[Baca Novel Dewasa] A Man with Roses Ch. 11 (Hal. 25)

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar

Jealousy

Jakarta, April 2014…

Haruskah kuulangi lagi

Kata cintaku padamu yakinkan dirimu

Masihkah terlintas di dada

Keraguanmu itu susahkan hatimu

Suara penyanyi jazz wanita itu mengalun harmonis diiringi oleh paino dan gitar yang kelihatannya masih muda –dua puluh sampai dua puluh tiga tahunan, mungkin. Dengan mahir mereka menggabungkan melodi mereka hingga menjadi satu kesatuan utuh –musik. Lagu itu sudah sering dinyanyikan oleh penyanyi terkenal di tahun sembilan puluhan. Mulai dari Dewa 19, hingga Titi Dj. Lagu itu mempunyai pesona yang berbeda oleh setiap musisi yang mengaransemen ulang lagu itu.

Erris termasuk orang yang nggak terlalu menyukai musik. Ia lebih akrab dengan blackjack setelah buku pelajaran ketimbang musik. Erris mengenal musik dari Uki dan ia harus mengakui bahwa lagu yang ia perdengarkan saat ini adalah lagu favorit Uki –lagu yang pertama kali ia dengar dari Uki. Setiap ada kesempatan, Uki akan memetik gitarnya dan menyanyikan lagu itu sampai akhir hingga Erris yang seringkali mendengarnya pun jadi hafal. Seakan lagu itu ditujukan padanya setiap ia menyanyi sambil sesekali menggoda Erris yang membaca buku.

Tak akan ada cinta yang lain

Pastikan cintaku hanya untukmu

Pernahkah terbesit olehmu

Aku pun takut kehilangan dirimu

Ah, Uki juga menggemari musik jazz selain menjadi baladewa –fans grup musik Dewa 19. Hampir semua lagu-lagu ciptaan Ahmad Dhani ia nyanyikan dalam versi jazz untuk dirinya sendiri. Walaupun vokalis Dewa 19 sudah bukan Ari Lasso –musisi favoritnya setelah Ahmad Dhani mulai kontroversial dan kadang mulai over, ia masih suka mengkoleksi lagu-lagu lama saat Ari Lasso masih menjadi bagian dari grup musik itu.

“Lo naksir sama penyanyi jazz-nya?” tegur Rory.

Erris memang nggak sadar bahwa ia sudah terlalu lama memandangi perempuan bergaun emas itu.

“Atau lo ingat sama orang yang selalu nyanyiin lagu itu buat lo?” Damar ikut-ikutan mencemoohnya.

Erris hanya mendengus, lalu mengambil puntung rokoknya yang masih menyala terparkir di asbak. “Kenapa belakangan ini lo berdua kompak banget ngerecokin gue?” gerutunya.

“Jarang-jarang kita bisa ngerecokin lo, Ris” kata Damar. “Karena kita salut lo hampir nggak pernah kelihatan galau”

“Sialan.…” celetuknya sambil terkekeh dan mematikan rokok terakhirnya di asbak tadi. “Apa enaknya ngerecokin gue?”

“Lo pikir kita kurang kerjaan apa?” celetuk Damar melirik Rory yang cuma tertawa pelan.

Ingatkah satu bait kenangan

Cerita cinta kita tak mungkin terlupa

Buang semua angan mulukmu itu

Percaya takdir kita aku cinta padamu

Penyanyi jazz masih menyanyi diiringi musik. Dan setiap Erris terdiam karenanya, kedua temannya mulai cemas.

“Sampai kapan sih lo mau kayak gitu terus?” tanya Damar, mulai serius. “Kalau beneran ada sesuatu yang belum selesai harusnya lo kejar dia dong”

Erris nggak menjawab. Ia malah tertawa. “Ngejar dia?” balas Erris acuh.

“Itu karena keadaan dan saat itu kita cuma anak-anak. Kita menyelesaikan masalah dengan cara yang naif, Ris” kata Damar, seolah dia paling mengerti.

“Udah terlambat” balasnya lagi. Sepertinya kata-kata itu keluar tanpa disadarinya. Karena Erris masih memandang hampa ke penyanyi jazz itu.

“Apa itu karena gue?” tanya Rory tiba-tiba.

Erris termangu. Mengalihkan perhatiannya dari penyanyi jazz ke Rory yang menatapnya lekat-lekat.

“Gara-gara gue” ulang Rory memastikan kalau tanpa jawaban berarti ‘iya’.

Erris masih diam.

“Sekarang jawab pertanyaan gue dengan jujur, Ris” kata Rory, nadanya makin serius. “Apa yang lo rasain ketika lo ngelihat gue sama Uki jalan bareng?”

Entah mengapa, Erris kembali tertawa. “Lo beneran mau tahu?” tanya dia, seakan itu lelucon. “Kalau itu bukan lo, gue nggak apa-apa” jawabnya lalu tertawa lebih keras. Aneh, jawabannya ngawur tapi entah kenapa kedengaran benar. “Gue memang nggak habis pikir, kenapa harus temen gue sendiri, kenapa bukan cowok lain. Tapi, gue tahu, tujuan Uki dekat-dekat sama lo itu karena dia mau ngikutin gue. Berusaha untuk masuk di antara kita supaya dia punya akses ke gue”

Giliran Rory yang diam.

“Tapi, saat itu gue benar-benar merasa kalau sama lo dia bakal bahagia. Ketimbang gue yang suka main di kasino, dan nggak bisa menarik diri dari pola hidup Nyokap gue” katanya lagi. “Uki butuh cowok kayak lo untuk bisa ngelupain gue dan lagian… saat itu gue udah beneran rela.

“Tapi, nyatanya Uki nggak pernah bisa nerima gue ‘kan?”

“Dalam banget lo berdua!” celetuk Damar tiba-tiba –intermezo. “Coba ya waktu lulus SMA gue nggak pindah ke Jogja udah pasti gue bakal jadi hero-nya”

Rory dan Erris sama-sama tertawa. Saat riuh tepuk tangan dihadiahkan untuk penyanyi jazz wanita bersuara merdu itu –tapi suaranya nggak lebih merdu dari suara Uki.

Saat mereka saling diam dan memberi jeda, mereka dihampiri oleh cewek-cewek yang baru kembali dari toilet. Renatha dan adiknya, mereka langsung mengambil tempatnya masing-masing. Renatha di samping Rory, sedangkan Henrietta di sisi Erris. mereka mulai mengobrol hal yang lain dan membiarkan kenangan tentang Uki tertinggal di tempat di mana seharusnya ia berada –masa lalu. Lebih-lebih, akhirnya Erris suda menjalin hubungan lagi dengan perempuan lain. Rasanya sudah nggak pantas mengenang masa lalu di saat masa depan sudah ada di depan mata. Ya, masa depan.

Henrietta, sebuah nama yang manis bagi perempuan anggun yang belakangan sudah mengisi hari-harinya. Ya, Erris nggak sadar entah sejak kapan mereka mulai dekat bahkan Erris nggak pernah menyatakan bahwa ia cukup menyukainya untuk menjadikannya kekasih. Mereka hanya sering berurusan sejak Rory hampir gila karena Natha. Saat Damar mulai sibuk memenangkan cintanya yang pernah kandas dengan Laras, maka begitu nggak ada lagi yang bisa Rory andalkan sejak ia kehilangan dirinya setelah koma panjang Erris satu-satunya orang yang selalu bersamanya. Sudah banyak yang terjadi, namun entah mengapa tiba-tiba mereka kembali terjebak dalam kenangan itu. Padahal Uki sudah nggak ada.

Tapi, dia masih tertinggal di satu tempat menunggu untuk dijemput. Entah itu di masa lalu Erris atau di dalam kenangan Rory.

***

Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments