[Hal.12] [Ch.2] LOVE AT THE FUTURE PAST - Baca Novel Romantis Dewasa

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar

Rexi membawaku pergi dari kerumunan itu, menyeretku keluar tanpa mengatakan sesuatu lagi. Tapi, begitu kami berada di halaman depan sekolah, ia tampak nggak bisa lagi menahan kekesalannya yang entah pada siapa –padaku atau pada cewek-cewek itu.

“Kenapa sih kamu harus mati-matian demi drama yang bikin kamu jadi kayak pecundang?!” ternyata Rexi marah padaku. “Kalau apa yang terjadi itu memang bukan salah kamu!”

“Gimana pun juga pentasnya harus tetap jalan!” kataku, hampir putus asa, karena sekarang bertambah satu lagi orang yang menyudutkanku dan itu Rexi –orang yang aku pikir akan menyelamatkanku. “Ini acara tahunan! Apa kedengaran keren kalau pentas tahun ini gagal cuma gara-gara aku?!”

“Aku bener-bener nggak ngerti deh…,” Rexi geleng-geleng kepala.

Aku mengernyit. “Kamu emang nggak ngerti. Aneh juga kalau kamu ngerti,”  balasku, lalu menarik nafas panjang untuk selanjutnya pergi karena tubuhku menggigil. “Aku mau pulang….”

“Aku antar kamu pulang…,” kata Rexi tiba-tiba. “Kamu mau dipelototin orang sepanjang jalan pakai baju basah tembus pandang?”

Aku kaget. Diantar pulang sama Rexi? Aku nggak tahu hari ini entah aku sial lagi atau terlalu beruntung. Atau…inikah yang disebut sengsara membawa nikmat. Tapi, aku gamang melihat sebuah sedan keluaran Eropa berwarna hitam mentereng di depan gerbang sekolah sudah menunggu dan Rexi mengajakku naik bersamanya.

Aku menggeleng. “Nggak deh…,” dan ekspresiku pasti kelihatan konyol.

“Vdah deh, ayo.” ajaknya sedikit memaksa dan aku mundur beberapa langkah sambil menggeleng lagi.

“Aku nggak apa-apa pulang sendiri,”  kataku tersenyum, tapi jadi makin aneh karena suaraku gemetaran. Gila, aku makin menggigil lihat mobilnya Rexi plus supir pribadinya yang rapi sekali. Aku memeluk diriku dan dengan ragu-ragu menjauh darinya.

Lagi-lagi dia menarikku, dan terpaksa aku naik ke mobil itu. Terus terang –agak sedikit malu, ini pertama kalinya aku naik mobil mewah (Audi pula). Aku baru tahu kalau Rexi super kaya.

“Apa sih pentingnya pentas drama itu?” tanya Rexi memulai pembicaraan setelah aku nggak bicara sedikitpun karena canggung. Berusaha tenang dan menahan dingin karena AC-nya malah bikin tambah menggigil tapi terlalu segan untuk bilang supaya dikecilin sedikit.

Pangkal hidungku dingin dan mungkin memerah. “Itu penting…,” kataku pelan. “Aku selalu ingin ikut pentas itu sejak pertama masuk walaupun aku nggak dapat peran penting….”

“Iya, kenapa itu penting setelah kejadiannya begini?” tanya Rexi dan dia membuatku heran, kenapa dia juga peduli setelah sebelumnya dia menolak mentah-mentah permintaanku?

Aku mendengus. “Kamu nggak bakal ngerti…,” jawabku singkat dan berhenti bicara, sampai tiba di depan gang dekat rumah, aku turun hanya dengan bilang terima kasih banyak.

Sekilas dalam pandangan saat aku menoleh ke belakang –sebelum mobil mewahnya melaju begitu kacanya dinaikan dan menyembunyikan Rexi, aku merasa dia sudah kembali menjadi dia yang biasanya. Pendiam dan angkuh. Aku jadi mempertanyakan kenapa dia tiba-tiba jadi peduli dan lebih aneh lagi ngapain juga dia ada di aula saat aku sedang menerima sangsi sosial-ku?

ooOoo

Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments