๐ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐ฅณ
Jealousy
Jakarta,
April 2014…
Haruskah
kuulangi lagi
Kata
cintaku padamu yakinkan dirimu
Masihkah
terlintas di dada
Keraguanmu
itu susahkan hatimu
Suara penyanyi jazz wanita itu mengalun
harmonis diiringi oleh paino dan gitar yang kelihatannya masih muda –dua puluh
sampai dua puluh tiga tahunan, mungkin. Dengan mahir mereka menggabungkan
melodi mereka hingga menjadi satu kesatuan utuh –musik. Lagu itu sudah sering
dinyanyikan oleh penyanyi terkenal di tahun sembilan puluhan. Mulai dari Dewa
19, hingga Titi Dj. Lagu itu mempunyai pesona yang berbeda oleh setiap musisi
yang mengaransemen ulang lagu itu.
Erris termasuk orang yang nggak terlalu
menyukai musik. Ia lebih akrab dengan blackjack setelah buku pelajaran ketimbang
musik. Erris mengenal musik dari Uki dan ia harus mengakui bahwa lagu yang ia
perdengarkan saat ini adalah lagu favorit Uki –lagu yang pertama kali ia dengar
dari Uki. Setiap ada kesempatan, Uki akan memetik gitarnya dan menyanyikan lagu
itu sampai akhir hingga Erris yang seringkali mendengarnya pun jadi hafal.
Seakan lagu itu ditujukan padanya setiap ia menyanyi sambil sesekali menggoda
Erris yang membaca buku.
Tak
akan ada cinta yang lain
Pastikan
cintaku hanya untukmu
Pernahkah
terbesit olehmu
Aku
pun takut kehilangan dirimu
Ah, Uki juga menggemari musik jazz selain
menjadi baladewa –fans grup musik Dewa 19. Hampir semua lagu-lagu ciptaan Ahmad
Dhani ia nyanyikan dalam versi jazz untuk dirinya sendiri. Walaupun vokalis
Dewa 19 sudah bukan Ari Lasso –musisi favoritnya setelah Ahmad Dhani mulai
kontroversial dan kadang mulai over, ia masih suka mengkoleksi lagu-lagu lama
saat Ari Lasso masih menjadi bagian dari grup musik itu.
“Lo naksir sama penyanyi jazz-nya?” tegur
Rory.
Erris memang nggak sadar bahwa ia sudah
terlalu lama memandangi perempuan bergaun emas itu.
“Atau lo ingat sama orang yang selalu
nyanyiin lagu itu buat lo?” Damar ikut-ikutan mencemoohnya.
Erris hanya mendengus, lalu mengambil
puntung rokoknya yang masih menyala terparkir di asbak. “Kenapa belakangan ini
lo berdua kompak banget ngerecokin gue?” gerutunya.
“Jarang-jarang kita bisa ngerecokin lo,
Ris” kata Damar. “Karena kita salut lo hampir nggak pernah kelihatan galau”
“Sialan.…” celetuknya sambil terkekeh dan mematikan rokok
terakhirnya di asbak tadi. “Apa enaknya ngerecokin gue?”
“Lo pikir kita kurang kerjaan apa?” celetuk
Damar melirik Rory yang cuma tertawa pelan.
Ingatkah
satu bait kenangan
Cerita
cinta kita tak mungkin terlupa
Buang
semua angan mulukmu itu
Percaya
takdir kita aku cinta padamu
Penyanyi jazz masih menyanyi diiringi
musik. Dan setiap Erris terdiam karenanya, kedua temannya mulai cemas.
“Sampai kapan sih lo mau kayak gitu terus?”
tanya Damar, mulai serius. “Kalau beneran ada sesuatu yang belum selesai
harusnya lo kejar dia dong”
Erris nggak menjawab. Ia malah tertawa.
“Ngejar dia?” balas Erris acuh.
“Itu karena keadaan dan saat itu kita cuma
anak-anak. Kita menyelesaikan masalah dengan cara yang naif, Ris” kata Damar,
seolah dia paling mengerti.
