[Hal.9] [Ch.2] LOVE AT THE FUTURE PAST - Baca Novel Romantis Dewasa

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar

“Sabar…,” ujar Andin sambil memijit-mijit bahuku yang kelelahan setelah menggeledah seisi sekolah. Semua nama telah dicoret dalam daftar. Nggak ada satupun pilihan yang bagus saat ini selain memohon sama Bu Mita supaya hukuman ini nggak diterusin. Tapi, yang jadi beban, karena pemeran Coppelius nggak ada, latihan terpaksa ditunda sampai dapat penggantinya.

Semuanya jadi sama saja dan aku nggak tahan lagi. Istirahat siang selesai, pelajaran dilanjutkan. Guru Bahasa Indonesia, Pak Kusmadji masuk membawa tumpukan buku latihan yang dikumpul kemarin dan aku sama sekali nggak bersemangat. Aku ngantuk dan curi-curi kesempatan untuk sekedar merebahkan kepala di atas meja.

Samar-samar aku melihat seseorang dengan mataku yang lelah dan menyadari sesuatu. Rexi Adam Prawira–seorang teman sekelas yang duduk di sebelah kananku, cowok berkaca mata yang terkenal pendiam itu tengah melepas kaca mata yang selama ini bikin dia jadi kelihatan cupu. Aku baru ingat kalau dia udah sering nolak cewek yang suka sama dia.

“Ellody!” suara Pak Kusmadji yang khas membuatku seketika terbangun dan sadar ternyata aku ketiduran. Oh my…

Semua orang di kelas tertawa, kecuali satu orang, Rexi yang kelihatan nggak peduli apapun yang terjadi di sekitarnya. Kok aku nggak sadar, kalau ternyata dia bisa dimasukan ke daftarku –daftar terakhir. Dan gimana pun dia harus jadi Coppelius!

“Sinting aja dipelihara!” itu yang dikatakan Andin ketika aku berpikir untuk melakukan pendekatan sama teman sekelas kami itu. “Emang Rexi bakal mau?”

“Harus mau,”  kataku sambil memikirkan cara pendekatan yang ampuh dengan pengalaman terdahulu. “Dia cowok keren terakhir di sekolah yang harus bisa gue dapetin,”

“Gue yakin dia nggak mau,”  Genta sependapat sama Andin.

“Ah, lo berdua parah! Mau bikin gue patah semangat?” aku mulai sebal.

“Ya, bukannya gitu, El…,” ujar Andin. “Ya, lho tahu sendiri si Rexi orangnya kayak gimana? Dia tuh pendiam dan susah dideketin. Lo mau pendekatan sama dia pakai cara apa?”

“Makanya lo berdua diem deh, biar gue bisa mikir,”  cetusku. “Sekali ini gue harus berhasil. Kalau nggak semua orang bakal nyalahin gue. Ini soal hidup dan mati gue di sekolah ini, tau nggak sih?”

Sejak pertama kali sekelas, aku dan Rexi memang nggak pernah bicara kayak teman sekelas seharusnya. Sebenarnya, aku paling pantang dengan tipe yang seperti ini –anak kaya yang nggak mau bersosialisasi.  Makanya, aku nggak akrab sama Rexi dan beberapa kali aku pernah ditegur karena berisik. Tapi, apa boleh buat. Aku sudah membuat skema di kepalaku supaya pendekatannya berhasil.

***

Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments