[Hal.11] [Ch. 5] WHO KILLED PARIS - Baca Cerbung Romantis Dewasa Online

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar
Rocky berjanji padanya bahwa pekerjaan itu tak sesulit kedengarannya. Hanya menculik. Tapi, tetap saja membuat Patsy berdebar selama perjalanan menuju bandara di mana mereka akan menjemput target.

Sebelumnya Flatts sudah menjelaskan siapa orang itu. Namanya Chev –salah seorang putra dari pengusaha kaya berdarah campuran Italia. Usianya sekitar dua puluh delapan, tinggal di Los Angeles dan baru saja melakukan perjalanan dari kampung halaman ibunya. Sesuai rencana, mereka akan menjemputnya di bandara. Flatts akan menyamar sebagai supir yang diutus oleh seseorang bernama Gary. Gary ini adalah teman baik dari Chev yang akan mengatur perjalanannya selama di kota ini. Mereka akan menyabotase rencana Gary dengan menculik Chev sebelum mereka sempat bertemu.
Dengan berpenampilan ala supir sungguhan, Flatts yang mengenakan setelan jas hitam, turun dengan sebuah papan nama. Ia akan menggunakan itu agar Chev bisa dengan mudah menemukannya. Sementara Rocky dan Patsy menunggu di dalam SUV hitam sewaan di jok belakang.
Mengapa harus mereka harus menyewa sebuah SUV mewah? Menurut informan target mereka adalah orang kaya yang sombong. Mereka harus membuat penyamaran yang sempurna karena bila tidak, orang itu tidak akan mau naik ke mobil yang bukan mobil mewah.
Untungnya, tidak sulit bagi Flatts untuk berhasil membawa Chev masuk ke mobil tanpa rasa curiga. Flatts terkesan tenang menghadapi seorang penggerutu yang langsung membuat panggilan telepon dengan bahasa Italia begitu ia mendudukan pantatnya di atas mobil –mungkin menghubugi keluarganya. Mereka mulai melaju dengan kecepatan sedang dan Rocky yang sudah siap dengan obat bius, menunggu aba-aba dari Flatts yang akan berdehem apabila mereka sudah berada di saat yang tepat. Patsy akan dibutuhkan apabila lelaki itu melakukan perlawanan; ia akan menyemprotkan gas air mata.
Chev membuat panggilan telepon lagi.
“Aku sudah berada di jalan dan sebaiknya kau memberiku sambutan yang meriah, Gary,” kata orang itu; akhirnya berbahasa yang bisa dimengerti. “Kau tahu aku tidak menyukai apa pun tentang rencana orang tuaku.... Aku kesal harus kembali lagi ke sini untuk hal yang sama... Orang-orang ini benar-benar membuatku muak sampai rasanya aku ingin menemui psikolog karena mentalku benar-benar tidak seimbang.... Baiklah, hanya kau satu-satunya orang yang tidak ingin melihatku melakukan itu. Aku tidak ingin berada di sana, Gary.”
Begitu Chev mengakhiri panggilan telepon dengan temannya, Flatts langsung berdehem. Rocky dengan sigap membekap mulut orang itu dengan handuk yang sudah disiram obat bius. Chev melawan; Patsy terkejut bahwa orang yang mereka culik adalah seorang lelaki dengan tubuh bidang yang kelihatannya kuat. Tenaga Rocky tidak akan cukup untuk menahannya sendiri apabila orang ini menerjang karena ia berusaha untuk meraih ke belakangnya. Patsy dengan sigap memegangi lengannya yang ingin menarik kepala Rocky sampai lelaki itu tak berdaya oleh biusnya.
Sepuluh detik kemudian, tubuh Chev sudah terkulai lemas di jok tengah. Rocky dan Patsy saling tatap dan menghembuskan nafas lelah.
“Sudah kukatakan, ini pekerjaan yang mudah,” kata Flatts  dari belakang setir sambil melirik mereka dari kaca spion.
Entah, Patsy sama sekali tidak mempunyai prasangka baik soal apa yang mereka lakukan walaupun begitu mudah menjebak orang ini. Layaknya mencuri permen dari seorang bayi. Setelah lelaki itu dibius, mereka mengikat kedua tangan dan kakiknya dengan kuat. Tidak lupa membekap mulutnya lalu menutupi kepalanya. Kemudian mereka mulai menunggu telpon dari klien yang akan menjemput laki-laki itu.
***
Patsy seringkali terlihat memandangi orang itu. Rocky tahu dia sedikit kasihan padanya dan mulai merasa mengajak Patsy mungkin adalah kesalahan. Menurutnya tanpa Patsy pun, ia dan Flatts bisa melakukannya. Lagipula ada sesuatu yang belum dia katakan pada sahabatnya itu tentang penculikan ini. Rocky sedikit menyesalinya terlebih Patsy tak henti-hentinya paranoid begitu tahu bahwa klien yang akan membayar mereka adalah Gary.
Lelaki itu datang malam harinya dan langsung menemui Chev bersama dua orang berbadan besar di ruang penyekapan. Patsy mulai gila saat mendengar suara-suara penyiksaan yang dilakukan orang-orang itu pada sandera.
“Mengapa kau tidak mengatakannya dari awal, Rocky?!” tuntutnya. “Setelah kita menyerahkannya, kita akan menerima bayarannya dan pergi!”
“Pekerjaannya belum selesai, Patsy,” tegas Flatts. “Setelah orang itu selesai, kita akan membersihkan jejaknya. Dengan begitu, kita tidak akan tertangkap.”
“Kalian benar-benar gila!” teriak Patsy. Ia pergi dengan kesal.
Sebenarnya Rocky sendiri juga bergidik ngeri karena Gary –lelaki kurus dan kelihatan seperti kutu buku itu ternyata sangat kejam dan tak berperasaan.
“Aku tidak ingin ada masalah hanya karena temanmu tidak terbiasa dengan ini,” Flatts mengingatkan Rocky untuk memastikan bahwa Patsy tidak akan pergi jauh dari tempat persembunyian. “Sepertinya mengajak dia adalah ide yang buruk.”
“Aku akan mengatasinya, Bung. Tenang saja!” kata Rocky sedikit megumpat. Mulai saat itu, ia merasa harus mengawasi Patsy selama pekerjaan belum selesai.
Gary sepertinya tidak akan memberi Chev kematian yang mudah. Sedikitnya dari percakapan yang terdengar dari ruang penyiksaan itu, ada dendam yang ingin dibalaskan Gary. Salah satunya perlakuan Chev terhadapnya yang tidak ia jelaskan terperinci tapi menurutnya itu seperti pelecehan harga diri. Gary terdengar menyebut nama seorang gadis yang sempat ditiduri oleh Chev. Gadis itu mungkin kekasih Gary atau yang disukainya. Chev terkesan selalu merampas apa yang diinginkan Gary. Laki-laki berkaca mata itu juga sempat menyinggung orang tua Chev yang memperlakukannya layaknya seorang budak. Gary ingin membuat Chev memohon ampun untuk nyawanya.
Namun, tampaknya siksaan itu tak kunjung membuat Chev memohon padanya. Sehingga penyiksaan itu berlanjut ke level yang lebih sadis. Rocky tak bisa menjabarkan bagaimana dua orang suruhan Gary memaksa Chev berlutut. Chev selalu melawan karena harga dirinya terlalu tinggi untuk mengemis belas kasihan pada Gary yang disebutnya kutu busuk.
“Aku tidak akan meminta tebusan pada orang tuamu karena mereka sudah jatuh miskin,” kata Gary padanya. “Mereka menggunakanmu supaya menikahi wanita dari keluarga kaya untuk menyelamatkan diri dan mereka pikir aku akan mendukungmu?”
“Kau selalu tidak suka bila aku mendapatkan wanita cantik dan kaya, Gary. Karena kau tidak akan pernah lepas dari predikat budak dari keluargaku karena ayahmu hanya seorang pelayan,” balas Chev. Dari kata-katanya saja sudah jelas orang itu sombong dan angkuh. Sekujur tubuhnya sudah dipenuhi luka dan dihujami hantaman keras. Ia tampak lebih memilih mati daripada memohon ampun. “Aku tidak tahu bagaimana caramu membayar orang-orang ini tapi mereka harus tahu tidak akan ada seratus ribu dolar. Kau miskin, Gary. Kau jauh lebih menyedihkan dariku.”
Flatts dan Rocky sedikit panik mendengar ucapan Chev soal bayaran. Mereka mulai mendesak Gary untuk segera membayar mereka dan menghabisi lelaki itu agar pekerjaan selesai. Tapi, Gary masih ingin terus menyiksanya seperti psikopat haus darah. Tanpa tahu kapan ia akan membunuhnya. Mereka tak bisa menunggu lebih lama.
Terlalu mengerikan untuk diingat dan ia sangat paham mengapa Patsy kemudian membantu orang itu melarikan diri; mereka mempunyai cerita yang hampir sama.
Patsy mengacaukan rencana itu setelah beberapa kali Rocky memergoki Patsy bicara dengan orang itu. Sebelumnya, Patsy memberi gambaran padanya bahwa Gary tidak akan membayar mereka. Gary bahkan belum membayar separuhnya. Ia sudah membayar Big Boss untuk mengutus mereka karena tahu mereka hanya amatir. Lagipula Gary sepertinya licik. Begitu Chev dibunuh ia akan membuat ini seolah-olah dilakukan oleh penculik.
***
“Bagaimana mereka menyebutnya?” tanya Rocky pada penyidik yang mendengarkan ceritanya dengan teliti. “Penculik yang jatuh cinta pada korbannya?”
“Stockholm Syndrome?” balas penyidik itu.
“Ya,” Rocky mengangguk-angguk. “Patsy sepertinya jatuh cinta pada anak konglomerat yang bangkrut itu....”
“Lalu?”
“Aku dan Flatts melarikan diri dari sana,” jelasnya. “Mungkin Patsy membawa orang itu ke rumah sakit. Aku dan Flatts memburon selama beberapa bulan. Saat ditangkap Flatts melawan dan ditembak mati. Untunglah, Gary sialan itu berhasil kabur sampai detik ini. Dia tidak pernah membayar kami. Sedangkan Patsy, dia juga ditangkap tapi dia hanya menjalani tiga bulan hukuman sebelum ayahnya membebaskan dia.”
“Apa dia sering mengunjungimu di tahanan setelah bebas?” tanya penyidik lagi.
“Ya, dia mengantarkan makanan. Itu saja.”
“Apa dia bercerita tentang kehidupannya? Teman atau mungkin tentang Chev?”
Rocky kembali menggeleng. “Kami tidak banyak bicara karena aku tidak mau melihatnya,” jelasnya. “Tapi, aku pernah tahu dia mempunyai seorang teman perempuan. Eloise. Seseorang membantu Patsy melarikan Chev ke rumah sakit. Aku rasa dia orangnya.”
***
Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

1 comments: