๐ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐ฅณ
Going Crazy
“Kamu dari mana?” suara Nial menyambarku begitu aku masuk mengendap-endap ke kamarku.
Aku mengira dia masih di ruangan rahasianya dan aku yakin sekali dia nggak bakal curiga kalau aku keluar apartemen –karena biasanya aku selalu berada di kamar Wanda.
“Aku... baru buang sampah...,” jawabku, hanya itu yang seketika melompat di bibirku.
“Sampah?” dia nggak mempercayainya. Tentu saja. “Kamu buang sampah ke bawah hampir dua jam?”
“Yang penting ‘kan aku udah balik...,” kataku buru-buru menarik pintu kamar. Tatapan tajamnya membuatku merinding! Sungguh!
“Ya, kamu bisa bilang begitu sekarang,” suaranya dingin namun wajahnya menunjukan amarah tertahan yang kemudian dia lepaskan dengan menutup pintu kamarku dengan keras. Dia melarangku masuk.
Kalau begini terus, aku bisa kena serangan jantung!
“Aku mencari kamu keluar, kamu tahu?!” teriaknya.
Apa dia benar-benar mengira kalau aku akan tersanjung karena dia mencariku keluar?
“Aku kira kamu sudah dibawa mereka!”
“Aku cuma pergi buang sampah dan sedikit cari angin di sekitar sini....” kataku menatap langsung ke wajahnya yang merah. “Memangnya aku bisa pergi ke mana lagi? Ini gedung lantai dua puluh tiga. Ada CCTV, ada satpam! Ada penjagaan di lobi!”
“Ya Tuhan, kenapa kamu bodoh banget sih?! Dan aku jadi ikut-ikutan bodoh gara-gara kamu! Aku mencari kamu sampai ke jalan!”
“Aku nggak minta kamu mengurungku!”
“Kamu pikir aku juga mau terjebak sama cewek bodoh dan sulit diatur kayak kamu?!”
“Aku memang bodoh tapi aku juga nggak minta kamu mengaturku!”
“Ya sudah, kamu boleh pergi! Tapi, jangan salahkan aku kalau mereka menangkap kamu!”
“Ya sudah! Aku juga nggak mau membebani orang terus-terusan kayak gini!”
“Aku sudah bilang situasinya sedang nggak aman! Kenapa kamu nggak bisa sabar sedikit?!”
“Kamu bikin aku kayak dipenjara gara-gara kesalahan yang nggak aku lakukan! Aku nggak minta harus tinggal di sini entah sampai kapan! Kalau kamu merasa bersalah atau bertanggungjawab harusnya kamu kasih aku sedikit pilihan bukan malah bikin aku tertekan! Memangnya aku siapanya kamu? Aku bisa sabar kalau kamu nggak mengatur apa yang seharusnya nggak perlu kamu atur!!”
Nial diam. Dia hanya menatapku dengan nafas memburu.
Aku harus pergi selagi bisa sekarang juga. Persetan dengan dia! Persetan dengan musuh-musuhnya yang harus membuatku terkurung bersama bajingan kaya perfeksionis gila ini!
Dengan langkah cepat aku meninggalkan tempat itu sebelum tatapan memaksanya membuatku ketakutan dan menangis. Lututku sudah gemetaran semenjak dia menegurku dengan suara keras.
“Aku nggak bakal marah kalau kamu bilang kamu pergi keluar,” katanya tiba-tiba ketika aku sudah sampai di depan pintu.
“Kalau aku bilang kamu pasti melarang,” balasku sambil menarik gagang pintunya. “Kamu.... ‘kan selalu nggak suka apa yang aku suka.”
***
Komentar
0 comments