[Baca Novel Dewasa] Di Penghujung Senja Bagian 6 (Hal 44)

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar

 

"Berapa lama lagi dia bisa bertahan, Dokter?" Nazia bertanya kepada dr. Nira selagi mereka memperhatikan Zuri baru naik ke lantai dua di mana kamarnya berada diiringi oleh Attar.

"Aku tidak tahu," jawab dr. Nira sambil tersenyum. "Tidak ada yang tahu. Tapi, dia kuat. Sejauh ini dia bisa bertahan, itu sudah bisa disebut keajaiban…"

"Apa… dia tidak sedang menunggu seseorang yang dia harapkan untuk datang dengan begitu dia bisa pergi dengan tenang?" tanya Nazia, air matanya menetes lagi, sedangkan Zuri tak terlihat beberapa saat sebelum ia muncul di lantai dua sambil berbicara dengan ceria kepada sahabatnya.

"Maksudnya?" dr. Nira mengerutkan dahinya, namun ia segera sadar siapa yang dimaksud oleh kakak perempuan Zuri ini. "Oh, entah…," jawabnya kemudian.

"Andai aku bisa menyuruhnya datang…," kata Nazia kemudian, memeluk dirinya yang ketakutan, dengan gemetar, lebih-lebih air matanya tak bisa berhenti.

"Maksud Uni lelaki bernama Han itu?"

Nazia mengangguk-angguk. " Zuri sangat mencintai orang ini," katanya. "Tapi, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Orang tua kami keras, sehingga ia terjebak dan hanya bisa menahan perasaan sendiri…"

Dr. Nira beranjak dari kursinya, menghampiri Nazia, memberinya sehelai tisu untuk menghapus air matanya. Lalu ia tepuk punggung Nazia pelan. "Keadaannya sudah berbeda," katanya, lalu menghela nafas. "Lelaki itu sudah menikah, Uni. Dia sudah mencintai perempuan lain. Tak berguna jika dia datang menemui Zuri, apalagi dengan keadaan sekarang. Hanya… membuat Zuri kembali kepada rasa patah hatinya karena cinta mereka yang tidak kesampaian"

"Da…darimana dokter tahu?" tanya Nazia, cukup terkejut dan seketika memaku matanya ke wajah dr. Nira.

"Aku tidak tahu ini kebetulan yang bagaimana, Uni. Tapi, Samuel Lian yang Zuri kenal sebagai Han itu adalah teman aku di Singapura, dia juga seorang dokter," jelasnya, sembari berpikir, mengingat bagaimana suasana percakapan terakhirnya dengan Han di telpon beberapa waktu lalu. "Rencananya aku akan meminta bantuannya untuk mengurus Zuri di Jakarta jika saja dia setuju untuk dirujuk ke sana... tapi…"

"Dia tahu keadaan Zuri yang sekarang?!” potong Nazia yang semakin tidak sabar.

Agak lama dr. Nira menjawabnya. "Sangat," jawabnya, murung. "Tapi, dia tidak bisa berbuat apa-apa…"

"Lantas, Zuri sudah tahu bahwa dia menikah?" Nazia semakin tak tenang.

Dengan menyesal, dr. Nira menggeleng. Aku memang tidak tahu apa-apa. Juga tidak mungkin memberitahunya. Kemungkinan besar kondisinya akan menurun. Bila harapannya terkoyak oleh kabar seperti itu, goyahlah pertahanannya selama ini.  Seperti akup ramo-ramo yang terkoyak, ia tak bisa terbang lagi. Tak ada yang bisa memastikan  isi hati Zuri yang sebenarnya. Entah ia akan menerima kenyataan sebagaimana mestinya atau kembali kepada kesedihan membayangkan lelaki yang ia cintai sudah melupakannya.

***

Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments