[Hal.10] [Ch.2] LOVE AT THE FUTURE PAST - Baca Novel Romantis Dewasa

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar

“Hai, Rexi…,” awalnya aku begitu yakin, sengaja menghampiri dia yang duduk di kelas sendirian di jam istirahat siang. Seperti biasa, cowok tinggi berambut hitam legam dengan potongan yang rapi itu sering terlihat membaca buku. Duduk dengan tenang, seperti seorang direktur perusahaan beromset milyaran. “Gue Ellody..”


Dia sama sekali nggak mengalihkan pandangannya dari lembaran yang dia baca, untuk sekedar menghargai kehadiranku. “Aku tahu kamu siapa,”  kata dia cepat, dan…ketus.

Bah, nyebelin!, aku nyaris menyerah karena dibandingkan cowok-cowok lain yang pernah aku dekati, yang satu ini bertingkah paling ekstrim.

“Kamu mau apa?” tanya dia, nggak ada keramahan sama sekali di nada suaranya yang dalam. Orang ini membuat aku kebingungan. Kalau sikapnya sudah begitu, gimana aku bisa jelasin dari awal masalah yang sedang aku alami?.”Kamu nggak lagi mikir gimana caranya aku nyelesaiin masalah yang udah kamu buat di klub kesenian kan?” tebak dia, cepat, seperti anak panah yang langsung melesat ke jantungku. Akhirnya dia menoleh, memperlihatkan seraut memikat yang sempat terabaikan olehku.

Aku terdiam, menatapnya tanpa bisa memikirkan satu alasan. Ini pertama kalinya aku berhadapan dengan orang yang bikin jantungku deg-degan. Nada suara yang ketus, ekspresi dingin dan sikap yang menunjukan bahwa ia nggak ingin disentuh siapapun; serta reputasi sebagai seorang heart breaker dan entah gimana dia luput dari perhatianku –sekarang dia menjadi pilihan terakhir yang gimana pun juga harus aku dapatkan.

“Aku sama sekali nggak pernah bikin masalah di klub drama,”  kataku padanya dengan yakin. “Orang-orang cuma nggak tau kejadian yang sebenarnya. Aku lagi sial aja kok,” 

“Yang sebenarnya?” Rexi terlihat sarkastis. Dia seolah menuduhku berbohong.

Harus aku akui, aku memang sedikit nakal tapi aku belum pernah berbohong soal apapun itu. “Aku udah minta tolong ke sana kemari, capek tau,”  kataku, setengah mengeluh agar ia nggak mengambang terlalu lama untuk mengungkit-ungkit kesalahanku. “Kita kan sekelas, kamu murid teladan pula, masa sih kamu nggak mau bantuin aku?”

Rexi berdiri dari bangkunya bersama buku yang ia genggam –entah buku apa itu. Dia menatapku dengan sinis dan baru sadar kalau dia mengingatkanku akan sosok Monalisa yang juga punya senyum mengerikan itu. Rexi = Monalisa versi cowok!

“Maaf ya, aku nggak minat,”  dia menegaskan. Lalu melewatiku begitu saja, seperti angin berbau lembut yang mungkin berasal dari wewangian yang melekat di tubuhnya.

Di sana, aku terdiam beberapa saat sampai dia menghilang. Nggak lama, Andin dan Genta yang dari tadi mengintip, menghampiriku. Mereka menemukan aku yang sedang syok dan mulai parno.

Kenapa kata-kata cowok itu sangat menusuk? Dia benar-benar bikin aku kesal setengah mati!

“El?!” jerit Andin cemas saat aku menendang meja yang ada di depanku.

***

Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments