[Hal. 37] [Chapter 11] I LOVE YOU BUT...

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar
Jam delapan malam, aku masih di ruang TV menonton film di FOX Movies selama hampir empat jam nonstop. Aku mulai mengantuk pada menit ke empat puluh tiga film Gone Girl –aku sudah pernah menontonnya bersama Ruby jadi aku sudah tahu kalau psikopat sebenarnya adalah Amy. Tapi, menonton film bagus berulang-ulang kadang bisa menghibur apalagi di kandang singa ini. Aku suka Ben Affleck dan Rosamund Pike yang cantik dengan rambut pirangnya.

Aku menjatuhkan badanku di atas sofa malasnya yang empuk –tempat yang nyaman untuk nonton berjam-jam. Kalau saja ada cemilan seperti keripik, kentang goreng, dan minuman soda; sempurna! Sayangnya makanan sejenis itu benda terlarang di tempat ini. Sialan!

Perlahan mataku semakin berat tapi masih bisa melihat adegan yang ada di TV dan dengan cukup sadar mengetahui kalau itu adegan yang cukup sadis –saat Amy menyayat leher mantan kekasihnya dengan pisau cutter setelah mereka melakukan ‘itu’.

Dan saat itulah kurasakan ada yang mengangkat badanku dari sofa.

Nial? Dia sudah pulang?

Aku langsung membuka mataku dan kurasakan tubuhku seperti melayang dan... gedubrak!

“Aw!” jeritku kesakitan. Kesadaranku kembali sepenuhnya. “Sakit....”

Rasa sakit menggelenyar di seluruh tubuhku bahkan sampai kepala; aku sudah berada di lantai dan Nial berdiri dengan kebingungan di depanku.

“Kamu ngapain sih...,” gerutuku sebal.

“A... aku nggak sengaja....” kata dia sambil jongkok melihat kepalaku. Wajahnya tegang dan sepertinya juga cemas.

“Apa sih salahku sampai kamu jahat banget sama aku....?” gerutuku merengek. Rasanya pusing sekali.

“Kamu... kamu tiba-tiba bangun! Aku kaget!” katanya panik.

Aku mengelus kepalaku. “Aku geger otak nih....” gerutuku.

Dia malah menyipitkan matanya. “Kamu nggak geger otak. Jangan lebay!” balasnya dengan sarkastis. “Geger otak itu biasanya hilang kesadaran.”

Aku hanya menatapnya kesal. Kepalaku terbentur ke meja! Badanku menghempas lantai! Sialan! Rasanya juga mirip waktu berandalan itu menyerangku.

“A... aku nggak sengaja!” dia mengulangnya, dengan nada tinggi. “Lagian kamu ngapain sih tidur di sofa? Bikin repot aja!”

“Udah begini, kamu masih aja marah-marah....” jawabku membela diri. “Kenapa kamu nggak bunuh aku aja sekalian biar puas?”

Sekarang rasa kantukku benar-benar hilang. Nial mengambilkanku segelas air yang langsung kuteguk sampai habis.

“Kamu masih pusing?” tanya dia.

Aku nggak menjawab, hanya memalingkan wajahku yang sebal darinya walaupun aku tahu dia hanya bermaksud untuk memindahkanku ke kamar.

“Aku bilang aku nggak sengaja,” Nial mulai bernada kesal. “Lain kali jangan tidur di sofa!”

“Kenapa emang? Kamu mau jedotin kepalaku lagi?”

“Itu nggak sengaja!” ulangnya, setengah berteriak.

“Terus kenapa nggak minta maaf?” tuntutku.

Nial diam. Menarik nafas, dia berusaha untuk nggak memperlihatkan ekspresi jengkelnya. “Oke, aku minta maaf,” ucapnya. “Aku sama sekali nggak sengaja....”

Dan sekarang apa?

Aku menatap ke layar TV –film sudah sampai pada credit scene, sambil mengatur nafas. Nial masih berdiri di dekat sofa seperti menunggu pengampunan dariku. Ternyata dia juga bisa menyesal.

“Aku udah nggak apa-apa,” kataku sambil berdiri dari sofa; berniat untuk kembali ke kamar.

Sering-sering berada dalam jarak terlalu dekat dengannya membuatku nggak nyaman. Tadi dia menggendongku, aku langsung bangun wangi parfumnya yang dreamy menggetarkan semua indra perasaku.

Aku juga terkejut dengan apa yang dia lakukan. Dia bisa membangunkanku dan menyuruhku pindah kalau dia nggak mau aku tidur di sofa.

Apa sih yang dia pikirkan?

Aku berada di kamar namun jantungku masih berdebar keras. Dulu, aku takut dengan sikapnya yang antipati, sekarang aku malah takut dengan kebaikannya.

***

Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments