[Hal. 10] [Chapter 3] I LOVE YOU BUT...

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar
Lima menit kemudian Wanda kembali. Dia nggak lagi seceria tadi; dia tersenyum tapi jelas ada sesuatu yang menganggunya.

Aku nggak lagi merasa makanan di mulutku begitu lezatnya. Aku tahu saat inilah aku harus menghindar karena ada sesuatu yang terbakar dan panas di antara mereka.

“Lo bilang dia kalau lo tinggal di tempat gue?” tanya Nial; suaranya dingin tapi ada amarah di wajahnya.

Wanda tertunduk. Hilang sudah sosok yang tersimpan dalam memoriku sebagai orang ceria yang tampak seolah nggak punya masalah berarti.

Nial menaruh sendok dan garpunya kembali dengan kasar; menimbulkan bunyi di piring yang cukup keras. Dia kesal; bukan kesal yang biasanya saat Wanda mempermainkannya dengan bercanda.

Aku ikut bingung apakah aku bisa menyela untuk pamitan saat itu atau pura-pura nggak lihat atau dengar suasana mereka makin memanas saat Wanda hanya berdiri di dekat meja makan. Dia tampak ingin pergi dari tempat itu segera sebelum Nial kehilangan kesabarannya.

“Apa sih yang lo lihat dari laki-laki abusif kayak gitu?!” Nial marah.

Abusif?

Baiklah, kecemasan Mama soal Wanda ternyata sangat beralasan.

Aku memandangi Wanda yang gemetaran di depanku. Ia nggak membalas Nial seperti yang biasa dia lakukan seenaknya pada Nial.

“Kalau dia berani datang kemari buat jemput lo, lihat aja! Bakal gue patahin tangannya!” kata Nial mengancam.

“Apa bedanya lo sama dia kalau gitu?! Suka kekerasan!”

“Ya bedalah! Gue bukan banci yang suka mukul perempuan sebagai pelampiasan karena takut berantem sesama laki-laki!”

“Gue memang numpang di sini sementara tapi nggak berarti juga lo bebas ikut campur urusan pribadi gue, Nial! Hari ini gue bakal angkat kaki dari rumah lo!” tandas Wanda.

“Ya udah! Balik aja sana cuma buat dihajar habis-habisan!” teriak Nial.

Wanda melangkah dengan cepat menghampiri Nial untuk balas berteriak di depan wajahnya. “Itu urusan gue!”

Kata-kata Wanda membuat Nial terdiam dan hanya bisa menyaksikan Wanda pergi dengan langkah yang memburu; menyisakan aku dan orang ini berdua saja dalam keheningan yang menegangkan.

Sedetik pintu depan menutup dengan keras di mana Wanda kini sudah nggak kelihatan, Nial menendang meja makan sampai terbalik, menghancurkan semua yang berada di atasnya. Semua yang tadi kami nikmati dengan perasaan gembira hancur berantakan di lantai; di kakiku yang gemetaran.

Detak keras jantungku seakan ingin menembus rongga dada melihat sosok Nial  yang tertegun di depan kekacauan yang baru ia buat. Aku pernah merasakan ketakutan ini sebelumnya; ketakutan yang membangunkan rasa takut yang selalu ingin kulupakan tapi nggak bisa sekali pun aku telah menghabiskan empat tahun di rehabilitasi mental yang memupus semua masa remajaku; yang membuatku kesulitan untuk hidup selayaknya manusia normal.

***

Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments