[Novel Romantis] Saira Ch. 9 (5/5)

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar

Gigi menatapku dalam, dan bibirnya mulai membentuk kata dengan pelan. “Di kantor... kamu selalu memajang bunga matahari. Kata sekretaris kamu, kamu nggak menginginkan bunga selain bunga matahari di dalam vas,” katanya dan suaranya gemetar. Genggaman tanganku pada lengannya terlepas. Tapi, Gigi tampak masih belum berhenti berkata-kata. “Satu-satunya vas besar di kantor kamu selalu diisi bunga matahari dan diganti setiap layu, benar ‘kan? Vas itu nggak pernah kosong dari bunga matahari.”

Aku termangu. Hanya bisa menatapnya dan berharap dia tidak melanjutkannya karena sudah tahu apa yang akan dia katakan. Semua yang ingin kungkapkan seperti tertelan, karena aku tidak bisa membantah setiap kata cemmburu yang dia lontarkan.
“Aku tahu semuanya...,” kata Gigi masih tertunduk dan kembali terisak.
“Listen to me....,” aku kembali mendekat, hendak menjelaskan bahwa bunga matahari itu tidak berarti apa-apa bagiku melebihi dirinya. Itu hanya bunga, tidak lebih dari sekedar pajangan. Tapi, saat Gigi kembali mengangkat kepalanya untuk menatapku, aku tersentak.
“You slept with her, didn’t you?” tanya dia lagi dan aku kembali terbungkam.
Apa lagi ini? Kami sudah melupakan semuanya. Aku tidak habis pikir kenapa malah seperti ini?
“Dia sendiri yang bilang....” kata Gigi lagi. “Waktu kelulusan....”
“Apa?”
“Aku ketemu Saira saat pengumuman kelulusan dan dia...,” lanjutnya; aku menjadi tidak sabar, karena Gigi belum pernah menceritakan bagaimana terakhir kali ia bertemu Saira, karena kami baru bertemu lagi saat aku sudah melepaskan gadis itu. Kami tidak pernah membahasnya. “Dia bilang... kamu seorang pembohong....”
Aku diam. Sungguh tak tahu lagi harus berkata apa-apa. Lama kami tidak menyebut nama Saira dan menceritakan kisahnya.
“Dia bilang... sebaiknya aku menjauhi kamu karena... kamu memiliki kekasih lain dan hanya memanfaatkan dia...,” jelasnya lagi di sela isakan tangis yang tidak berhenti. “Tapi, aku nggak percaya... aku... sudah berusaha keras untuk bisa lulus ujian masuk universitas di Australia, supaya bisa mengejar kamu....”
“Dia bilang apa lagi?” tanyaku akhirnya.
Gigi masih menatapku, kali ini nanar. “Hanya itu...,” jawabnya. “Aku... nggak pernah percaya itu karena aku... mencintai kamu. Saat aku berhasil mengejar kamu dan kita akhirnya ketemu di Sydney, aku baru tahu kalau ternyata Saira nggak bohong. Kamu mengakui soal Glenda dan itu bikin aku merasa... benar-benar bodoh. Tapi... aku sudah terlanjur... datang ke sana...demi kamu... dan aku selalu terngiang kata-kata terakhir Saira sebelum dia menghilang... dia akan datang lagi untuk membalas pengkhianatan yang kamu lakukan....”
Ya Tuhan....
“Aku takut dia kembali sewaktu-waktu untuk menghancurkan kita....”
***







Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments