[Hal.38] [Ch.7] LOVE AT THE FUTURE PAST - Baca Online Novel Dewasa Romantis

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar
Gue tau Gladys marah karena gue ngilang. Kalau diingat-ingat, setiap gue ke sana gue pasti ke mana-mana sampai dia  nyariin. Mungkin juga tadi gara-gara cewek-cewek yang minta foto bareng. Mungkin Gladys cemburu, pikir gue senyum-senyum sendiri di perjalanan kita ninggalin sekolahnya Nela. Gue lirik ke samping, tampang cewek gue masih cemberut kayak baju belum disetrika. Kayaknya gue harus bilang sesuatu supaya dia berhenti marah.

Perlahan, gue raih tangannya. “Kenapa sih?” tanya gue lembut, sambil ngelus punggung tangannya dan tetap merhatiin jalan. “Jangan kesel mulu dong,”

“Kamu tuh aneh tau nggak?” celetuk dia, menepiskan tangan gue dan gue agak terkejut. Ternyata marahnya belum hilang. Dia melirik gue, dengan dahi berkerut, danada banyak pertanyaan di setiap kerutannya itu. Gue mulai bingung. “Apa salahnya kamu nungguin aku sebentar?Aku sama Starla juga nggak lama kok,”

Gue tersenyum, berusaha ngebujuk dia. “Sorry, aku nggak ada maksud ninggalin kamu di situ,”  ujar gue. “Aku cuma nggak nyaman, dikerubungin sama cewek-cewek itu,”

“Cewek-cewek?” Gladys mengernyit, kelihatan nggak percaya banget. “Cewek-cewek yang mana?”

Gue terdiam. Ya ampun! Jangan-jangan itu halusinasi gue juga?

Gladys masih menunggu jawaban dengan tatapan dan wajahnya yang cemberut. “Cewek-cewek apa sih? Kamu tuh nggak punya alasan lain yang masuk akal?!” teriak dia dan gue makin bingung.

Gue nggak berani menoleh ke samping dan mulai gelisah.

“Mentang-mentang keren gitu kamu ngerasa dikerubungin mereka? Nggak lucu, Fer,”  dia masih mencecar gue dengan amarahnya. “Aku nggak ngelihat kamu dikerubutin cewek-cewek. Yang aku lihat, kamu berdiri di sana nggak lama, terus lari kayak dikejar setan! Sendiri!”

“Apa?!” gue malah menatap dia heran dan seketika jadi nggak tenang. Sisa kenormalan gue pun berusaha mengendalikan diri gue untuk menepi, karena takut nabrak di tengah jalan.

Mobil berhenti mendadak di pinggir. Kita sama-sama kaget dan kepental ke depan. Tapi, wajah Gladys kelihatan tambah sebel. Beberapa saat dia diam, gue juga ikut diam dan mikir keras. Jadinya, karena terlalu bingung, gue nggak bisa jelasin apa-apa lagi. Positif sudah kalau dia pikir gue sinting…

Gue mulai pasrah, dan nggak berani sedikitpun buat ngomong. Sampai gue dengar suara dia membuka pintu dan ngelihat dia mau turun. Telat sadar, Gladys udah di luar.

“Gladys?!” gue nyusul keluar, dengan panik. “Dengerin dulu!”

Gladys melangkah buru-buru menjauh dari mobil gue. Dia nggak menoleh sedikit pun walau gue udah memanggil-manggil dengan putus asa, segitu marahnya sampai dia bikin gue kayak orang bego di pinggir jalan. Sebenarnya gue benci sama diri gue yang malah kelihatan seperti pengemis cinta, gue nggak pernah ngejar cewek sampai tertatih kayak gini! Tapi, di sisi lain gue sadar, sekalipun bayangan ituterus gangguin gue, yang ada di hati gue saat ini hanya cewek ini. Cewek yang sekarang mengira kalau gue stress!

“Kalau aku salah, aku minta maaf,”  kata gue, sungguh-sungguh, supaya dia noleh walaupun Cuma sedikit. Paling nggak bikin gue lega.

Gladys memang berhenti, tapi nggak juga menoleh sampai gue harus memotong jalannya hanya supaya bisa ngelihat wajahnya. Dia terdiam, lalu tertunduk, kelihatan nahan amarahnya sendiri. “Aku mau tenang dulu, oke? Mungkin besok kita bisa ketemu,”  kata dia datar, sambil ngelewatin gue. Lalu sebuah taksi berhenti begitu dia melambaikan tangannya ke jalan.

Sial!

ooOoo

Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments