๐ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐ฅณ
Gue mulai menyusun rencana dan parahnya itu bikin gue sampai nggak bisa tidur. Gue nggak ngerti kenapa otak dan pikiran gue terus-terusan mencari jalan gimana supaya bisa ketemu dia. Anehnya, perasaan ini beda dari yang sudah-sudah. Sebelum ini, seingat gue, gue hanya menginginkan seorang cewek cuma buat pelepas tanya kenapa cowok sekeren gue nggak punya pacar dan hal-hal lain sebagainya yang bersifat biologis. Gladys bener sih, cowok kayak gue nggak punya cewek, jadi menimbulkan kesan kalau gue homo.
Tanpa terasa, pagi udah menyambut dan senyum Mama di meja makan, bikin gue lumayan rileks. Seperti biasa, gue sarapan nasi goreng dan telur mata sapi bikinan Bi Irah pembantu kami sebelum gue berangkat dengan alasan kuliah. Gue emang ke kampus sih, tapi nggak semua mata kuliah yang gue ambil hari ini. Gue lebih banyak ngabisin waktu bareng temen-temen gue dan sekarang gue juga udah punya kesibukan baru.
“Yang namanya Gladys di Facebook banyak kali,” Bagas kedengaran protes saat gue dan Tora, sibuk merazia satu persatu user Facebook dengan nama Gladys Ananta. “Emang Tari nggak mau kasih nomor HP tuh cewek?”
“Cewek yang satu ini punya banyak pantangan,” kata gue menoleh sekali sebelum fokus lagi ke layar laptop dan menelisik satu per satu cewek-cewek bernama Gladys itu. Sebenarnya ini agak ngerepotin. Tapi, kemarin si Tari bersikeras nggak mau ngasih nomor HP-nya Gladys dengan alasan demi kebaikan gue sendiri. Percaya nggak percaya, malah gue disaranin nyari Gladys di Facebook karena itu lebih masuk akal daripada gue minta nomor HP-nya. Katanya sih, dunia nyata sebagian besar udah pindah ke dunia maya, lebih gampang nyari orang di dunia maya daripada di dunia nyata.
Yap, boleh deh. Tari betul soal itu. Dari sekian puluh nama yang muncul di pencarian akhirnya ketemu juga. Gue lihat foto profilnya Gladys yang lagi berdua sama Tari. Ajaibnya dua hari kemudian kita langsung ketemuan setelah gue kirim pertemanan dan pesan.
***
Komentar
0 comments