[Hal. 40] [Chapter 12] I LOVE YOU BUT...

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar

Unfair

Setelah seharian kemarin dia berada di luar, pagi ini aku menemukannya dengan baju biasa. Memasak sarapan di dapur dan mengenakan celemek. Aku duduk di meja makan dan menunggu dengan bosan sampai dia selesai. Pagi ini dia membuat pancake sirup jagung.

Oh iya, hari Sabtu. Dia libur. Tapi, itu nggak akan membuat perbedaan, toh seharian dia akan menghindariku karena berpikir aku nggak nyaman melihatnya berkeliaran di sekitarku. Ingin rasanya bilang padanya caranya itu membuatku seperti penderita penyakit menular yang harus dijauhi.

“Kamu mau ngapain?” dia menegurku ketika aku menarik kantong sampah keluar dari wadahnya –isinya sudah hampir penuh karena bungkus makanan yang kudapat dari Valde kemarin.

“Aku mau buang sampah,” jawabku, acuh. Memangnya apa lagi sih?

“Nggak usah. Biar aku yang buang,” katanya. “Kalau kamu yang pergi bisa-bisa dua jam.”

Dia menyindirku lagi?

“Aku tahu kamu cari-cari alasan buat ketemu sama pacar kamu,” celetuknya, dingin.

“Aku udah bilang kalau aku sama Valde nggak pacaran!” balasku.

“Itu bukan urusanku. Yang jadi urusanku adalah kalau sampai kamu ditemukan teman-temannya Braska. Kemarin aku masih lihat mereka berkeliaran di sekitar sini,” tukasnya. “Masih mending aku dengar kamu ngoceh seharian daripada ngizinin kamu keluar buat urusan yang nggak penting.”

“Penting atau nggak penting itu urusanku,” cetusku kesal. Meninggalkan dapur dan hendak masuk ke kamar. “Memangnya kamu siapa?”

“Mereka udah datang ke tempat kerja kamu dan ngancam bos kamu yang namanya Jonny,” kata dia tiba-tiba dan itu sungguh membuatku bergidik ngeri. “Kalau kamu nggak percaya kamu bisa tanya ke teman kamu yang masih kerja di sana.”

“Gimana mereka bisa tahu?”

“Wanda nggak cerita ke kamu soal siapa Braska?”

Gangster. Dia... punya uang dan kekuasaan untuk melakukan apa saja ‘kan?

“Teman-temannya Braska bikin rusuh di tempat itu. Kemungkinan mereka juga udah datangin rumah kamu,” jelas Nial lagi. Dia pindah ke ruang TV dan duduk di sofanya dengan santai.

Aku mengikutinya karena perasaanku sama sekali nggak tenang. “Kamu harus ngelakuin sesuatu! Mereka mulai bawa-bawa orang lain yang nggak ada hubungannya! Kamu juga punya uang ‘kan untuk nyuruh orang?”

Dia mendengus. “Aku nggak mau nyuruh orang untuk ikut-ikutan rusuh,” balasnya dingin.

“Mereka ngerusak tempat orang!” kataku di belakang sofanya.

“Biar aja,” balas dia acuh. “Toh tempat itu juga pantas dirusak.”

Apa? Aku tahu Jonny memang sedikit keterlaluan pada karyawannya tapi...

“Bukannya dia sering merugikan kamu?” tanya Nial dan aku bungkam. “Yang penting kamu aman di sini.”

Aku menarik nafas; sangat perlu menenangkan diriku saat ini. Aku ikut duduk di sofa  --di sampingnya dalam jarak setengah meter.

Nial mulai menonton channel berita bisnis –seperti biasanya kalau dia di depan TV. Padahal aku juga ingin nonton TV. Tapi, dia nggak menunjukan tanda-tanda kalau dia ingin pindah ke ‘ruang rahasia’-nya.

***
Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments