๐ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐ฅณ
Ellody bilang, Adjani suka balet. Katanya juga mau jadi ballerina, mungkin karena mereka pernah tinggal bareng sama seorang ballerina yang nggak lain adalah teman Ellody sendiri –yang menggelar pertunjukan ini. Dia pikir, Adjani mungkin bakal mewarisi salah satu bakatnya melukis, menulis atau menyanyi. Tapi, dia yakin sifat Adjani pasti bakal banyak meniru sifat ayahnya –tenang dan penyayang.
Sayangnya, saat setengah dari pertunjukan berlangsung, Adjani malah ketiduran. Gue dan Ellody cuma saling senyum sebelum kembali menonton aksi penari-penari balet professional memainkan Coppelia.
Musik klasik, tata panggung dan koreografinya keren –walaupun gue nggak ngerti apa-apa soal balet. Selama hampir dua jam gue duduk di sana ikut bertepuk tangan dan tertawa dengan adegan lucu penari memainkan perannya masing-masing.
Adegan pertama adalah saat Franz nemu Coppelia yang duduk di balkon rumah Dr. Coppelius sambil membaca. Melihat itu, Swanilda jadi cemburu dan marah sama kekasihnya itu. Adegan kedua dimulai dengan Swanilda dan teman-temannya menyusup ke rumah Dr. Coppelius untuk tahu siapa Coppelia sebenarnya. Ternyata Coppelia yang bikin Franz jatuh cinta hanya sebuah boneka. Dr. Coppelius datang dan Swanilda sembunyi di balik tirai. Nggak lama, Franz juga menyusup lewat jendela dan ketahuan sama Dr. Coppelius. Si laki-laki tua kesepian memperdayanya supaya minum ramuan yang dia buat untuk menukar jiwa Franz agar Coppelia bisa hidup seperti manusia. Tapi, ternyata Coppelia yang hidup dan menari-nari bersamanya adalah Swanilda yang memakai baju Coppelia. Dr. Coppelius sedih dan marah, Copelia kesayangannya tergeletak di dalam lemari. Swanilda pun membawa kabur Franz.
Adegan terakhir adalah perayaan pernikahan Franz dan Swanilda. Dr. Coppelius muncul saat mereka akan mengucapkan janjinya dan merasa sedikit bersalah, Swanilda menawarkan emas kawinnya sebagai permintaan maaf soal kekacauan di rumahnya. Tapi, ayah Swanilda melarang Swanilda ngasih emas kawinnya dan dialah yang membayar Dr. Coppelius. Franz dan Swanilda akhirnya menikah, lalu seluruh kota menari buat merayakannya
“Beda sama yang pernah aku lihat di pensi SMA Nusa Bhakti,” gue berkomentar sambil tetap jalan dan meggendong Adjani yang tidur di atas punggung.
Ellody ketawa. “Yang ada di pensi cuma pertunjukan sederhana. Daripada main Cinderella atau Roro Jongrang, udah sering banget…,” balasnya. “Habis cerita Coppelia itu lucu sih…ada banyak versinya,”
“Oh ya?” gue ikutan ketawa. “Terus versi kamu apa?”
“Maksudnya?” dia kelihatan bingung.
“Pasti ada alasannya kenapa Tante Macan itu manggil kamu Coppelia,”
Ellody cuma ketawa lagi. Kayaknya dia nggak tahu jawabannya apa. Tapi, gue tahu dan kayaknya bakal kedengaran konyol kalau gue bilang isi pikiran gue sekarang ke dia.
“Aneh ya…,” gue berhenti ketawa, mulai serius sambil mandangin Ellody. “Aku ngerasa seolah jadi Franz yang terpesona sama sosok Coppelia yang dia sama sekali nggak tahu siapa. Seperti waktu aku terus bertanya siapa sosok cewek yang selalu aku lihat….”
Dan Swanilda adalah Gladys, yang ngerasa cemburu karena hal-hal yang gue lihat.
Jika versi aslinya, Franz akhirnya sadar bahwa orang yang benar-benar mencintainya adalah Swanilda dan mereka akhirnya bersatu. Tapi, dalam versi gue dan Ellody, Franz nggak memutuskan kembali sama kekasih yang mencintainya tapi hanya bisa mengenangnya aja. Karena Franz terlanjur terikat secara emosional sama boneka ini walaupun dia udah tahu kalau Coppelia nggak lebih dari sekedar boneka milik Dr. Coppelius –Rexi.
“Apanya yang aneh?” tanya Ellody heran dan gue geleng-geleng kepala.
“Nggak kok…,” balas gue sambil jalan lagi.
Kebetulan yang banyak ya?
Kata orang kebetulan yang seringkali terjadi adalah takdir.
Hm…dan masih ada satu kebetulan lagi tentang pernikahan. Versi gue dan Ellody, pasangan akhirnya menikah itu bukan Franz dan Coppelia –kedengarannya ganjil kan kalau sampai begitu? (nanti bule-bule yang udah bikin kisah ini bisa protes)Tapi, abang gue –Erick dan Audrey. Pestanya minggu depan.
ooOoo
Komentar
0 comments