“Udah terlambat” balasnya lagi. Sepertinya
kata-kata itu keluar tanpa disadarinya. Karena Erris masih memandang hampa ke
penyanyi jazz itu.
“Apa itu karena gue?” tanya Rory tiba-tiba.
Erris termangu. Mengalihkan perhatiannya
dari penyanyi jazz ke Rory yang menatapnya lekat-lekat.
“Gara-gara gue” ulang Rory memastikan kalau
tanpa jawaban berarti ‘iya’.
Erris masih diam.
“Sekarang jawab pertanyaan gue dengan
jujur, Ris” kata Rory, nadanya makin serius. “Apa yang lo rasain ketika lo
ngelihat gue sama Uki jalan bareng?”
Entah mengapa, Erris kembali tertawa. “Lo
beneran mau tahu?” tanya dia, seakan itu lelucon. “Kalau itu bukan lo, gue
nggak apa-apa” jawabnya lalu tertawa lebih keras. Aneh, jawabannya ngawur tapi
entah kenapa kedengaran benar. “Gue memang nggak habis pikir, kenapa harus
temen gue sendiri, kenapa bukan cowok lain. Tapi, gue tahu, tujuan Uki
dekat-dekat sama lo itu karena dia mau ngikutin gue. Berusaha untuk masuk di
antara kita supaya dia punya akses ke gue”
Giliran Rory yang diam.
“Tapi, saat itu gue benar-benar merasa
kalau sama lo dia bakal bahagia. Ketimbang gue yang suka main di kasino, dan
nggak bisa menarik diri dari pola hidup Nyokap gue” katanya lagi. “Uki butuh
cowok kayak lo untuk bisa ngelupain gue dan lagian… saat itu gue udah beneran
rela.”
“Tapi, nyatanya Uki nggak pernah bisa
nerima gue ‘kan?”
“Dalam banget lo berdua!” celetuk Damar
tiba-tiba –intermezo. “Coba ya waktu lulus SMA gue nggak pindah ke Jogja udah
pasti gue bakal jadi hero-nya”
Rory dan Erris sama-sama tertawa. Saat riuh
tepuk tangan dihadiahkan untuk penyanyi jazz wanita bersuara merdu itu –tapi
suaranya nggak lebih merdu dari suara Uki.
Saat mereka saling diam dan memberi jeda,
mereka dihampiri oleh cewek-cewek yang baru kembali dari toilet. Renatha dan
adiknya, mereka langsung mengambil tempatnya masing-masing. Renatha di samping
Rory, sedangkan Henrietta di sisi Erris. mereka mulai mengobrol hal yang lain
dan membiarkan kenangan tentang Uki tertinggal di tempat di mana seharusnya ia
berada –masa lalu. Lebih-lebih, akhirnya Erris suda menjalin hubungan lagi
dengan perempuan lain. Rasanya sudah nggak pantas mengenang masa lalu di saat
masa depan sudah ada di depan mata. Ya, masa depan.
Henrietta, sebuah nama yang manis bagi
perempuan anggun yang belakangan sudah mengisi hari-harinya. Ya, Erris nggak
sadar entah sejak kapan mereka mulai dekat bahkan Erris nggak pernah menyatakan
bahwa ia cukup menyukainya untuk menjadikannya kekasih. Mereka hanya sering
berurusan sejak Rory hampir gila karena Natha. Saat Damar mulai sibuk
memenangkan cintanya yang pernah kandas dengan Laras, maka begitu nggak ada
lagi yang bisa Rory andalkan sejak ia kehilangan dirinya setelah koma panjang
Erris satu-satunya orang yang selalu bersamanya. Sudah banyak yang terjadi,
namun entah mengapa tiba-tiba mereka kembali terjebak dalam kenangan itu.
Padahal Uki sudah nggak ada.
Tapi, dia masih tertinggal di satu tempat
menunggu untuk dijemput. Entah itu di masa lalu Erris atau di dalam kenangan
Rory.
***
.jpg)
Komentar
0 comments