[Hal. 18] [Chapter 7] I LOVE YOU BUT...

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar

Trapped

“Hei!”

Nafasku tersengal; seakan ada batu yang menyumbat dadaku hingga aku nggak bisa bernafas dalam detik-detik itu.

Aku menemukan Nial tepat di hadapanku. Seruan itu adalah dia.

Aku berusaha mengatur nafasku saat Nial menyodorkan segelas air. Aku menelan semuanya dalam waktu singkat tanpa jeda. Tenggorokanku kering; mungkin karena terlalu banyak menjerit.

“Apa kamu selalu begitu kalau mimpi buruk?” Nial bertanya dan aku sedang mengumpulkan semua kewarasanku untuk memikirkan apa yang seharusnya aku lakukan sekarang. “Mata kamu terbuka lebar... tapi badan kamu kaku...”

Aku harus segera pergi dari sini!

“Aku mau pulang,” kataku; mengeluarkan tubuhku dari hangatnya selimut tebal itu. Lalu turun dari tempat tidur dengan tergesa-gesa.

Tempat ini bukan lagi tempat yang aman!

“Mereka bakal balik lagi ke sini,” kataku dengan cepat. “Dengan orang yang lebih banyak.”

“Apa?”

“Mereka pasti mau balas dendam.... Aku mau pulang,” kataku bersikeras.

Aku harus pergi.

Persetan dengan semua ini!

“Hei!” Nial memanggilku lagi; dia mengejarku setengah berlari dan begitu aku sampai di depan pintu, dia menutupnya dan menahanku di depan pintu.

Aku menggeleng. “Aku mau pulang sekarang...,” kataku setengah memohon; rasa takut itu masih mengendalikanku meskipun aku sudah sepenuhnya sadar.

“Kalau kamu takut mereka balas dendam, satu-satunya tempat yang aman hanya di sini,” ujar Nial; tetap menahan pintunya.

Aku terdiam beberapa saat. Mengatur nafasku yang nggak beraturan sejak bangun tidur. Mimpi itu mengerikan. Aku bersyukur itu hanya mimpi. Semalam memang buruk, tapi apa yang membuatku ingin mati sama sekali nggak terjadi. Nial keburu melumpuhkan mereka sebelum mereka sempat menyentuhku.

“Aku nggak mau mengambil resiko,” dia memperingatkan. “Aku nyaris terlambat melepaskan kamu dari mereka karena kalau nggak, aku nggak akan pernah memaafkan diriku sendiri. Kamu bahkan nggak ada hubungan dengan semua ini.”

Aku mengangguk-angguk dengan pelan; kata-katanya terdengar cukup menenangkan.

Dalam sekejap masalahnya sekarang bukan lagi ketakutanku pada berandal itu tapi Nial yang terlalu dekat. Aku membalikan badan; ia masih menahan pintunya Dan sekarang, aku harus berhadapan dengannya hingga aku bisa melihat dia punya lebam di sudut bibirnya dan luka di kepala.

“Bagus,” sahutnya dan akhirnya memberiku jarak yang cukup untuk bernafas dengan normal. Ia menjauh dengan langkahnya yang sedikit terpincang-pincang.

Aku nggak tahu apakah setelah ini aku akan bisa bersikap biasa padanya?

Bukannya dia sedikit jadi lebih baik dan lembut padaku?

***

Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments