[Hal. 41] [Chapter 12] I LOVE YOU BUT...

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar
“Apa chanel kesukaan kamu cuma berita bisnis?” aku bertanya setelah saling diam selama hampir lima menit.

Sebenarnya aku bosan ikut-ikutan mendengar isi beritanya. Tapi, aku jadi nggak ingin kembali ke kamar karena perasaanku belum sepenuhnya tenang membayangkan nasibku ke depan. Aku masih ingin membahasnya.

“Kamu.... nggak suka nonton film atau apa gitu?”

“Film apa?” balas dia, kedengaran kurang tertarik.

“Film Hollywood,” jawabku lalu menunggu reaksinya.

“Aku sering nggak punya waktu,” balasnya.

Jawaban apa sih itu? gerutuku. Aku jadi nggak tahu lagi bahan obrolan yang senggaknya ringan dan menyenangkan untuk dibahas.

“Nonton film biasanya bisa satu sampai dua jam. Aku nggak punya waktu sebanyak itu buat duduk di satu tempat dan nunggu sampai selesai,” katanya.

“Umur kamu berapa sih?” aku menjadi nggak sabar.

Kalau dia nggak suka film, ya nggak suka saja. Jawabannya terlalu panjang dan bertele-tele. Seumur hidupnya apa saja yang dia lakukan untuk bersenang-senang?

“Kenapa kamu nanya-nanya?” dia berubah ketus.

“Mau bikin perkalian setahun ada tiga ratus enam puluh lima hari dikali dua puluh empat jam. Aku mau tahu berapa jam yang kamu punya seumur hidup sampai nonton film aja kamu nggak punya waktu,” jawabku dan tiba-tiba saja dia tertawa.

Ini pertama kalinya aku melihat dia tertawa!

“Aku bisa nonton tiga sampai empat film sehari,” kataku. “Apalagi kalau sudah nganggur kayak gini. Seharian aku bisa kuat nonton.”

Dia masih tertawa; bahkan menjadi-jadi.

“Lucunya di mana sih?” celetukku.

“Bukan berarti aku nggak pernah nonton,” katanya.

“Kamu nonton apa emang? Film action? Horor? Komedi? Atau gore?”

“Gore?” dia tertawa lagi. Entah di mananya yang lucu.

“Ya, bisa jadi. Kamu sama sekali nggak punya potongan orang yang suka drama sih....”

“Terus aku kelihatan kayak orang yang punya kecendrungan suka film sadis?”

Aku mengangkat bahu satu kali. “Siapa yang tahu?”

“Aku pernah lihat kamu nonton yang ada adegan ranjangnya dan berakhir sadis.”

Gone Girl? Ah iya, Nial ternyata melihat adegan itu. Dia membuatku malu. Ternyata aku menggiring pembicaraan ke arah yang lebih sensitif dan itu bukan hal yang cocok untuk dibicarakan dengan seorang lelaki dewasa yang secara kasat mata membuat perempuan sering berfantasi liar.

Nial masih tertawa meledek.

“Kamu harusnya nonton Mean Girls!” tandasku. “Soalnya kamu mirip Regina George!”

“Hah?”

“Kamu Regina George versi laki-laki!” tandasku lagi sambil berdiri dari sofanya dan benar-benar ingin kembali ke kamar.

Tapi, tiba-tiba dia meraih tanganku. Dia sudah berhenti tertawa. Dari tempatnya dia menatapku seolah dia nggak ingin aku pergi.

***
Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments