[Hal. 19] [Chapter 7] I LOVE YOU BUT...

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar
“Aku pikir... sebaiknya... nggak usah diperban lagi,” kataku pada Nial setelah dia membuka perban di jariku untuk menggantinya dengan yang baru.

“Luka itu harus ditutup supaya bakteri dan kuman nggak masuk dan bikin infeksi,” katanya.

“Biasanya juga kering sendiri,” kataku.

“Jangan keras kepala!” suaranya meninggi.

Ah ya, Wanda sudah memberitahuku kalau dia otoriter. Semua kata-katanya harus dipatuhi.

Aku menjerit kesakitan lagi ketika obat cair berwarna coklat itu mengguyur luka sayatanku yang masih sedikit menganga.

“Cengeng...,” gumamnya.

“Itu sakit...,” keluhku.

Dia menatapku lalu mendengus. Dia nggak lagi bicara sampai perban yang baru terpasang di jari telunjukku.

“Udah selesai,” katanya.

Sekarang hari Senin dan aku membolos kerja.

Aku sama sekali nggak mau memikirkan apa yang terjadi di luar sana saat ini karena berada di tempat ini begitu... entah... ada perasaan tenang sekaligus takut.

“Wanda belum ngabarin sama sekali?” aku menanyai Nial dengan ragu-ragu ketika dia memulai aktivitasnya di dapur.

Nial menggeleng dan sibuk di depan kompor –sepertinya dia hobi sekali memasak. Aku nggak pernah melihat dia melakukan hal yang lain selain memasak. Membuat aku yang perempuan merasa nggak berguna karena hanya duduk di meja makan menunggunya selesai. Dia nggak mengizinkanku membatunya. Dari kemarin dia sudah begitu seolah aku hanya akan tambah merepotkan daripada meringankan pekerjaannya.

“Dia nggak apa-apa,” jawabnya santai.

Nial memilih nggak melaporkan kejadian itu ke polisi. Menurutku sih, berandalan itu harus dihukum tapi dia nggak mau kejadian ini jadi dibesar-besarkan kalau ada orang lain yang tahu. Aku juga dilarang memberitahu Mama.

Yang penting, Wanda sudah berhasil lolos dari Braska dan sekarang berada di tempat yang aman. Dia belum bisa kembali ke sini karena nggak mau memicu keributan lagi dan aku juga terpaksa harus berada di sini sementara karena berandalan itu mengira kalau aku... yah... mereka hampir memperkosaku karena mengira aku pacarnya Nial. Mereka bisa saja mencariku di tempat terpisah untuk membalas dendam karena Nial menghajar mereka dan juga Wanda berhasil kabur. Braska juga mengancam Wanda.

“Nanti juga ke sini lagi. Barang-barangnya masih ada,” sambung Nial.

Nial selesai memasak kali ini sup daging dan kentang tumbuk dengan semangkuk besar nasi yang ia salin dari rice cooker.

Ini ketiga kalinya aku berada di meja yang sama dengannya; menikmati masakannya. Nial seperti bangsawan yang segala halnya teratur seperti sikap duduk hingga bahkan cara memegang peralatan makan –aku baru menyadarinya sekarang. Mengunyah pun bisa ia lakukan dengan tenang.

***

Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments