[Hal. 45] [Chapter 13] I LOVE YOU BUT...

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar
Sejak meninggalkan Ruby aku tinggal di rumah susun yang di kelola Bu Eva –masih punya hubungan keluarga dengan bosku Jonny.  Dia punya tiga orang anak lelaki yang sudah dewasa. Sebelum menjanda, kami juga pernah bertetangga. Jadi dia tahu banyak tentang apa yang terjadi pada keluargaku. Karena itulah dia kemudian merekomendasikanku bekerja pada Jonny.

Tempatnya cukup besar untukku. Ada ruang tamu, ruang tengah dan dapur yang bersebelahan dengan kamar mandi. Nggak banyak perabotan di dalamnya –seperti apartemen Nial, tapi dalam versi yang sangat miskin. Di ruang tamu ada TV kecil –pemberian dari Bu Eva yang saat itu baru saja membeli TV layar datar model baru. Di tengah-tengah aku punya meja kecil untuk menaruh barang-barang seperti gelas dan teko.

Di kamar, aku hanya punya matras untuk tidur. Satu lemari untuk semua pakaian. Meja kecil di bawah cermin ukuran 50x60cm yang menempel di dinding. Ya, aku mengecat sendiri dindingnya dengan warna-warna cerah agar merasa nyaman. Aku menggambar mandala warna warni untuk menghilangkan kesan suram karena tempat itu nggak cukup mendapatkan sinar matahari –posisinya berada di tengah-tengah.

Aku menaruh semua barang-barang pribadiku di atas meja kayu setengah reyot itu –bedak bayi, lipstik fuchsia, deodoran dan body lotion.

Aku kira semuanya masih akan sama saat aku kembali.

Pintunya rusak –seseorang menjebolnya dengan paksa. Semua perabotan jelek yang aku punya sudah jadi sampah yang berserakan ke segala penjuru.

Pantas ketika aku datang semua penghuni kelihatan waswas dan takut. Mereka  memilih masuk ke dalam rumah masing-masing tanpa menyapaku seperti yang biasa mereka lakukan ketika aku lewat di sepanjang lorong. Bu Eva juga –dia hanya mengintip dari dalam rumah di balik horden jendelanya.

Mereka sudah diintimidasi.

“Kalau kamu mau, aku bisa ngantar kamu ke rumah sepupuku yang cewek,” ujar Valde saat kupikir aku benar-benar sudah kehilangan rumah. “Kamu bisa menginap di sana dulu.”

Aku menggeleng. “Nggak usah, Val,” kataku. “Aku nggak mau orang lain juga kena.”

Tapi, ke mana lagi aku bisa pergi sekarang?

***
Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments