[Hal.7] [Ch.2] LOVE AT THE FUTURE PAST - Baca Novel Romantis Dewasa

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar

Tapi, siklus harian dalam masa SMA-ku yang berharga yang paling nggak aku sukai adalah latihan drama itu. Setiap setelah kelas selesai, semua pemain harus mengepel tempat latihan dan merapikan semua propertiyang kami gunakan. Aku selalu menyelesaikan dengan cepat supaya nggak terlambat kerja sambilan, tapi setiap Monalisa menghampiri, aku pasti kena sial.

“Hai, Princess…,” itu sapaan…bukan ejekan untukku khusus darinya dan biasanya dia selalu menyeringai melihatku mengepel. Dan selama ini dia nggak pernah melakukannya.

“Hai, Coppelia,”  balasku, dengan senyum lebar, seolah aku nggak tersinggung sama panggilan itu.

Dia terkesiap saat aku berdiri bertolak pinggang, siap dengan segala hal mengesalkan yang selalu dia katakan untuk menggangguku. Musuh yang benar-benar seimbang.

“Ada yang bisa gue bantu?” tanyaku, menatapnya serius dan lagi-lagi tatapannya berubah bengis.

Aku nggak sadar kalau tangannya sedang menggenggam sebuah botol mineral yang isinya kemudian ia tumpahkan di lantai yang baru selesai dipel.

“Beresin tuh,”  kata dia, seenaknya pergi dengan senyum mengejek.

Sialan…, dia membuatku benar-benar naik darah. Dia pikir aku mau?, pikirku sambil melemparkan sapu pel itu tepat di belakangnya.

“Beresin aja sendiri,”  kataku sambil berbalik pergi dan ngedumel dalam hati, gue nggak sebego itu juga! Lagian dia pikir gue takut? Aku sama sekali nggak tahu kalau tangkai pel itu mengenai punggung indahnya –yah, kalaupun kena aku kan nggak sengaja.

“Ellody!” dia tiba-tiba menjerit dengan wajah memerah yang benar-benar marah, barusan ia meringis karena sakit dan aku masih berusaha untuk tenang karena sepertinya dia bakal menjerit supaya semua tahu bahwa aku melukai tubuhnya.

Melukai?, aku mulai khawatir kalau Bu Mita lihat, bisa-bisa aku dikeluarkan dari klub kesenian.Monalisa kan Drama Queen...

Tapi yang datang itu malah pasangan mainnya Coppelius, alias Harris –kakak kelas yang good looking. “Apa sih ribut-ribut?” dia sama gerahnya dengan aku ketika mendengar Coppelia menjerit. Dan yang pasti, aku adalah pusat dari amarah yang terjadi siang ini. “Kamu ngapain lagi sih?!”

Dua pemeran utama menyalahkan aku dan aku cuma menarik nafas lelah. Aku nggak peduli.

“Kamu tuh nggak senang ya kalau nggak bikin masalah?!” dia juga ikut-ikutan teriak. Lengkap sudah.

Kalau semua orang pikir aku bakal diam saat ‘dikeroyok’, itu salah. “Siapa yang bikin masalah?” balasku lalu menunjuk genangan air di lantai dan botol mineral yang masih dipegang Monalisa. “Dia numpahin air sembarangan. Nggak mungkin dong aku yang disuruh ngepel,”

Harris hanya mengernyit, kurasa dia sadar kalau yang cari masalah itu bukan aku tapi sang Coppelia. Sedangkan Monalisa pura-pura cuek seolah genangan air itu nggak berasal dari botol mineral dalam genggamannya. “Duh!” keluh dia. “Gue tuh nggak ngerti ya kenapa kalian tuh ribut terus! Kalau gini gue nggak betah, tau?!”

Apa urusannya sama gue?, aku ngedumel lagi, sambil memandangi Monalisa dengan merengut. Tapi, nggak nyangka, Harris kelihatan segitu kesalnya. Mungkin, karena ini bukan pertama kalinya dia melerai pertengkaran antara aku dan Monalisa. Sambil mencak-mencak dia pergi dan besoknya nggak pernah kembali lagi untuk latihan drama.

***

Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments