[Hal. 53] [Chapter 16] I LOVE YOU BUT...

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar

Yours

Kami berhenti di mall yang sama seperti waktu itu. Waktunya belanja dan mungkin aku akan sedikit memohon padanya untuk bisa membeli beberapa bungkus mie instan –aku benar-benar nggak bisa menolong diriku kalau soal ini. Kesungguhanku ingin jadi gadis yang patuh sedikit goyah. Goyah hanya karena mie instan. Pikiranku sudah lebih dulu berada di supermarket sementara badanku masih di mobil bersama Nial yang penuh kejutan.

Setelah tadi dia bercerita panjang lebar, sekarang dia membuatku berdebar. Dia meraih belakang kepalaku nggak lama setelah mesin mati dan menciumku tanpa kata-kata pendahuluan –menarikku dari rak-rak panjang mie instan kembali ke kenyataan yang sebenarnya jauh lebih menyenangkan dari memasukan mie-mie itu ke dalam troli sampai penuh.

Aku masih gugup. Atau aku hanya belum tahu bahwa seperti itulah ciuman kekasih seharusnya. Dalam, memikat dan juga lama sampai aku nggak bisa bernafas.

Aku nggak sepenuhnya lugu tentang ciuman atau seks. Aku hanya belum pernah berpacaran. Itu saja. Hal-hal semacam itu yang kadang disebut sebagai privasi. Aku tahu orang-orang yang malah menjadikannya tontonan sampai membuatku muak. Ayahku dengan pelacurnya. Ruby yang bermesraan dengan Alex karena menganggap bahwa aku sudah terbiasa sedari kecil lantaran sering melihat ayahku membawa seorang perempuan pulang ketika Mama pergi bekerja. Kami bahkan mendengar suara-suaranya sebelum kemudian dia mengancam agar nggak bilang pada Mama. Kami juga suka menonton film barat yang sering menampilkan berada di sekitar orang yang sedang bermesraan itu hal yang biasa.

Ya, bagiku itu bukan hal yang biasa juga. Karena kakakku bermesraan dengan orang yang aku sukai. Mungkin kalau orang lain, aku bisa santai. Bisa tetap menonton TV dengan tenang, makan mie dan minum soda, sambil mendengarkan suara-suara yang khas itu. Rasanya lebih ke sakit hati daripada penasaran –sebagian anak-anak lugu mungkin ingin mengintip tapi aku sama sekali nggak mau. Dulu aku pernah mengintip dan itu bikin aku sampai mimpi buruk –salah satu penyebab aku masuk rumah sakit jiwa.

Dan untuk waktu yang sangat lama, aku menjadi benci pada sesuatu yang belum pernah aku rasakan. Aku hanya melihat seks sebagai hal yang negatif. Ayahku yang sengaja melakukannya untuk menyakiti kami –dia seperti psikopat. Ruby yang sengaja agar aku melupakan Alex juga jahat. Aku juga pernah hampir jadi korban pelecehan orang bejat. Mereka orang-orang gila.

Sekarang aku mengerti bahwa aku mungkin tahu tentang seks tapi tidak tentang cinta. Ketika dulu aku menyukai seseorang, aku hanya berpikir bahwa dia mungkin juga bisa menjadi temanku –aku hanya butuh seorang teman karena apa yang menimpaku sejak kecil hingga remaja, membuatku sendirian dan kesepian.

Aku melihat hal itu di dalam diri Valde. Sesuatu di dalam dirinya membuatku merasa pendapat Ruby salah. Masih ada laki-laki yang lebih banyak memberi daripada mengambil. Tapi, saat itu... aku malah mendengarkan Ruby yang membuatku terus berpikiran buruk akan segala sesuatu. Sampai  kemudian Alex hadir di antara kami. Ruby seakan nggak ingin bertanggungjawab atas apa yang sudah dia katakan dan mempengaruhi kehidupanku setelahnya. Aku telah menyakiti orang baik dan aku lebih menyesal lagi karena sekarang aku tahu, Valde sama sekali nggak berubah. Dan aku menyakitinya lagi.

Nial membuatku kembali mempertanyakan dan ingin merasakan apa yang aku benci. Dia memenuhi kepalaku sejak pertama kali bertemu dengannya. Harus aku akui kadang aku sering membayangkan Nial tanpa baju-baju kasualnya itu. Kadang aku juga penasaran, bagaimana rasanya dipeluk oleh tubuhnya. Bagaimana cara dia mencium seseorang. Hingga bagaimana caranya melakukan itu. Aku sering memikirkannya karena aku nggak bisa membicarakannya dengan orang lain.

Dan kini aku berada di dalam dekapannya. Barangkali jika bukan di mobil, semua itu terjadi dengan begitu mudahnya. Ya mudah sekali. Semua pertahananku sudah runtuh. Hanya tinggal menunggu Nial menggunakan kesempatannya.

***
Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments