[Baca Novel Dewasa] A Man with Roses Ch. 7 (Hal. 16)

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar

Jakarta, April 2014…

"Lo kenapa sih?" tegur Damar yang baru datang dan mengambil tempat kosong di sampingnya.

"Eh,..." Erris tersadar, bahwa ia lagi-lagi melamun.

Damar duduk. Dia terlihat lebih segar, dan agak berisi.

"Rory mana?" tanya Erris sambil menaikan lengan kemejanya ke siku agar lebih nyaman.

"Sengaja nggak diajak, paling dia lagi sama Natha," jawabnya. "Gue nggak bisa tidur. ,"

Erris menghisap rokoknya dan mengeluarkan kepulan asap dari hidung dan mulutnya.

Damar mengernyit pada asbak yang sudah penuh bahkan isinya sampai tumpah. "Kecanduan lo kayaknya parah nih," komentarnya. "Lo mau mati muda?"

Erris tertawa lirih. Mending juga mati muda daripada mati tua menderita, celetuknya dalam hati.

"Lo lagi ada masalah sama Henrietta?" tanya Damar serius, melihat ada yang aneh dengan senyumnya.

Erris nggak mabuk. Dia belum minum alkohol. Hanya kelihatan bingung, gelisah dan. . . ketakutan. Dia sudah selesai dengan sebatang rokok dan bermaksud menyulut yang berikutnya.

"Kenapa sih tiap ada masalah lo nggak mau cerita ke kita?" tanya Damar lagi.

Ia hanya mengangkat bahunya dengan acuh.

"Ini bukan soal keluarga kan?"

Erris nggak bereaksi –isyarat bawah ia nggak mau membicarakannya. Ia adalah tempat berkeluh kesah, bukan orang yang bisa berkeluh kesah. Dari dulu selalu seperti itu dan untuk kali ini ia bahkan nggak tahu akan memulai dari mana.

"Gue tahu kalau lo nggak suka Henrietta," Damar mengawali. "Lo hanya maksain diri sendiri kayak nggak ada pilihan lain"

Itu benar. Erris bukannya mau membicarakan soal Henrietta. Ini

"Lo pasti nggak pernah tahu soal ini deh..." Erris memulai, dia tertawa sedikit. "Lo pikir gue sama Uki benar-benar pacaran dari SMA selama delapan tahun?"

Damar mengernyit lagi. "Jadi ini soal Uki?"

Erris hanya meliriknya sebentar sambil tertawa –tapi terdengar getir. “Sampai sekarang gue… nggak tahu Rory dengar apa dari Chris sampai Rory pikir kalau gue berkhianat. Gue nggak pernah nanya sama Uki langsung, nggak juga pernah klarifikasi sama Chris, karena nggak lama setelah itu Rory masuk rumah sakit dan Uki nggak pernah muncul lagi”

"Tapi lo pernah punya hubungan kan sama Uki?" tanya Damar penasaran.

Erris diam.

"Gue jadi nggak ngerti. Emang selama delapan tahun kalian ngapain aja? Di rumah sakit kalian berantem kayak orang udah berhubungan selama bertahun-tahun” kata Damar mengingatkan. “Terus bubaran dan Uki hilang lenyap!”

“Kita udah lama putus” jawab Erris, selagi pikirannya menerawang jauh ke masa lalu. Menembus masa-masa kelamnya yang telah berlalu bersamaan dengan segala luka yang dahulunya nggak sedalam ini –yang bahkan belum ada saat pertama kali ia menyukai seorang gadis. “Bahkan sebelum Rory suka Uki, kita udah nggak punya hubungan apa-apa lagi”

“Hah?” Damar membelalak.

“Seperti yang lo tahu, Uki lebih sering sama Rory dibandingkan sama gue,” jelasnya. “Itu udah cukup membuktikan kalau gue sama Uki nggak pernah dekat lagi. Kita nggak pernah kembali bersama”

Damar mulai mengamati perubahan wajah Erris lewat kata-katanya.

“Gue nggak pernah berkhianat sama Rory,” tegasnya, menatap Damar lekat-lekat dengan meyakinkan seolah itu sangat berguna sekarang setelah Rory hilang ingatan dan dia sudah punya kekasih baru. “Gue sama Uki dekat jauh sebelum Rory suka sama Uki, sebelum gue kenal Blackjack dan mulai terlibat masalah”

“Pisah gitu aja atau masih ada sesuatu yang belum terselesaikan antara lo sama Uki?”

Erris diam, seketika kembali menjadi murung. “Buat Uki semuanya nggak pernah selesai…”

Lalu hening. Dalam sesaat semua itu kembali lagi padanya. Seakan mengejar setiap ia mengingat bagaimana rasanya melepaskan Uki di saat ia sama sekali nggak ingin mengakhirinya…

***


Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments