๐ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐ฅณ
Uki tersenyum lebar saat
melihat Erris akhirnya datang menemuinya di tempat rahasia. Walaupun beberapa
saat lalu ia begitu kesal karena malah Rory yang datang. “Aku pikir kamu nggak
datang” katanya. “Udah lama ya, kita nggak ketemu di sini...”
Erris hanya menatapnya,
meski nggak sedingin yang biasa ia perlihatkan ketika ia mencoba mengabaikan
Uki dengan perasaan tersiksa. Namun, ia harus menegaskan sesuatu pada Uki. “Aku
nggak suka cara kamu ngusir Rory tadi” katanya dan Uki terkejut.
Tiba-tiba mood-nya jadi
berubah. Kenapa malah ngomongin Rory?
“Kamu marah gara-gara aku
marah sama Rory?” Uki tertawa lirih.
“Itu kelewatan, Ki”
“Kelewatan?” Uki hampir
benar-benar tertawa. “Kalau aku hampir mati ketabrak gara-gara dia itu nggak kelewatan?”
“Dia nggak sengaja, Ki!”
Uki tertegun. “Ah, ya,
kamu juga di dalam mobil itu...” gumamnya.
“Setelah kamu bikin dia
ge-er demi tujuan kamu, tiba-tiba kamu ngusir dia gitu aja? Kamu kelewatan!”
“Emang siapa yang bikin
aku harus ngelakuin itu?”
Erris nggak menjawab. Ia
sadar sesadar-sadarnya bahwa itu adalah kesalahannya.
“Emangnya siapa yang
bikin aku harus pasang muka tembok saat dulu dia menghina aku, hanya supaya
bisa berteman, hanya supaya bisa akrab sama kamu lagi setelah kamu ngebuang aku
tiba-tiba?!” balas Uki lagi.
“Dia suka sama kamu, Ki!”
Mulut Uki terbungkam.
Matanya membelalak. Tentu ia nggak percaya –Rory suka
padanya?
“Dia suka sama kamu...”
ulang Erris meyakinkan Uki kalau dia nggak sembarangan
ngomong.
Rory suka sama cewek yang
selalu dia hina, yang dia tertawakan di depan orang-orang? Flashback ke
belakang, orang ini mengerjainya habis-habisan di hari-hari pertamanya sekolah
di sini. Apa dia lupa? Atau otaknya konslet parah?
“Aku... aku nggak minta
dia suka sama aku kalau kamu nyalahin aku atas apa yang terjadi..” kata Uki
lagi, tertunduk sedih dan bingung. “Aku... cuma berusaha supaya kamu bisa
kembali sama aku...aku nggak punya pilihan lain...”
“Kita kejebak, Ki...”
tanya Erris. “Kamu nggak sadar?”
“Kamu nyalahin aku?”
“Aku nggak nyalahin kamu!
Cuma sekarang kita nggak punya jalan keluar!”
“Bilang aja yang
sebenarnya! Beres ‘kan?!”
“Sekarang semuanya jadi
nggak mudah karena Rory suka sama kamu! Lebih-lebih selama ini kita sembunyi!”
“Semua hal itu kamu yang
mutusin, Erris! Bukan aku! Dan satu-satunya jalan Cuma terus terang! Apa lagi?!
Mau sembunyi terus-terusan?”
“Aku harus pikirin
perasaan Rory juga, Ki”
Uki tertawa. “Oh, kamu
mikirin perasaan Rory. Terus yang mikirin perasan aku siapa? Aku sendiri? Seperti selama kamu mutusin aku tanpa penjelasan!”
“Jangan egois, Ki!”
“Sekarang kamu bilang aku
yang egois? Setelah kamu ninggalin aku, karena semuanya kamu yang ngatur?! Aku
mengemis ratusan kali sama kamu karena aku udah menyerahkan semuanya sama kamu?!
Dan aku udah nggak punya apa-apa lagi?! Sekarang aku bersedia dipungut lagi
kayak sampah!”
PLAK!, Erris menamparnya!
Uki terdiam. Memandangi Erris yang mulai cemas sambil memegangi pipinya yang
sakit. Ia nggak percaya bahwa Erris menamparnya barusan. Air matanya kembali menetes. Memandang Erris di depannya, tampak sekelumit rasa bersalah di
matanya seakan dia nggak sengaja. Seolah Erris hanya terlalu bingung dan tegang.
Walaupun itu benar adanya tapi, cowok itu menamparnya! Kenapa harus dengan
kekerasan fisik?
“Kamu…” Uki ingin mengatakan sesuatu saat
Erris mendekat tampak ingin membujuk tapi ia menghindar.
Belum sempat Erris mengatakan sesuatu
padanya, Uki langsung berlari pergi. Ia seakan menutup jalan bagi mereka untuk
bisa kembali.
***
.jpg)
Komentar
0 comments