[Novel Romantis] Saira Ch. 4 (3/3)

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar
Saira tidak terlihat seharian. Aku sudah menengok beberapa kali ke halaman belakang sejak pagi sambil berharap dia memang menungguku di sana. Tapi tempat itu selalu kosong. Dengan sedikit mencurigakan aku berjalan santai melewati kelasnya sambil memperhatikan setiap sudut untuk menemukan dirinya. Tapi, saat aku hanya menemukan Gigi yang langsung memghampiriku, aku sedikit kecewa. Gigi adalah orang yang paling tidak ingin kutemui saat ini.

“Udah dua hari Saira nggak masuk,” kata dia, raut wajahnya tidak berubah dari saat terakhir aku menemukannya di halaman belakang. Terlihat sedih dan ragu.
“Dia ke mana?” tanyaku.
Gigi hanya menggedikan bahu tanpa mau menatapku. Aku bergegas untuk segera pergi karena tidak ingin ada yang melihat atau mendengar apa yang ku bicarakan dengan Gigi. Walaupun sangat singkat, aku tetap harus berhati-hati pada sekitarku.
“Sid!” panggil Gigi saat aku mulai melangkah meninggalkannya.
Aku membalikan badan. Aku harus terlihat biasa. Tidak boleh terlihat cemas karena aku tidak mau Gigi menjadikan ini sebagai bahan pemberitaan di madingnya.
“Ya?” sahutku.
“Kenapa harus Saira?” tanya dia. Dan lagi-lagi dia meneteskan air mata tanpa permisi. Membuatku merasa bersalah saja.
“Kenapa kamu harus tahu?” balasku. Terdengar cukup ketus. Aku tidak sabar ingin segera pergi.
“Apa mata kamu buta?” nada suaranya meninggi.
“Lalu kamu sendiri bisa melihat dengan benar?” balasku. Aku benci berdebat dengan perempuan. Anak kecil pula.
“Aku tahu apa yang benar!” suaranya semakin meninggi.
“Terus apa yang benar dari menguliti orang dan meraih ketenaran hanya dengan menyebarkan fitnah?”
Gigi terdiam. Air matanya sudah menetes. Aku tidak tahu harus bagaimana karena kelihatannya sekarang aku telah mematahkan hatinya yang rapuh dengan memilih Saira. Aku pasti terlihat sangat buruk ketika Gigi tersedu-sedu saat berusaha membuktikan bahwa aku keliru.
“Aku tahu dasar dari semua kebohongan kamu...,” kataku pelan sambil mendekat agar ia mendengarnya dengan baik. “Kamu menyedihkan!”
Aku tahu yang kulakukan padanya sedikit jahat. Tapi karena aku belum bisa melihat Saira dan memastikan dia baik-baik saja, aku tidak bisa memikirkan hal lain.
“Sidney!” Gigi masih berani memanggilku saat aku sudha melangkah pergi. “Kamu harus percaya, nanti kamu bakal balik ke sini lagi untuk nyari aku! Lihat aja nanti!”
Aku tidak peduli dan tetap berlalu. Aku pastikan bahwa aku bisa membuktikan pada Saira bahwa aku akan tetap mempercayainya. Karena aku tahu dia bukan gadis jalang. Dia hanya nakal dan ia hanya sendirian.
***




Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments