi dan berangkat kuliah. “Aku bisa bersikap baik, kalau kamu juga bersikap baik”
Kelas akan dimulai kurang dari setengah jam lagi.
---
Tempat ini menyebalkan, gerutunya sambil menendang keranjang pakaian yang sudah kosong sekarang. Baju-baju sudah menggantung dengan susah payah di tiang jemuran.
Tanpa sadar Natha menguap, menderita kurang tidur semalaman dan pikiran kotor merasukinya setiap detik. Mana bisa tidur di kasur bekas seorang cowok berandal gila dan hanya Tuhan yang tahu apa saja yang pernah terjadi di sana! Natha terlalu gelisah memikirkan cowok itu bisa saja menyelinap masuk tengah malam untuk melakukan hal yang jahat padanya. Tapi, pintu itu nggak pernah terbuka sampai pagi. Natha malah menemukannya tertidur di sofa dengan TV yang masih menyala.
Rory sudah pergi, dia nggak bilang pergi ke mana dan Natha juga nggak bertanya. Hari di sini akan terasa sangat panjang saat ia nggak bisa melakukan apa-apa. Meski begitu, tempat ini begitu hening.
Natha sama sekali nggak membuang kesempatannya untuk mencari paspor-nya. Ia memeriksa lemari pakaian yang isinya nyaris kosong, tapi nggak ada. Ruangan ini nggak lebih besar dari ukuran 4x4 meter. Hanya ada kasur di bawah jendela yang ditutup gorden coklat di sudut yang dekat ke kamar mandi. Di sudut seberang ada meja dengan laptop dan printer di atasnya. Natha menarik laci kecil di bawahnya, dia hanya menemukan botol-botol tinta yang sudah kosong dan suntikan dengan noda tinta yang berlepotan. Lemari kecil di bawahnya hanya berisi kertas HVS.
Di bawah meja ada setumpuk buku-buku pelajaran Ekonomi. Natha menemukan kartu mahasiswa-nya tercecer di antara kertas-kertas hasil foto copy yang acak-acakan di lantai. Entah bagaimana dia bisa dipanggil Rory sementara dia bernama asli Angel Florissa Wiradilaga. Nama itu terdengar seperti nama perempuan. Tapi, seingat Natha temannya yang berkacamata itu memang memanggilnya Rory. Rory yang terdaftar sebagai mahasiswa sebuah universitas swasta jurusan Ekonomi dan itu sangat nggak cocok untuknya.
Harusnya mungkin dia jadi fotografer, karena dia berhasil membuat Natha sedikit terkesan dengan hasil karyanya pada lembaran-lembaran foto yang tersimpan di dalam map. Pemandangan kota, keramaian, jalanan dan orang-orang yang menjadi objek utamanya. Tapi, Natha segera menghentikan kekaguman itu! Ada hal penting yang harus ditemukan sebelum cowok gila itu kembali.
Natha mulai mencari di tempat lain. Memikirkan di mana biasanya cowok menaruh barang-barang berharga-nya. Tapi sepertinya yang satu ini memang nggak punya barang berharga di rumahnya. Dia hanya punya sekeranjang sampah yang sudah sangat penuh dan nggak bisa memuat bulatan kertas-kertas bekas di bawahnya. Juga ada setumpuk pakaian kotor di sudut lain, satu-satunya kekacauan yang membuatnya jijik.
Gundukan pakaian kotor milik Rory.
“Kamu lagi ngapain sih?," tegur Rory yang melihat Natha jongkok di sudut kamar sambil memegang sesuatu.
Natha terperanjat dan segera melepaskan apa ia pegang dengan perasaan jijik. Mukanya merah padam dan ia segera berdiri, menemukan kegelian di wajah Rory yang membuatnya tampak seperti maniak.
“Ketemu jackpot?," ejeknya, menangkap basah Natha memegang sehelai celana dalam yang jelas bukan milik perempuan. “Harusnya kamu nggak periksa barang-barang orang tanpa izin. Itu melanggar privasi”
“Nggak ada istilah privasi lagi sekarang karena aku tidur di kamar itu!," Natha emosi.
“Ya udah deh, terserah kamu aja. Aku nggak keberatan kamu pegang barang-barangku," balas Rory acuh, sambil keluar dari kamar.
“Dasar cabul!," teriak Natha. "Aku hanya mau bilang harusnya kamu beresin barang-barang pribadi kamu dari kamar itu supaya aku nggak lihat yang aneh-aneh lagi!”
Rory nggak menanggapinya sama sekali. Ia mengambil sesuatu di atas sofa untuk memberikannya pada Natha. "Aku nggak tahu kamu suka atau nggak, tapi coba aja”
Lnjut mbak AR.. Konflikny ok nih..=D