[Hal. 16] [Chapter 6] I LOVE YOU BUT...

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar

Intruders

Darahnya sudah berhenti –sepertinya. Aku memandangi ujung telunjukku yang dibalut perban putih tanpa noda darah.

“Benar-benar ya... aku ada di sana, lho...,” suara Wanda membuatku tersadar kalau dia sedang berbaring di sampingku dan kami sama-sama mencoba untuk tidur karena sudah jam satu dini hari. “Tapi, kalian bertingkah seolah-olah aku nggak ada di situ.”

Aku menoleh ke samping di mana Wanda mulai lagi menggodaku.

Kuharap keremangan kamar Wanda yang lampunya sudah dimatikan menyembunyikan wajahku yang tersipu.

Nial meninggalkan kesibukannya hanya untuk mengurus luka sekecil ini –memang sayatannya dalam tapi goresan ini bukan pertama kali dalam hidupku. Biasanya aku hanya membiarkannya kering sendiri. Jadi ini nggak seperti luka parah yang bisa terkena infeksi kalau nggak dirawat. Aku pernah mengalami yang lebih buruk dari ini.

Aku sendiri juga heran. Perlakuan itu membuatku merasa sedikit istimewa.

“Aku cuma pergi sebentar tapi kalian udah bikin kemajuan yang bikin aku geleng-geleng kepala,” katanya; disertai tawa kecil jenaka itu lagi.

“Dia cuma kasihan sama aku, Kak...,” kataku; dengan cukup sedih.

“Kasihan kenapa?”

Kalau Wanda dan Braska sampai menikah lalu punya anak, anaknya akan bernasib sama seperti aku –trauma sepanjang hidupnya karena kekerasan. Karena itulah Nial bersikap baik padaku. Dia hanya kasihan karena dia tahu alasan ibuku begitu over protektif pada Wanda.

Ini bukan pertama kali aku dikasihani orang karena menjadi broken home –itu hal yang wajar dilakukan Nial. Memang apa lagi yang membuatnya mau melakukan itu untukku kalau bukan kasihan?

Setiap orang yang tahu kisahku, akan merasa kasihan padaku –begitulah yang aku tahu selama ini. Jonny juga menerimaku bekerja di tempatnya karena alasan kasihan. Yah, walaupun dia menjadikanku sapi perah setelahnya tapi kalau bukan karena pekerjaan itu, mungkin aku akan terlunta-lunta tanpa uang sepersen pun di jalan. Pemilik tempat tinggalku yang sekarang juga bersedia menampungku karena dia tahu apa yang terjadi pada keluargaku.

Tapi, aku nggak mengatakan apa-apa pada Wanda. Dia bakal tersinggung kalau aku ikut mencampuri urusan pribadinya. Lagipula Wanda sangat mencintai Braska. Dia memang bisa kabur dan sembunyi seperti ini, tapi hatinya butuh waktu yang lama untuk melupakannya dan itu nggak mudah. Cukup Nial saja yang memaksanya untuk menjauhi orang itu.

Toh, besok, bisa saja aku akan menjadi asing bagi keduanya. Aku hanya seorang adik tiri.

“Apa aku udah bilang kalau Nial bukan orang yang suka memendam perasaan?” tanya Wanda lagi kemudian saat aku memiringkan tubuhku dan kembali memejamkan mata karena aku mulai mengantuk.

“Hm...,” sahutku.

Hari ini sangat melelahkan.

“Dia nggak begitu sama orang yang baru dikenal, Bell...,” kata Wanda dan sebenarnya itu lebih dari satu kalimat. Hanya saja aku benar-benar mengantuk.

***

Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments