[Hal.2][Ch.1] A MAN WITH ROSES

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar
Mobil melaju dengan kecepatan tinggi di jalan tol. Walaupun tengah malam, tak semata-mata jalanan menjadi lengang. Masih ada saja orang yang kebut-kebutan memamerkan super car mereka. Salah satu nya Lamborghini merah yang baru saja memotong jalannya. Erris membiarkannya lewat sekalipun pengendara mobil itu mencibir ke arahnya –ia nggak lebih cepat. Tentu saja.

Erris mengebut bukan untuk balapan dengan super car. Ia hanya ingin melepaskan ketegangan di meja Blackjack yang masih terasa hingga sekarang. Selama dua jam penuh, ia memutar otak sampai nggak ada hal lain yang ia bisa ia pikirkan selain angka-angka dan teori menghitung yang membuatnya bisa memenangkan permainan, seperti mabuk. Sudah lama, ia nggak duduk di meja Blackjack dan mengadu peruntungan di sana demi alasan yang klasik –hutang judi dibayar dengan judi.

Hari ini, ia terpaksa melakukannya lagi karena seseorang. Seseorang yang ia sebut seorang ibu dan ia panggil Mama, seseorang yang membuat seluruh bagian hidupnya cacat, juga seseorang yang telah melahirkannya, memberinya kehidupan yang ia nodai sendiri dengan kekerasan dan keegoisan. Tapi, jika Mama nggak pernah ada, ia pun juga nggak akan pernah mencicipi kehidupan yang sedikitnya pernah bahagia –walau sesaat,  kemudian ia kembali menjadi penyendiri.

Sekarang, hanyalah bagaimana melanjutkan semua ini sampai akhir dalam kesendirian dan… bertahan.

Walaupun nggak akan bisa mengejar Lamborghini itu, Erris tetap memacu kecepatan mobilnya. Ia sudah sangat akrab dengan kecepatan seperti ini. Kecepatan membuatnya hanya berpikir satu hal saja, sama seperti main kartu –selamat dan menang. Bagaimana untuk menyingkirkan semua rasa kecewa, patah hati dan sakit. Karena, ketika ia mengemudi dengan santai atau melamun, rasa itu akan kembali, membuatnya teringat pada semua hal yang ingin ia lupakan.

Hanya saja, Erris nggak selalu berhasil memusatkan perhatian. Ada kalanya, ketika ia merasa begitu tolol, akhirnya ia menyerah. Siapa yang bisa melupakan kenangan selama delapan tahun begitu saja?

Erris pun berhenti di satu tempat. Sebuah gedung tinggi yang terabaikan di salah satu pinggiran Jakarta yang sebentar lagi akan menyambut pagi. Ia berdiri di sana, menatap langit kemerahan, menunggu raja siang naik ke singgasananya. Terkadang, mengenang itu menjadi obat mujarab saat kita merasa rindu akan sesuatu. Ya, Erris rindu akan masa-masa remajanya yang ia habiskan di sini bersama sobatnya.

Mereka menunggu mata hari terbit dengan rasa mengantuk karena begadang semalaman. Entah itu pulang dari menonton balapan liar di jalan atau minum di klub sampai mabuk. Sekarang, mereka tak akan kembali ke sini dalam keadaan utuh. Saat Rory bukan lagi perusuh yang mengendarai motor bersuara nyaring, saat Laras dan Damar bukan lagi sepasang kekasih yang suka bertengkar, mereka adalah seseorang yang baru. Hanya Erris saja yang tetap menjadi penyendiri, suka memendam, dan bersisi gelap, serta mencintai seorang gadis yang sudah pergi dari hidupnya –Rukia, sampai detik ini.

Semua boleh mengatainya bodoh. Harusnya, Erris mengejar gadis yang dipanggil Uki itu untuk kembali ke sisinya. Tapi, baginya yang bodoh adalah menerima gadis itu lagi setelah semua yang dia lakukan. Lelaki harus mempertahankan harga dirinya, itulah yang dia tahu sejak tahu perasaannya dipermainkan –oleh seorang gadis yang menurut orang-orang nggak cocok untuknya. Ia harusnya menjalin hubungan dengan seorang perempuan yang cantik dan berjalan dengan serasi di sampingnya. Bukan cewek kerdil seperti Uki yang tololnya tersebar ke mana-mana dan jadi bahan ejekan di sekolah, di-bully dan dihina sepanjang jalan hanya karena tubuhnya yang kecil dan berkulit gelap. Mungkin jika mereka berdiri berdampingan, akan terlihat seperti angka satu setengah karena Erris tingginya hampir 180 cm, seperti siang dan malam karena Erris terlalu putih dan bersinar.

Tapi, semua akan tercengang apabila mendengarnya menyanyi. Awalnya, itulah yang membuat Erris memalingkan wajahnya dari kerumunan gadis-gadis yang memujanya. Awalnya, ia hanya suka mendengar suaranya, lalu tanpa disadari ia jatuh cinta padanya. Erris masih ingat saat pertama kali, ia menemukan Uki…

Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments