๐ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐ฅณ
Malam mulai terasa sesak bagiku. Aku nggak bisa tidur dan ketakutan pada gonggongan anjing sialan yang berisik itu. Aku menutup telingaku dengan bantal, tapi nggak bisa menghentikan suara-suara itu menusuk telingaku. Anjing itu pasti melihat sesuatu yang mengganggunya. Seperti biasa kalau sudah mendengarnya menggonggong, aku mulai ketakutan.
Suara pintu berderak, membuatku benar-benar terjaga dengan perasaan nggak enak. Aku turun dari tempat tidur perlahan-lahan, mengambil sebilah kayu di belakang pintu yang sengaja aku siapkan untuk jaga-jaga kalau ada seseorang yang menyelinap masuk. Aku harus hati-hati karena orang di sekitar sini tahu bahwa aku tinggal sendirian. Entah sudah ke berapa kalinya, aku berdiri di depan pintu kamarku, menunggu penyusup itu masuk ke sini untuk memukulnya. Walaupun itu belum pernah terjadi, namun sepertinya kali ini benar-benar ada orang yang masuk ke rumah…
Sekejap hening lagi, membuatku bingung namun lebih hati-hati. Dengan pemukul di tanganku yang siap kuayunkan begitu dia masuk. Akan kuhajar habis-habisan!
Kusen pintuku berputar! Aku semakin ketakutan. Kugenggam pemukulku dengan sangat erat di atas kepala dan kuayunkan segera begitu sosok laki-laki berjaket hitam dan berpenutup kepala itu masuk!
“Aduh!” dia menjerit kesakitan dan tersungkur di lantai.
Aku segera mencari saklar dan menyalakan lampunya. Seorang lelaki meringkuk nggak berdaya di lantai. “Ya, Tuhan!” aku terkejut, karena dia bukan penyusup biasa. “Rexi?!”
Rexi masih berguling-guling di lantai menahan sakit dari punggungnya yang baru saja kupukul.
“Kamu ngapain sih?” teriakku histeris dan cemas. “Aku nggak sengaja!”
“Aku cuma mau ketemu,” katanya setengah meringis, sambil bangkit. “Sakit….”
“Kamu sih…,” aku menggerutu dengan cemas sampai ingin menangis, karena terkejut kemunculannya ini memang nggak disangka-sangka dan aku terlalu merindukannya. Sampai ingin memeluk. “Kalau kamu mau datang nggak perlu harus menyelinap kayak maling….”
“Ini tengah malam, Ellody. Kalau dilihat orang, aku bisa dihajar sama warga,” kata dia, merangkulku dengan erat. “Kalau nggak tengah malam begini aku nggak bisa keluar….”
“Kamu kabur lagi?”
“Terpaksa… aku kangen banget sama kamu….”
“Aku juga, Rexi...,”
ooOoo
Komentar
0 comments