[Hal.3] A CARELESS BOY'S CAREFUL GIRLFRIEND - Baca Cerpen Romantis Online

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar
Aku duduk di tempatku. Memandang kaki kananku yang lemah dan kaku, dibalut gips. Lalu Mama datang membawakan segelas susu kalsium rasa coklat supaya aku bisa minum obat.


Kejadian bulan lalu masih terbayang jelas di kepalaku. Sebelum aku sadar kaki kananku mati rasa dan aku nggak bisa bangkit sehabis terseret beberapa meter di atas aspal jalan yang kasar. Kaki kananku berputar ke dalam dan menakutkan.


Aku menjerit kesakitan.


Luka-luka lecetku sudah mengering dan aku baru saja menjalani operasi pemasangan pen. Sakit. Ngilu. Sangat buruk.


Tiba-tiba air mataku menetes. Apa aku sedang dihukum? Di saat yang paling aku inginkan aku ingin ditemani seseorang, aku hanya berharap bisa sembuh. Kembali berjalan ke kampus dengan kedua kakiku.


Aku menghabiskan hari-hariku dengan menangis, berharap semua ini hanya mimpi. Tapi, ketika aku terbangun, aku masih ada di kamar rumah sakit dengan bau obat menyengat hingga aku kehilangan nafsu makanku. Aku nggak pernah seburuk ini dalam hidupku.


"Hemy...", aku melihat Wanda datang dengan buket bunga kuning dan dengan ragu-ragu mendekat ke arahku.


Aku hanya menatapnya nanar. Mengisyaratkan padanya, lihatlah aku sekarang. Aku merasa nggak berguna. Dengan kaki yang patah dan sekujur tubuh yang terasa remuk.


Dia menyerahkan bunga itu padaku dengan luka yang tersirat di wajahnya yang merah. Wajahnya itu selalu mengingatkanku bahwa dia adalah sahabat terbaik yang pernah aku miliki. Dulu.


Aku mengambil bunga itu untuk membantingnya ke lantai. Kelopaknya berserakan dengan menyedihkan. Setelah itu aku tidak ingin lagi melihat wajahnya yang menunjukan penyesalan. Itu sangat menyakitiku. Jadi aku pejamkan mataku. Tanpa bicara.


"Maafin aku, My...", ucapnya meraih tanganku dan aku menepiskannya dengan kasar.


Aku membuka mataku, begitu kilasan di toko fashion waktu itu kembali terbayang dengan menyakitkan. Sam memberikan Wanda sesuatu yang juga ingin aku miliki. Sebelum itu juga, semua yang aku inginkan dari Sam, Wanda-lah yang mendapatkannya.


"Pergi...", kataku pelan dan gemetar.


Wanda sahabatku. Sejak SMP, SMA, dan kuliah di universitas yang sama. Kami hampir nggak pernah menyembunyikan apapun. Sampai, aku mengenalkan Sam sebagai pacarku. Lalu dia mengambilnya begitu saja seperti pencuri.


Sekarang aku tahu apa yang salah dengan diriku. Aku nggak bisa mempercayai orang lain sejak itu. Satu kali ketika aku mempercayai seseorang, aku dikhianati. Sekarang, aku harus menerima stigma playgirl dari orang lain saat berusaha menyembuhkan lukaku sendiri dengan cara yang keliru.


Aku nggak pernah merasakan cinta. Apa yang pernah diberikan Sam, palsu semua. Aku membayangkan bagaimana bahagianya kami dulu. Tapi, aku satu-satunya yang kalah dan pulang.


Ketika Sam datang, aku sama sekali nggak mau bicara. Semoga mereka puas setelah melihatku.


---


Seorang perawat masuk membawa nampan berisi makanan dan aku menanyakan di mana ibuku. Jadi dia memberikan satu catatan yang ditinggalkan Mama untukku. Menjelaskan bahwa dia harus bekerja dan lembur. Artinya aku harus pintar-pintar untuk bersabar. Dan satu-satunya hal yang paling masuk akal untuk dilakukan adalah menangis.


Mengingat semuanya kembali. Saat ketemu di kampus pertama kali dan Sam adalah seniorku. Setelah  lulus Sam mulai kerja dan sibuk. Dia nggak lagi memperhatikanku. Tapi, aku punya Wanda yang membuatku bersabar dengan Sam. Hingga kebusukan mereka terbongkar tanpa sengaja saat aku dengan iseng memeriksa hp milik Wanda.


Aku mengalami krisis kepercayaan sejak kecil. Sejak orang tuaku bercerai dan sebelum itu mereka selalu bertengkar di depanku. Wanda membantuku mengatasinya lalu Sam hadir. Dan dengan mudahnya juga mereka menghancurkan aku di kemudian hari. Semua orang yang katanya menyayangiku menjadi satu-satunya yang menyakitiku.

Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments