[Hal.13] [[Ch. 5] WHO KILLED PARIS - Baca Cerbung Romantis Dewasa Online

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar
Walaupun keterangan Eloise sangat membantu dan jelas-jelas memberikan petunjuk akurat, mereka belum bisa memastikan Gary adalah pelakunya. Semuanya karena tempat itu; Green Lake. Gary tidak mengenal Patsy; ia hanya tahu gadis itu telah mempersulit dirinya dan merasa dendam. Dia tidak tahu bahwa Green Lake adalah tempat kenangan bagi Patsy. Namun, jika Gary pelakunya, apakah masuk akal ia membuang mayatnya di sana sebagai sebuah kebetulan semata?
Green Lake mendukung kecurigaan Daniel terhadap Winter dan Shelley, tapi sudah bisa dipastikan bahwa pasangan itu tak pernah lagi menemui Paris. Hanya saja, Daniel tidak percaya dengan asumsi, salah satu dari mereka mungkin saja menemui Paris di Santa Rosa. Polisi sudah menghubungi perusahaan perkebunan anggur yang merekrut Patsy untuk mengetahui apakah Patsy sempat masuk untuk bekerja dan mereka mengatakan bahwa gadis itu tidak pernah datang. Dia bahkan belum mengkonfirmasi akan masuk kerja. Mereka juga bahkan terkejut, gadis yang menjadi headline nasional itu ternyata akan bekerja di perusahaan mereka.
Kesimpulan baru adalah Patsy memang belum sempat ke Santa Rosa. Kemungkinan dia menemui seseorang atau ditemui seseorang di stasiun. Gary, si buronan masih terus dicari dan begitu ditemukan dia akan tetap ditanyai tentang Patsy.
Mereka kehabisan saksi untuk ditanyai meskipun Daniel, Winter, Shelley, dan Eloise masih akan terus diperiksa untuk pendalaman kasus.
***
Satu pertanyaan mengejutkan terlontar dari seorang penyidik untuk Eloise.
“Apakah Paris memiliki kekasih?”
Eloise tak pernah ingin membahas soal ini. Patsy tidak mempunyai kekasih, tapi dia mencintai seseorang, Chev. Sayangnya, keadaan tidak mendukung bagi Patsy untuk bisa bersama lelaki yang dicintainya.
Hanya saja hal ini belum bisa ia ceritakan kepada polisi. Tidak sebelum Gary, si pembunuh ditangkap. Eloise belum ingin membawa Chev dalam kasus ini walau sebenarnya ia adalah saksi terakhir yang keterangannya mungkin bisa memecahkan misteri ini.
“Tidak,” jawabnya. “Setahuku tidak ada.”
“Kira-kira dia punya teman yang lain selain Anda yang mengetahui masa lalunya?”
“Entah,” jawab Eloise. “Dia pasti punya banyak teman. Orang-orang jalanan dan sejenisnya mungkin. Aku tidak mengenal mereka.”
“Bagaimana dengan Chev? Apa mereka sempat bertemu lagi setelah kasus penculikan itu?” tanya penyidik itu lagi; kali ini cukup membuat berdebar.
Eloise memahami, itulah tugas polisi dalam investigasi. Mereka bahkan sampai menanyakan sesuatu yang tampak tidak ada hubungannya dengan kasus hanya untuk memperluas kronologi. Ternyata pemeriksaan makin merujuk pada kondisi yang paling ingin ia hindari saat ini.
Pertanyaan itu mulai seperti jebakan. Eloise tidak mungkin berbohong pada polisi bahwa Chev bekerja sebagai salah satu model di agensinya. Laki-laki itu bahkan sekarang terkenal karena wajahnya yang rupawan sudah terpapang pada baliho-baliho besar sebuah produk parfum terkenal buatan Prancis.
Eloise pikir dengan hanya membawa ‘kasus penculikan Chev’, polisi sudah sangat yakin bahwa pelakunya adalah Gary. Menurutnya, penculikan itu tidak besinergi dengan hubungan antara Patsy dan Chev sehingga polisi tidak akan mengkait-kaitkan Chev saat ini. Eloise kira polisi akan langsung mempercayai keterangannya soal Gary. Tapi, mereka seolah menginginkan lebih.
“Ms. Eloise?” tegur salah seorang penyidik saat Eloise tidak menjawab cukup lama.
“Ya, tentu saja,”
“Apa mereka juga berteman?”
“Aku tidak tahu apakah itu bisa disebut teman. Chev sangat berterima kasih padanya karena sudah menyelamatkannya, itu pasti. Yang jelas, Patsy dan Chev berbeda dunia. Maksudku, Chev seorang supermodel sekarang. Sebelum terkenal pun, dia sudah bersikap seperti seorang bintang yang arogan. Jadi mungkin dia dan Patsy bukan orang yang bisa berteman akrab,” jawab Eloise, berharap itu adalah jawaban yang paling aman untuk saat ini. “Aku juga tidak berhak tahu dengan siapa model-modelku berteman.”
“Lalu Patsy apa dia pernah bercerita soal Chev?”
“Hm...,” Eloise kembali berpikir.
Sejujurnya, Patsy memang tidak pernah bercerita tentang Chev. Dengan kondisi yang tidak memungkinkan itu. Patsy seperti hantu yang bisa muncul dan menghilang secara tiba-tiba di hadapannya.
“Siapa yang tidak akan mengagumi Chev?” jawab Eloise yakin. “Patsy pasti pernah bercerita tentang Chev lebih-lebih dia tidak menyangka bahwa akhirnya orang yang dia tolong menjadi begitu terkenal sekarang. Posternya ada di mana-mana.”
“Hanya itu?”
Eloise terkekeh. “Kurasa Patsy tidak berani bermimpi untuk bisa berkencan dengannya,” katanya lagi. “Reputasi Chev sebagai laki-laki yang sering berganti-ganti pacar sudah pasti membuat Patsy mundur teratur. Hanya sebatas itu dia membicarakan Chev denganku.”
Semoga itu terdengar sangat logis, pikir Eloise.
Kedua petugas hanya menatapnya; seolah telah kehabisan pertanyaan.
“Kami perlu mengumpulkan informasi lebih jauh tentang orang-orang yang berada di sekitar Paris sebelum kematiannya,” ujar penyidik itu pada akhirnya yang membuat Eloise mulai resah. “Mungkin kami juga perlu meminta keterangan dari Chev kalau benar Gary ada hubungannya dengan kematian Paris.”
Seharusnya dia tidak bercerita banyak tentang Chev. Tapi, itu tak bisa dihindari. Kasus penculikan Chev waktu itulah yang menghubungkan kematian Patsy dengan Gary. Siapa lagi pelaku yang masuk akal?
“Aku pikir Chev tidak ada hubungannya. Tidak saat ini, Petugas,” kata Eloise padanya. “Ini... seperti membuka luka lama karena penculikan itu masih meninggalkan trauma yang sangat dalam baginya. Walaupun ini memang berhubungan dengan dirinya, tapi tidak berarti Chev bisa memberikan keterangan yang cukup. Karena sudah jelas Gary yang melakukannya. Kenapa kita tidak menangkapnya saja untuk membuktikan yang aku katakan benar?”
“Bagaimana Anda begitu yakin, Ms. Eloise?”
“Dia adalah modelku. Bagi agensi dia adalah aset yang berharga. Aku tidak ingin pemanggilannya tiba-tiba menjadi headline. Itu akan merusak reputasi sekaligus membuat agensiku tercemar, petugas,” kata Eloise. “Aku rasa Anda harus mempertimbangkan untuk memanggilnya untuk sesuatu yang belum pasti.”
Eloise tidak mungkin memberitahu polisi bahwa Chev menderita bipolar; dia sudah mengalami gangguan itu sebelum diculik dan kejadian itu memperburuk kesehatan jiwanya.
Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

1 comments: