๐ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐ฅณ
Mengejar Putri
Ferre
Apa yang biasa lo lihat ketika bangun pagi, pertama kali lo membuka mata? Buat gue seharusnya dulu, itu cuma langit-langit kamar yang akrab banget dengan penglihatan gue sejak kecil. Tapi, sejak sebuah kejadian, gue mulai melihat hal yang aneh. Lo nggak usah bayangin, itu adalah hantu atau makhluk astral sejenisnya yang tiba-tiba nangkring dengan wajah nyeremin di atas gue. Secara, sewaktu gue ngelihat sosok itu gue nggak sampai ngejerit dan lompat dari tempat tidur. Gue malahan terpana, karena itu seorang cewek. Ya, cewek.
Tapi, hanya sesaat, sosok itu menghilang seolah itu hanya udara yang berwujud seorang cewek cantik. Gue sendiri juga nggak ngerti, kalau itu udara harusnya nggak berwujud. Karena udara bukan sesuatu yang bisa dilihat. Gue mulai mengambil kesimpulan kalau itu cuma mimpi atau…sisa-sisa mimpi yang gue alamin semalam yang nggak bisa gue ingat lagi. Tapi, nggak masuk akal kan jika mimpi itu selalu sama? Dan…bahkan terasa terlalu nyata untuk ukuran sebuah mimpi.
“Hayo, pagi-pagi udah bengong,” Erick dengan tawa jenakanya tiba-tiba udah nongol di belakang gue. “Kenape lu, Fer?”
Gue cuma mendengus sambil mengunyah roti lapis buatan Mama yang baru aja gue gigit dan abang gue, si Erick malah bikin gue mau muncrat.
“Tampang lo udah nggak enak dilihat pagi-pagi,” komentar dia sambil duduk tepat berhadapan sama gue dengan ekspresi yang kepo. “Lo habis diputusin cewek?”
“Kamu nih…,” tegur Mama yang juga ikutan duduk di samping gue sambil geleng-geleng kepala mandangin Erick yang cuma nyengir.
Ini adalah keluarga gue. Di mana cuma ada Mama, Erick –kakak gue yang usianya dua puluh enam tahun dan gue –Ferre, yang masih kuliah semester empat di salah satu fakultas psikologi sebuah universitas swasta di Jakarta. Nggak ada yang istimewa di pagi-pagi yang kita lewati di sini. Cuma bercanda, ketawa terus ngejalanin agenda masing-masing. Mama seorang pekerja kantoran yang super sibuk dan sering pulang tengah malam. Yah, lo pasti bertanya-tanya soal bokap gue. Dengan sedih, gue harus bilang kalau beliau udah meninggal dua tahun lalu karena sakit, sehingga sekarang Mama harus menggantikan dia agar gue sama Erick bisa melanjutkan hidup. Erick sih berhasil, karena sekarang dia udah kerja di sebuah perusahaan multinasional dan punya tunangan yang cakep, sedangkan gue…yah…gue begini.
***
Komentar
0 comments