Move on dari Wattpad ke Blog

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar
Kenapa tiba-tiba aku memutuskan untuk migrasi dari wattpad ke blog? Karena jualanku nggak laku di wattpad. Hahahaha. 
Yap, itu nggak salah kok. Keputusan untuk pindah dari dunia oranye semakin mantap setelah aku merasa bisa menghasilkan $ dari blog dengan membangun konten. Terus apa aku sudah 100% meninggalkan wattpad yang follower-nya cuma 500 an itu?

No, no, no. Aku masih akan memposting judul-judul baru dan kemudian mengalihkan pembacanya ke blogger dengan memposting setengah dari jalan cerita. hihihih *senyum licik. Yah, buat yang penasaran sama lanjutan cerita boleh main ke sini, ya kalau nggak mau ya nggak apa-apa. Yang jelas, perpindahan ini sama sekali nggak didasari oleh 'pemasukan' tapi karena kurang kerjaan aja. Hahahahha. Sejak lima bulan yang lalu aku sudah jadi pengangguran dan daripada laptop yang dibeli mahal-mahal *bukannya sombong, nggak dipakai untuk sesuatu yang lebih berguna.

Sebenarnya wattpad itu asik, aku cuma nggak tahan aja dengan followers-ku yang jauh lebih dikit dari teman-teman sejawat di facebook. Kadang aku merasa lelah memposting cerita di sana apalagi setiap aku iseng-iseng buka blog yang sudah menemaniku sejak 2012 dicerai gara-gara aku selingkuh dengan wattpad, aku menemukan viewers-ku berkali-kali lipat jumlahnya.

Bener kata pepatah, secantik-cantiknya istri kedua, pasti suatu saat balik ke istri pertama yang makin hari makin menggoda.
Jadi sejak dua bulan yang lalu, mulailah aku mendandani istri pertama (*baca :Blog aku) yang tahu-tahu sudah muncul di page one google search untuk keyword NOVEL ROMAN. Anak (*baca : Postingan) yang berhasil muncul di page one itu adalah My Evil Boss *merasa berdosa ninggalin dia dan begitu balik ternyata dia udah gede dan bisa diandalkan.

Aku mulai mencoba memahami seluk beluk adsense, analytic, webmaster, dan sebagainya agar blog ini semakin cantik dan menarik. 'Anak-anak' pun juga sukses mengikuti jejak salah satu 'saudara'-nya (My Evil Boss) yang punya viewers ribuan untuk setiap chapter.

Meninggalkan wattpad bukan sesuatu yang berat. Bukan tidak menghargai mereka yang memberikan semangat melaui vote dan comment, tapi entah kenapa setiap kali membuka aplikasi wattpad, aku langsung ciut. Satu pertanyaan yang selalu muncul ketika aku mencoba mencari bahan bacaan 'berkualitas' adalah 'Kok susah amat ya nyarinya?'. Cerita-cerita yang bagus sepertinya ketimpa sama cerita-cerita yang menduduki peringkat tinggi (atau akunya aja ya yang malas nyari?. Tahu sendiri lah cerita macam apa yang view nya bisa jutaan. 

Highest rank dihuni oleh cerita-cerita dewasa tentang tokoh utama CEO/Boss atau ada juga yang vulgar. Kalau nggak, biasanya fan-fic oppa-oppa Korea juga menjamur *no offense, tapi ya aku memang bukan penggemar drakor. 

Lagipula, karena melihat postingan teman-teman di facebook tentang 'drama' wattpad, aku pikir wattpad sudah berubah dari tempat menumpahkan ide-ide absurd menjadi lahan 'perang'. Aku nggak pernah terlibat salah satunya. Tapi, banyak juga orang-orang yang sudah mengeluhkan tingkah para 'penulis abal-abal' yang kekanakan dan sampai bertengkar dengan sesama user. Aneh nggak sih?

Jadinya, kembali ke kebiasaan lama : membeli buku di toko buku langganan karena di wattpad nyaris 'there's nothing to find'. 

Di facebook mungkin aku juga tidak terlalu dikenal karena berkarya; tapi kalau paling cantik sih iya. *narsis. Salah satu penyebabnya mungkin adalah aku TIDAK pernah berpartisipasi untuk membeli buku mereka dan memberikan review. Selain karena belum ada buku yang benar-benar membuatku tertarik untuk membelinya hanya dengan membaca sinopsisnya saja, aku memang lebih cenderung beli buku di toko buku. 

Sehingga wajar kalau karyaku pembacanya masih sedikit dan orangnya itu-itu aja. Karena itu karma. Lah wong, aku juga jarang banget baca karya penulis indie sehingga jadi makin tak dikenal di kalangan mereka. Justru karena sifat yang seperti itu aku nggak pernah buka PO lagi untuk novel yang aku tulis (pernah dulu, tapi cuma ada satu atau dua orang yang minat, sisanya mah lebih suka yang gratis).

Aku juga jarang bercuap-cuap tentang progress naskahku; mengagung-agungkan karakter utama cowok yang aku tulis untuk mengundang pembaca (aku cuma nggak jago aja bikin status yang seperti itu, aku malah lebih suka curhat kalau lagi galau di facebook, nah looo). Aku hampir nggak pernah menunjukan lewat postingan tentang buku yang aku baca dan memberikan review (karena memang belum bisa mereview, nah tulisan aku aja masih celamitan. Mau ngeripiu??) Untuk novelku sendiri, aku lebih suka mempostingnya langsung tanpa ngasih teaser duluan. Nggak tahu ya, semua orang kan punya caranya masing-masing.

Wattpad atau Blog?

Berpendapat boleh 'kan? Kalau ada yang tersinggung, silakan nyinyir. Artinya kalian membaca catatanku hari ini.
Nah, kalau kalian udah bosan karena aku ngoceh melulu, sekarang saatnya penyegaran dengan membaca novel roman gratis DI SINI yaaa! 
Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments