Fenomena Top Stories di Wattpad yang Katanya Bikin Bosan Karena Modelannya Mirip Semua?

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar


Anyway, akhir-akhir ini aku lumayan sering baca di quora . Ada satu pertanyaan tentang Wattpad yang mendapat jawaban lumayan banyak. Pertanyaannya kurang lebih :
'Apa jenis novel yang malas kamu baca di wattpad?'.
Rata-rata sih jawaban yang sama. Seperti  yang kita tau top search Wattpad memang didominasi cerita-cerita yang mainstream dengan karakter yang mirip-mirip.

Tapi, apakah lantas itu menjadikan Wattpad seperti aplikasi sampah? TIDAK. Karena semuanya akan kembali ke perkara selera. Sekalipun banyak yang bilang 'muak' dengan cerita-cerita sejenis di Wattpad, menurutku aplikasi ini tetap jadi juara sebagai platform menulis. Nggak peduli sekarang udah banyak banget (Dreame, Webnovel, Noveltoon, Innovel, Fizzo, dan sebagainya)

Sekarang, aku akan membahas dari sudut pandang aku sendiri.

Yah, aku sering ketemu yang kayak gini di quora. Memang jawaban-jawaban mereka banyak yang bener juga (khusus untuk cara penulisan, tanda baca dan hal-hal yang bersifat teknis lainnya). 

Mempermasalahkan genre 

Boss, CEO, Badboy dkk

Ini hanya soal peferensi selera. Kita harus mengakuti, buktinya cerita-cerita Love story bos dan pegawai,  masih banyak yang baca. Tandanya apa? Ya, berarti orang-orang suka. Ada yang melihatnya sebagai sumber inspirasi, ada yang juga melihatnya sebagai peluang cuan masuk. Apanya yang salah? Nggak ada. Intinya kalau kita nggak suka ya, carilah bacaan yang sesuai dengan selera kita. Jangan hanya menghujat. Toh menulis itu bukan sebuah proses yang mudah. Banyak waktu yang dihabiskan untuk membuat satu judul.  Atau kalau nggak, coba deh untuk menulis sendiri. Rasakan sensasi kena writer's block, tapi dikejar deadline.

Kita pasti tahu karakter cowok chaebol di drakor memang seringkali bkin kita halu. Pertanyaannya, di real life orang Korea, beneran nggak sih ada yang kayak gitu? Ya lebih sering enggak kalau menurutku. Ada yang bilang kenapa orang Korea demen bikin cerita yang mirip-mirip, karena memang rating-nya tinggi. Semuanya kembali ke selera pasar, business and money. Ada yang bilang itu keinginan dari banyak orang Korea yang kehidupan nyatanya nggak seperti itu.

Kita harus mengakui, kalau satu karya itu banyak dibaca berarti bagus. Kita harus fair. Bagus atau tidaknya sebuah karya ya tergantung penikmatnya -kembali lagi ke masalah selera. Kalau kita hanya sekedar penikmat hiburan dan BUKAN seorang kritikus yang paham literasi, jangan sekali-sekali men-generalisiri satu topik / genre yang kita nggak suka sebagai hal yang jelek atau nggak layak dibaca.

Aku dulu termasuk orang yang sepemikiran dengan mereka, tapi makin ke sini aku sadar, kalau kreativitas itu nggak ada batas (ku telah dewasa, ku takut kecewa, *malah nyanyi. Hahahahha). Mau seperti apa pun tulisannya; intinya hanya menghibur pembaca yang relate dengan dia, kalau nggak relate ya jangan minta pertanggungjawaban orang segala harus menulis cerita sesuai dengan yang kita mau. Jadi 'ketahuan masa lalunya dulu tukang palak (canda ding)

Kalau kita bener-bener mau usaha gitu ya, banyak juga kok cerita dengan genre ini yang dikemas dengan menarik (entah dari gaya penulisan dan alurnya). Jadi jangan suuzon melulu.

Plot / karakter nggak logis + Penulisan yang berantakan

Memang sih khayalan itu suka kebablasan, namanya juga halu. Tapi, ini bukan alasan untuk menghina karya seseorang. Aku pastikan penulisnya adalah amatir; belio hanya menuliskan imajinasi liar atau harapan terdalamnya. Menurutku, kalau kita ketemu cerita yang seperti ini ya jangan dihujat. Minimal kasih kritik yang membangun. Pisau tajam karena diasah. Banyak penulis  yang suka dikasih kritikan tajam, saran, atau masukan dari pembacanya (dicatat: MENGKRITIK, Bukan MENGHINA ATAU MENGHUJAT) daripada sekedar dikasih pujian. Karena mereka bakal tahu di mana kekurangan mereka sendiri.

Kalau penulisnya ngeyel nggak mau dikasih tahu, ya sudah, lupakan dia. Cari bacaan yang lain.

Menghujat bukan solusi, ingat.
Kalau kritikan kita membangun si penulis untuk lebih baik kenapa nggak disampaikan langsung ke belio? Lewat komentar atau apa pun. 

plot 18+ 21+,

Ada juga penulis yang suka menulis adegan snu snu tanpa alur cerita yang jelas; bisa jadi belio hanya menunjukan sisi lain dari dirinya yang tidak bisa dia ungkapkan di real life (kebanyakan karya tulis pasti berasal dari khayalan penulisnya) Hargai itu dengan tidak menghujat. 

Masalah user Wattpad banyak yang bocil tapi bacaannya yang 21+. Aku rasa itu bukan tanggung jawab penulis atau Wattpad-nya, apalagi ceritanya sudah dikasih tag dan spoiler konten dewasa. Tapi, tanggungjawab ortunya yang ngasih HP. Internet bukan tempat yang bisa dikontrol oleh kita; isinya banyak, dari yang normal sampai nggak abnormal. Jangankan Wattpad, Youtube, Tiktok dll pun bisa aja keluar yang aneh-aneh. Jadi buat ortu yang tahu anaknya punya Wattpad, tolong sekali-kali dicek akunnya. History-nya pernah baca apa. Udah jaman canggih loh ini. 

*Ini mirip-mirip sama kejadian ortu yang ngamuk di swalayan perkara anaknya top up game sampai ratusan ribu. Kasian kasirnya. Siapa yang sebenarnya salah? (boleh jawab di comment)

Indonesia literasinya rendah.

Ada juga yang bilang literasi Indonesia masih rendah gara-gara cerita nggak mutu di Wattpad. Wah, kalau ini sih buat aku nantangin penulis-penulis yang udah terkenal di Wattpad nggak sih? Kira-kira kalau kalian jadi mereka gimana perasaan kalian? Udah seneng nih jadi prepaid stories atau jadi film, eh masih aja dihujat. Dikiranya nulis itu gampang? Dikiranya untuk sesukses itu aji mumpung apa? Dikiranya sebelum jadi film, bisa santai-santai? 

Buat aku Indonesia bukan literasi-nya yang rendah, melainkan keinginan untuk mengapresiasi karya orang. Orang kita jg punya kebiasaan mengkritik dengan jalur menghina (kayaknya juga nggak bisa bedain mana mengkritik dan menghina)

Aku kurang suka juga kalau ada yang bilang hanya karena cerita di Wattpad (atau platform manapun) menurut mereka nggak bermutu, bukan berarti selera orang itu rendah dan kita yang nggak setuju dengan mereka seleranya 'tinggi'. 

Kesimpulannya, kembalilah ke fitrahnya.
Buku, film, musik atau apa pun adalah hiburan. Jangan apa-apa selalu dihujat hanya tidak sesuai dengan keinginan kita. Karena itu sesuatu yang sia-sia. Buktinya cerita-cerita yang dianggap 'sampah' bisa meraup viewers jutaan dan penulisnya jadi kaya.

IRI BILANG, BOSS! 

Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments