๐ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐ฅณ
A Careless Boy-s Careful Girlfriend
Aku nggak tahu apa yang salah dengan diriku. Aku nggak tahu apa yang disebut dengan CINTA. Aku nggak mengerti sekalipun beberapa orang coba untuk ngajarin apa yang disebut setia. Aku nggak bisa mencintai siapapun termasuk diri aku sendiri. Yang ada di dalam hatiku hanyalah AMARAH. "Kita putus", Ray mengatakannya dengan raut pahit dan kecewa, "Aku nggak bisa jalan bareng kamu lagi, My"
"Oh, ya udah", balasku datar menatapnya dengan cara yang sama.
Lalu dia pergi dengan wajah terluka seakan akulah yang mengakhirinya. Tapi, untuk apa beragumen dengannya sementara hubungan kita nggak bisa dilanjutin lagi? Menurutku cuma buang-buang suara, tenaga bahkan air mata. Itu sama sekali nggak ada gunanya. Aku nggak akan merasa terluka apalagi menangis. Ini yang keempat kalinya dalam setahun ini.
Aku melangkah lagi, menatap sekitarku. Teman-teman yang sibuk dengan mata kuliah dan tugas-tugas seperti mimpi buruk. Sampai aku menemukan Wanda di antara mereka, dan cewek berambut panjang dan lurus itu menghampiriku.
"Hemy!", panggilnya melambai ke arahku sebelum mendekat.
Aku segera berbalik. Betapa aku nggak ingin melihatnya lagi. Aku pura-pura nggak dengar, pura-pura ada sesuatu yang ketinggalan di kelas dan aku harus balik untuk mengambilnya. Ketika suaranya yang mengikutiku nggak terdengar lagi, aku baru merasa lega.
Aku masuk ke kelas yang harusnya udah kosong dan baru akan diisi setengah jam lagi oleh anak kelas lain. Tapi, aku menemukan seseorang yang lagi enak-enakan tidur di atas meja. Seolah-olah itu adalah matras empuk dan aku dengan sedikit jahil menendang meja sehingga ia terkejut.
Berikutnya aku melihat cowok itu jatuh menimpa lantai dan menjerit kesakitan sementara aku ketawa. Aku telah sengaja mengganggu tidur siangnya.
"Aah!", keluhnya kesal ketika melihatku berdiri tidak jauh darinya masih tertawa sambil memeluk buku pelajaranku.
Dia Gion, yang nggak terlalu aku kenal tapi terlalu sering ketemu di kelas sejarah. Aku mengenalnya sejak pertama dia masuk ke kampus ini, di mana dia adalah yunior dan aku senior. Tapi, kami nggak pernah lebih akrab dari sekedar menyapa dan sekarang aku sering duduk di sampingnya selama satu setengah jam hanya untuk mendengarkan dosen.
๐ Pages
- ...

Komentar
0 comments