๐ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐ฅณ
"Ada urusan sedikit," jawabnya, sembari menuju ke bangsal khusus anak-anak yang sudah menunggunya sejak pagi.
"Mereka semua butuh cerita Han, aku tidak mengatakan kepada mereka bahwa Zuri tak akan kembali untuk melanjutkan ceritanya," kata dr. Nira mengikuti langkahnya dan Han tersenyum. Sembari memikirkan sebuah akhir sebagaimana sebuah cerita yang cocok untuk anak-anak.
Ah, Zuri, mengapa dia mengakhiri cerita untuk anak-anak dengan menyedihkan?
"Dokter!” seorang anak lelaki berlari ke arahnya dengan girang.
Han menyapanya sambil tersenyum lebar dan dituntun anak itu masuk ke bangsal. "Jadi… cerita apa yang kalian tunggu?"
Hutan yang telah binasa sehingga Kayo dan Ramo-ramo tak punya jalan lagi oleh karena bertemu jurang. Mereka melompat bersama dan saat itu berjanji bahwa suatu hari nanti akan bertemu lagi pada kehidupan yang akan datang. Mereka akan bertemu hanya untuk satu perkara, yaitu jatuh cinta. Waktu akan terus berputar, mengulangi satu siklus kehidupan yang sama, untuk lahir, hidup dan mati, atas nama cinta.
Di kehidupan mendatang itu mereka bertemu di sebuah bangunan besar di mana cerita baru dimulai dan berlalu oleh waktu. Di mana angin meniupkan daun-daun berguguran. Di sana Han kembali membuka surat Liong dan membacanya untuk terakhir kali. Semua telah menjadi kenangan, dan ia pun merobek kertas lusuh itu menjadi potongan yang kecil sekali agar angin dapat menerbangkannya seperti daun-daun kering itu.
Sekilas ia bisa melihat dua orang itu menangkap daun-daun yang berterbangan, sedang ia sendiri hanya memandang. Di bawah terik matahari, di bawah awan berarak, menutupi langit biru yang sedikit terlihat. Tapi, sekali ia mengedipkan mata mereka pun lenyap, hanya tinggal angin yang berhembus, menyisakan kerinduan yang dalam untuk dapat bertemu suatu hari nanti di penghujung senja…
Di Penghujung Senja - Tamat
Komentar
0 comments