[Hal. 9] [Chapter 3] I LOVE YOU BUT...

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar
Sosok Nial cukup mengintimidasi walaupun aku nggak pernah bicara langsung padanya. Ya, kalau aku jadi tuan rumah aku juga akan berpikir demikian terhadap orang asing yang datang ke rumahnya. Ia nggak berkomentar ketika aku duduk berhadapan dengannya dan makan dengan cuek saat aku juga mulai memilih makanan yang ingin aku makan –antara Sapo Tahu, Kentang Panggang Bumbu, salad buncis dengan tuna dan minyak zaitun, juga sayap ayam goreng. Dia memasak semuanya sendiri dan itu membuatku merasa nggak berharga jadi perempuan –aku sama sekali nggak bisa masak. 

Aku mengambil sepotong sayap ayam bersaus kecoklatan itu. “Enak banget,” kataku dengan girangnya dan kedua orang itu melihatku dengan ekspresi cukup kaget.

Wanda menyambungnya dengan tawa sumringah. “Bener kan? Aku bilang masakannya enak,” katanya sambil menyikut Nial dan aku mengangguk-angguk lalu dengan cepat memakan sesuap lagi dengan sendok.

“Iya, enak,” aku melirik Nial yang masih memandangiku dan kali ini dia terlihat biasa saja.

“Cuma itu kelebihannya Nial...,” Wanda bergumam. “Sisanya dia cuma bisa bikin orang lain sakit kepala.”

Wajah Nial berubah geram saat ia menoleh ke Wanda yang duduk di sampingnya. “Jangan cari ribut,” dia memperingatkan tapi Wanda hanya terkekeh menatap ke arahku.

“Ayo habisin, Bell,” Wanda menyemangati lalu perhatiannya seketika tertuju ke handphone-nya berbunyi nggak jauh dari piring makannya. Ekspresinya yang usil berubah tegang saat melihat siapa yang menelponnya dan dia sempat melirik Nial di sampingnya yang kini bermuka masam. “Sorry...,” ucapnya dan langsung meninggalkan aku dengan Nial yang kelihatannya terganggu dengan panggilan telepon itu.

Wanda memilih keluar untuk bicara dan aku menangkap kenggaknyamanan Nial dari caranya menaruh sendok di piringnya yang masih berisi makanan.

Siapa yang menelpon?

Nial kehilangan selera makan. Di sanalah aku temukan gestur yang ingin aku lihat di antara mereka; ia cemburu!

***
Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments