[Baca Novel Dewasa] A Man with Roses Ch. 14 (Hal. 34)

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar

Birthday Party

Jakarta, Desember 2006…

Ujian semester yang menakutkan datang juga. Semua orang sibuk ke perpustakaan meminjam buku. Erris duduk sambil membaca buku pelajaran Antropologi di antara beberapa orang siswa yang tampak serius –tapi bosan. Ada yang berusaha berkonsentrasi, ada yang menguap, dan juga malah ada yang sudah ketiduran di tengah keramaian anak-anak yang belajar keras. Siang ini begitu melelahkan bagi sebagian orang, Erris melepas kaca matanya untuk sekedar memijit pangkal hidungnya karena agak mengantuk. Dan dia menemukan seorang teman sekelasnya terkantuk-kantuk dengan buku pelajaran di depannya.

Orang-orang lewat dan pergi. Ada yang menggerutu ada yang berusaha santai, dengan memasang headphone di telinga lalu berfantasi menjadi seorang drummer dengan pulpen di tangan. Erris mengernyit pada siswa di sampingnya yang tengah menggebuh drum khayalan. Seorang penjaga pustaka terdengar berdesis dengan mata melotot pada dua orang yang berbicara di antara rak buku dan kedengaran berdebat.

Erris memasang kaca matanya kembali untuk melihat di sana ada Rory yang cengengesan bersama Uki yang sedang mencari-cari buku. Rory juga mengambilkan beberapa buku yang letaknya berada di atas puncak kepala Uki. Lalu mereka keluar dengan buku-buku itu. Erris menutup bukunya, menaruhnya kembali di tempat semula untuk segera keluar. Matanya dengan liar mencari-cari sosok mereka yang terkesan kian dekat. Ia tahu, Uki berusaha untuk mengabaikannya dan dia seakan membalas sakit hatinya tempo hari.

Memang sangat menyesakan saat tahu bahwa Uki mencoba kembali akrab dengan Rory. Mereka membahas buku di kantin yang mulai sepi karena sudah banyak yang pulang. Lebih-lebih, Rory tampaknya berusaha membuat Uki nggak bergantung pada orang lain untuk mengerjakan tugas-tugasnya seperti saat Erris bersedia mengerjakan PR yang malah bikin Uki jadi tambah malas. Lihat saja, kadang-kadang Rory menolak kepalanya sambil bilang bego dan Uki memekik kesal sambil membalas.

Setelah berakhirnya ujian semester dan sekolah mengadakan class meeting untuk berkompetisi dalam beberapa kegiatan. Seperti lomba kesenian dan olahraga. Nggak ada yang menarik dari acara tahunan itu karena biasanya cewek-cewek jadi makin histeris mendukung cowok-cowok idola mereka yang ikut lomba. Semua orang bersemangat, kecuali Erris yang awalnya ingin minta izin sama panitia untuk nggak datang dengan alasan sakit –bohong banget. Tapi, apalah daya ketua OSIS yang dielu-elukan ini? Nggak datang, bukan cuma cewek-cewek yang kecewa, guru-guru juga. Walau sudah bertransformasi jadi seorang cowok brengsek, kesan murid teladan itu susah dihapus dari namanya.

Sebelum class meeting dimulai, Uki nggak terlihat beberapa saat, sampai teman-teman sekelasnya mengutus dia untuk lomba nyanyi. Kembali, dia berdiri di depan orang-orang dengan percaya diri menyanyikan lagu Laskar Pelangi dengan gitar. Sedangkan Erris, digadang-gadang sama Damar untuk masuk ke dalam timnya mengalahkan tim dari kelas lain saat pertandingan basket.

Erris menolak berkali-kali, karena dia nggak jago olahraga. Walaupun sering ikut-ikutan Damar main, ia sama sekali nggak bersemangat. Tapi karena Laras dan Rory juga support, dia pun nggak bisa menolak.

Bertepatan dengan classmeeting,  21 Desember datang juga. Itu adalah hari ulang tahunnya ke delapan belas. Suasana makin heboh karena teman-temannya mengerjainya beramai-ramai. Mereka punya kue, tepung dan telur untuk membuatnya kotor.

Di balik hingar bingar sekolah karena perayaan ulang tahun Erris, Uki malah sembunyi di ruang kesehatan bersama gitar yang sengaja dibawa dari rumah untuk lomba nyanyi. Walaupun pengumumannya belum, tapi sudah terdengar kabar bahwa Uki yang memenangkannya. Seharusnya dia senang, bakatnya mulai diakui dan pandangan orang-orang terhadapnya sudah berubah. Nggak terasa, satu semester di kelas dua sudah berlalu. Tapi, sepertinya ia nggak rela. Semakin ia melangkah ke depan, maka semakin pula jarak dengan Erris terbentang sekalipun mereka sering berhadapan. Cowok itu kembali menjauhinya.

Uki kembali memetik gitarnya di atas ranjang putih menghadap jendela kaca. Setiap bersedih pasti ia akan menyanyikan sebuah lagu.

Indah .. terasa indah

Bila kita terbuai dalam alunan cinta

Sedapat mungkin terciptakan rasa

Keinginan saling memiliki

Namun bila itu semua

Dapat terwujud dalam satu ikatan cinta

Tak semudah seperti yang terbayang

Menyatukan perasaan kita ...

Tetaplah menjadi bintang di langit

Agar cinta kita akan abadi

Biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini

Agar menjadi saksi cinta kita

berdua ... berdua ...

Tiba-tiba saja Uki mendengar suara tepuk tangan. Ia segera menoleh ke belakang, Rory sudah bersandar di pintu. Mungkin sudah cukup lama dia sudah berdiri di sana penuh dengan rasa kagum mendengarkan nyanyiannya.

“Kamu ngapain di sini?” tanya Uki padanya dan Rory bergerak masuk. Ya, ia duduk di samping Uki dengan santai.

“Gue nyariin lo dari tadi” kata dia sambil tersenyum. “Di depan heboh banget sampai gue hampir lupa kalau gue mau minta tolong sama lo”

“Minta tolong apa?”

“Nanti malam gue sama yang lain mau bikin party di cafรฉ-nya Eliza. Gue mau ngajakin lo ikut, terus nyanyi di sana buat Erris biar dia surprise” jelas Rory.

Menyanyi buat Erris?

“Sebenarnya gue nggak ngundang siapa-siapa. Cuma kita berempat dan elo. Tapi, kayaknya acaranya bocor dan pasti bakal banyak yang datang” sambung Rory. “Agak ribet sih, tapi mungkin bakal seru. Sayang banget kalau lo nggak datang”

Uki masih diam.

“Nanti jam enam gue jemput ya?”

Setelah itu Rory langsung pergi. Dan Uki kembali berpikir. Ingin sekali ia pergi, menyanyi untuknya walaupun nggak bisa bersentuhan lagi dengannya. Tapi, ia takut akan menangis di panggung karenanya.

***

Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments