๐ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐ฅณ
Robot and Alien
Jakarta,
Juli 2006…
Semua siswa sudah masuk ke kelas
masing-masing. Kecuali seorang siswa perempuan tertegun di depan pintu, matanya
mulai mencari tempat duduk baginya. Teman-temannya sudah duduk di tempatnya.
Mau duduk di mana kalau semua kursi penuh? Logikanya nggak mungkin sampai nggak
kebagian tempat duduk karena kelas ini sudah diatur sedemikan rupa.
Ah, ternyata masih ada satu kursi kosong di
barisan belakang! Tapi, Uki nggak serta merta lega hanya karena masih ada satu tempat untuknya dan ia
masih berharap tempat lain yang bisa ia tuju saat ini. Karena ia nggak akan
suka dengan teman sebangkunya yang baru.
Rory! Cowok itu sudah duduk di sana dengan
muka masam. Uki pernah dengar kalau Rory tinggal kelas tapi nggak tahu kalau
mereka akan sekelas.
Semua siswa bersedekap saat Pak Hariyadi,
wali kelasnya, masuk dan ia dengan berat hati masuk juga tanpa pilihan yang
lebih baik.
Dari caranya menatap Rory tampak nggak
mengizinkan siapapun duduk di sampingnya karena dia menaruh tasnya di kursi
sebelah. Atau memang nggak ada yang mau duduk di dekatnya karena takut. Uki
yakin saat ia menghampiri meja Rory semua orang menahan nafas. Tapi, ada
pilihan yang lebih baik?
Rory menoleh ke sekitarnya saat Uki berdiri
saja tanpa berani menegurnya. "Pengecut lo semua!" celetuknya kepada
seisi kelas, terutama para cowok. Rory mengambil tasnya sambil mencak-mencak.
Uki langsung duduk karena Pak Hariyadi
sudah mau mulai. Meski deg-degannya belum berhenti tapi sepertinya Rory memang
nggak peduli dia duduk dengan siapa.
Tapi, entah mengapa Rory jadi memandanginya
saat pelajaran akan dimulai. Mungkin karena banyak hal yang tampak berubah pada
Uki. Penampilannya. Dia sudah menyingkirkan poni rata yang menutupi dahinya.
Rambut hitam sebahunya yang biasa dikuncir ke belakang dibiarkan tergerai. Seragam
yang biasanya agak kebesaran di badannya yang kecil sekarang terlihat lebih
mengepas. Dan dia berdandan? Apa? Ya, dia berdandan!
“Lo kesurupan setan apa?” tanya Rory
padanya, melirik dengan skeptis.
Uki merengut. Apa maksudnya kesurupan? Apa
dia benar-benar nggak tahu caranya menghargai orang?
Tiba-tiba dia tertawa –tertawa mengejek. Dan
pelajaran pun dimulai.
.jpg)
Komentar
0 comments