[Hal. 2] [Chapter 1] I LOVE YOU BUT...

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar

Step Sister

Apartemen Skyline lantai 16 nomor 1602; alamat yang dikirimkan ibuku lewat pesan What’s App  minggu lalu dan sejak itu dia terus bertanya padaku apa aku sudah mengunjungi Wanda. Mamaku benar-benar ingin kami akrab.

Nggak sulit menemukan tempat itu. Mungkin ibuku mengira kalau tempat itu hanya apartemen biasa sedangkan aku tahu kalau unit di sana hanya dihuni oleh orang-orang super kaya –aku tegaskan bukan sekedar kaya.

Aku memencet bel satu kali lalu menunggu.  Cukup lama sampai pintunya terbuka dan seorang laki-laki dengan pandangan waspada berdiri di celah pintu.

Pertanyaannya, apa yang dilakukan Wanda di tempat seperti ini? Apa dia tinggal dengan pacarnya? Aku rasa kalau ayahnya tahu, dia akan mengamuk.

Orang itu menjulang tinggi di hadapanku dengan tatapan mengintimidasi yang membuat jantungku berdegup kencang dalam satu hentakan. “Kamu siapa?” tanya dia menatapku seperti tamu tak diundang bahkan sebelum aku sempat menyunggingkan senyum untuk menyapa duluan.

Kata Mama Wanda sudah tahu kalau aku akan datang. Tapi, sambutan orang ini seolah ingin mengusirku. Apa Wanda nggak memberitahu pacarnya soal aku?

“Aku Bellisa. Aku... mau ketemu sama Kak Wanda,” jelasku.

Segera orang itu menjauh dari pintu; membiarkannya tetap terbuka. Dia sama sekali nggak mengatakan sesuatu seperti ‘tunggu sebentar’ atau apalah dan menghilang.

Sekarang aku mengerti kenapa Wanda sepertinya tergila-gila pada gangster yang membuat ayahnya marah –laki-laki itu, secara fisik punya nilai sembilan dari sepuluh. Di saat yang sama aku juga mengerti kenapa Mama khawatir meskipun dia keren –laki-laki itu sepertinya sombong dan juga kasar. Catatan: dia seorang gangster walaupun aku nggak melihat tato di sepanjang pergelangan tangannya.

Kata Mama, Wanda adalah tipe yang sangat optimis dan hampir nggak pernah berpikiran jelek tentang orang lain. Mungkin baginya mengencani tipe-tipe yang harus dijauhi kalau ingin hidup aman, nyaman dan tentram adalah tantangan yang harus dia taklukan.

Seorang perempuan akhirnya muncul di hadapanku “Hei,” sapanya dengan senyum lebar di wajahnya yang cantik. “Akhirnya datang juga.”

Aku tersenyum dan nggak siap saat Wanda memelukku; membenarkan cerita singkat Mama tentang dirinya. Ekspresi wajahnya yang ceria dan juga gestur tubuhnya yang mencoba akrab.

Ya, aku sedikit membandingkannya dengan Ruby yang kurang lebih bersikap seperti laki-laki tadi –apatis dan agak sinis.

“Ayo masuk,” ajaknya.

Kakak tiriku seorang perempuan menawan berambut lurus sebahu serta bertubuh ramping. Ia mengenakan celana pendek dan kaos biru langit mengepas badan yang memperlihatkan kulit gelapnya yang eksotis. Dia mengingatkanku pada Fahrani pada masa-masa sebelum ia penuh dengan modifikasi dan tato yang menghapus kesan feminin pada dirinya –dan aku benci dengan tato.

Setelah berada di dalam aku baru tahu kalau unit di Skyline lebih luas dari yang kubayangkan tentang apartemen elit di pusat kota. Aku pernah melihat materi promosinya terpapang di baliho super besar di jalan-jalan utama dan ditawarkan dengan harga fantastis.

Kami duduk di ruang tamu dan aku masih memandangi sekitarku selagi Wanda ke dapur membuatkan minuman. Dindingnya putih bersih seperti baru dicat dengan wallpaper motif garis embos silver. Ada satu cermin besar dengan bingkai hitam tepat di belakang sofa minimalis abu-abu tua. Hanya itu pajangan dinding yang ada di ruangan berukuran sekitar tiga puluh enam meter persegi itu.

***

Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments