[Hal.19] [Ch.3] LOVE AT THE FUTURE PAST - Baca Online Novel Dewasa Romantis

🌜 Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia 🌛 Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari🥳

Info Gambar

Beberapa kali Gladys negur gue di mobil karena gue sering diam. Sebenarnya nggak sengaja juga, habis dia kelihatan seru banget ngobrol sama Starla soal kostum dan segala hal yang berhubungan sama pensi-nya. Dan gue nggak bisa ikutan karena pasti nggak bakal nyambung. Jadinya, gue mikirin hal-hal aneh yang sempat gue alamin di sekolah itu. Tapi, semakin gue pikirin semakin banyak pertanyaan yang muncul di kepala gue. Sampai-sampai gue merinding sendiri, apa gue udah sinting?

“Fer?” Gladys negur gue lagi.

Gue sadar, gue nggak ngikutin obrolan mereka dari tadi. Bahkan saat kita udah nongkrong di café di mana Starla bisa makan es krim kesukaannya dia. “Ya?” gue nyahut sambil tersenyum.

“Lo nggak sehat ya?” tanya dia mulai perhatian. “Atau lo bete?”

“Ah, enggak kok…,” kata gue, mudah-mudahan dia nggak tersinggung karena ngerasa gue nggak nyaman ada adeknya di antara kita. Itu bisa bikin berabe. Bisa-bisa dia nggak mau jalan bareng gue lagi.

Gue nggak lihat Starla duduk di sebelahnya dan ternyata ABG itu lagi ke toilet.

“Sorry, tapi besok-besok gue nggak ngajakin Starla lagi kok,”  kata dia, kedengaran seperti rayuan yang bikin gue seketika sumringah.

Gue nggak lagi mikirin penampakan-penampakan itu saat mandangin senyuman Gladys. Cukup buat hari ini, gue rasa. Keluar dari café, gue langsung ngantar mereka pulang. Gue nggak kecewa-kecewa amat nggak bisa dapat kesempatan berdua sama dia. Tapi, yang jelas, Gladys ngasih tanda-tanda kalau ini bukan pertemuan terakhir.

“Makasih ya, Kak Ferre,”  ucap Starla ke gue sambil turun dari mobil dan dia langsung ngeloyor masuk ke rumahnya.

“Ya…,” sahut gue dan Gladys masih di samping gue ngelepasin seatbelt-nya.

“Thanks ya, buat hari ini,”  ucap dia mandangin gue seneng.

Akhirnya, dia nggak jutek lagi.

Gue ngangguk, sambil tersenyum puas.

Gladys siap-siap mau turun tapi entah kenapa kayaknya ragu akan sesuatu. Kayaknya ada yang mau diomongin, tapi dia diam aja dan bikin gue jadi bertanya-tanya. Cewek ini memang nggak bisa ditebak, tapi itulah yang bikin dia menarik di mata gue.

“Sampai ketemu lagi…,” kata dia pelan dan tiba-tiba nyium pipi gue.

Gue sempat membatu beberapa saat dan suara pintu mobil yang ketutup nyadarin gue kalau dia udah turun. Sekarang, dia melambai di luar dan nungguin sampai gue pergi. Kalau nggak lagi di dalam mobil, udah pasti gue ngelompat kegirangan nggak jelas. Tapi, daripada nggak dilepasin sama sekali, akhirnya gue cuma teriak-teriak sendiri di dalam mobil dalam perjalanan pulang. “Yes!”. Kalau Erick sampai lihat gue senyum-senyum nggak karuan besok pagi, juga nggak apa-apa dia bilang gue kerasukan. Yang penting gue senang!

ooOoo

Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments