[Hal. 27] [Chapter 9] I LOVE YOU BUT...

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar

Three Steps Back

Nikmati saja.

Aku berkata begitu ratusan kali pada diriku sejak harus terjebak di tempat ini. Satu-satunya yang kusukai di tempat ini adalah kamar mandinya –aku bisa berendam air hangat setiap hari. Hanya selama di sini aku bisa menikmati sesuatu yang nggak akan bisa aku dapatkan tempat asalku.

Aku menenggelamkan seluruh badanku dalam kehangatan itu demi mengusir kegelisahan yang ganjil di dalam diriku.

Mungkin aku akan terbiasa dengan cara Nial memperlakukanku. Tapi, mengetahui kalau dia punya pacar itu sedikit membuatku syok.

Inilah yang mungkin enggan dikatakan Wanda padaku.

Nial nggak mau kejadian ini jadi besar karena dia punya pacar. Kalau sampai dia tahu, hubungannya bisa jadi dalam masalah –seperti Braska dan Wanda. Aku akan menjadi penyebab.

Ya Tuhan, kenapa ini harus terjadi lagi padaku?

Aku selalu jatuh hati pada orang yang nggak bisa aku miliki.

Kenapa jatuh cinta itu selalu lebih mudah? Seperti ketiduran tanpa disadari.

***

Ini semua salahku. Aku harusnya menyukai seseorang yang secara teorinya juga berpotensi untuk tertarik padaku –pada gadis sepertiku.

Dulu ada.

Salah seorang di tempat kerjaku pernah suka padaku secara terang-terangan. Waktu itu aku bekerja di coffee shop –pekerjaan pertamaku. Tapi, dia punya latar belakang yang sama –broken home dan miskin. Dia juga seumuran denganku.

Tapi, kakakku sama sekali nggak setuju.

“Nggak punya uang bikin orang jadi gila, Bellisa,” katanya. “Orang tua kita cuma modal cinta ujung-ujungnya main pukul karena nggak punya uang untuk hidup. Cukup cuma mereka aja. Jangan kita juga.”

“Dia baik kok, Kak....”

“Ya, itu sebelum dia mendapatkan kamu. Laki-laki semuanya begitu. Mengejar-ngejar setengah mati tapi kalau kita sudah di tangannya, kita bakal diperlakukan kayak sampah!”

Kakakku kadang sangat membingungkan. Dia berkata begitu padaku, karena dia juga baru saja patah hati dengan seseorang yang meninggalkannya karena gadis lain.

Ruby menangis; meskipun itu nggak di depanku, tapi aku tahu. Matanya bengkak. Dia sering melamun. Seringkali aku ingin menjadi tempat bersandar baginya, tapi Ruby selalu berusaha menutupi setiap masalah yang dia hadapi. Dia sudah banyak berkorban untukku.

“Karena itu kamu jangan pacaran sama yang miskin. Carilah orang yang bisa mengubah hidup kita jadi lebih baik,” katanya lagi. “Laki-laki hanya mengambil, Bellisa. Mereka nggak bisa menggenggam apa yang mereka ambil dengan baik-baik dan menjaganya. Kamu akan rugi dua kali kalau pacaran sama yang miskin. Sudah ditinggal, tapi nggak punya uang.”

Semua yang aku tahu tentang dunia ini hanya kudengar dari Ruby. Dia berada di luar lebih lama dariku sementara aku menghabiskan waktu bertahun-tahun di tempat isolasi karena penyakit mentalku. Aku mempercayainya.

Besoknya aku menolak cowok itu dengan cara yang cukup menyakitkan –itu supaya dia nggak berusaha untuk terus menarik perhatianku. Aku nggak ingin memberinya harapan kosong karena aku pun juga nggak ingin diperlakukan sama oleh orang yang aku suka. Aku tahu yang aku lakukan itu jahat namun aku merasa itu benar –Ruby selalu benar.

Ruby mengendalikan seluruh keputusan yang kuambil dalam hidupku karena beranggapan dia lebih tahu –karena dia lebih dewasa dan dia satu-satunya orang yang kumiliki. Selama ini dia mengurusku; dia bekerja apa saja agar aku bisa mendapatkan perawatan dan sembuh total.

Lalu aku bertemu dengan orang ini. Dia langganan di tempat kerjaku yang sering membeli Double Espresso. Alex, seorang lelaki kantoran yang selalu datang saat istirahat siang. Dia mengingat namaku dan kurasa itulah awalnya kami menjadi akrab. Dia bekerja di salah satu hotel bintang lima yang ada di pusat kota –The Poirot Hotel yang nggak jauh dari tempat kerjaku.

Aku mengira kalau aku mengenalkannya pada kakakku, dia akan setuju. Aku pikir aku akan minta saran kakakku untuk bisa mendekatinya tapi yang terjadi malah sebaliknya –dan itu sangat buruk.

Alex justru jatuh cinta pada Ruby.

Aku langsung menjadi seorang pecundang karena Ruby menerima cintanya.

Aku patah hati dan lebih dari itu aku juga mulai kehilangan sosok kakakku begitu mereka bersama. Di saat yang sama aku juga paham –kakakku adalah tipe yang selalu bisa memperdaya lelaki sedangkan Alex adalah orang yang lurus dan tulus. Karena itu sangat mudah bagi Ruby mengambil alih dirinya.

***

Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments