[Hal. 39] [Chapter 11] I LOVE YOU BUT...

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar
“Kenapa kamu makannya sedikit?” tanya Nial padaku.

Aku hanya memindahkan sedikit nasi ke piringku dan makan lauk seadanya. Sebelum Nial pulang dan memasak, aku sudah makan sebagian dari isi kantong pemberian Valde sambil nonton TV. Sampai sekarang masih kenyang.

“Kamu sakit?” dia bertanya lagi dan aku hanya menggeleng.

“Aku lagi nggak mau makan banyak,” jawabku acuh. Kekenyangan membuatku nggak berselera lagi dengan sapi lada hitamnya.

“Kamu masih ngambek gara-gara kejadian kemarin atau... gara-gara ditinggal seharian?” dia bertanya. “Kamu juga nggak makan sarapan yang aku bikinin....”

“Ngambek?” celetukku. Berkat makan mie instan aku jadi lupa kalau semalam dia nyaris membuatku geger otak.

Aku memang bodoh tapi nggak suka merajuk! Memangnya dia pacarku? Memangnya dia akan peduli kalau aku merajuk? Kenapa sih pertanyaannya selalu menunjukan kalau dia merasa pantas membuatku gelisah?

“Mau kamu ada di sini atau enggak, kamu juga kayak nggak ada,” sambungku. Benar-benar ingin meninggalkan makan malam itu.

Nial diam. Sepertinya jawabanku membuatnya tak punya jawaban.

“Aku mau ke kamar,” kataku dengan mantap tanpa menghabiskan makananku.

“Rasanya nggak enak?” tanya dia lagi, lalu memakan potongan sapi lada hitamnya.

“Nggak. Bukan rasanya...,” jawabku. “Aku cuma... kenyang....”

“Kamu kenyang makan apa sih?”

Aku nggak menjawabnya dan berlalu. Menghindari perdebatan dengannya jauh lebih baik. Aku nggak mau ketololanku akan membuatku membeberkan kebohonganku sendiri. Aku sangat mudah terpancing dan mengatakan hal-hal yang seharusnya jadi rahasiaku sendiri.

Di kamar, aku minum soda lagi. Lalu berbaring sampai tertidur.

Aku mulai sadar momen di meja makan itu mulai mengganggu pikiranku. Memandang ke wajahnya mulai menjadi sebuah beban karena aku tahu ini nggak akan pernah bisa terlupakan. Tapi, baginya ini sangat mudah. Aku hanyalah gadis bodoh yang membuatnya terjerat.

Seketika aku teringat lagi pada SMS itu.

Ketika Nial seharian berada di luar mungkin saja ia bertemu dengannya...

Aku nggak akan pernah punya kesempatan.

***
Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments