[Hal. 3] [Chapter 1] I LOVE YOU BUT...

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar
Lima menit kemudian Wanda kembali dengan secangkir teh. “Ini chamomile tea. Bagus untuk relaksasi,” jelas dia, terdengar perhatian. “Kamu kayaknya capek. Pasti baru pulang kerja ya, ‘kan?”

Aku mengangguk. “Makasih, Kak,” ucapku, sedikit canggung. Aku masih saja terkesima dengan kecantikan Wanda yang natural.

“Tante Maya sering cerita soal kamu,” katanya lagi. “Kamu tahu nggak dia senang banget kamu mau pulang.”

Aku hanya tersenyum. “Aku juga senang bisa ketemu Mama lagi, Kak...,” jawabku.

Dia menatapku dengan penuh perhatian. “Sebenarnya aku mau kita ketemu di luar sambil hangout atau nongkrong di mana gitu buat ngobrol,” katanya terdengar mengeluh. “Tapi, sekarang aku nggak bisa ke mana-mana.”

Pasti pacarnya nggak mengizinkan dia keluar. Dari tampangnya sudah kelihatan kalau cowok itu posesif. Apa dia nggak memukuli Wanda kalau sedang marah? Pertanyaan liar tentang cowok itu  mulai berkerubung di dalam pikiranku seperti lalat.

Laki-laki bertampang sangar –sekalipun tampan, tetap saja menakutkan.

“Oh ya, pasti kamu lapar ‘kan? Gimana kalau kita pesan makanan?” katanya dan aku mulai nggak meragukan kalau dia sangat apa adanya.

“Ng... Kak, aku nggak bisa lama-lama...,” ucapku ragu-ragu. 

Aku nggak mungkin bilang yang sebenarnya kalau aku ingin tidur cepat karena hari ini memang melelahkan; pekerjaanku selalu melelahkan.

Wajahnya yang berseri langsung berubah muram; seperti anak kecil yang nggak terima kalau waktu bermain sudah habis. “Kenapa?” tanya dia, agak cemberut.

Aku nggak boleh tidur kemalaman karena besok harus bangun lebih awal dan mengejar KRL di pagi buta.

“Tante Maya bilang kamu bakal nemenin aku di sini...,” katanya dan aku cukup terkejut.

Ada sedikit kesalahpahaman. Mama mungkin nggak tahu kalau Wanda tinggal dengan pacarnya dan tempat ini bukan tempat yang cocok untuk menginap.

“Ayolah, Bell. Kita baru ketemu. Masa kamu  mau pergi gitu aja?” ujarnya. Ekspresi kehilangannya membuatku nggak berkutik. Rasanya seperti menyakiti seorang gadis kecil dengan meninggalkannya di tengah hutan kalau aku tetap pergi.

***
Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments