[Novel Romantis] Saira Ch. 16 (4/5)

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar
“Nggak banyak yang bisa kita ketahui soal keluarganya. Tapi, Sunny sepertinya yatim piatu,” jelas Anna dalam perjalanan kami kembali ke kantor.
“Apa kamu nggak pernah menanyainya soal apa yang terjadi di rumah?” tanyaku lagi. Anak yang bernama Sunny itu memang membuatku sedikit penasaran.
“Sejak masuk ke sini dua bulan yang lalu, aku belum pernah mendengar dia bicara. Dia tidak bergaul dengan siapa-siapa. Ada indikasi kalau Sunny memang tidak bisa Bahasa Inggris seperti kebanyakan teman-temannya, tapi dia juga tidak menjawab kalau ditanyai Bahasa Indonesia. Kedatangan Sunny ke sini sangat misterius.”
Misteri dan misterius adalah kata-kata yang sangat akrab di telingaku. Entah mengapa aku merasa, semisterius apa pun sesuatu aku pasti bisa mengungkapnya; walaupun waktulah yang lebih banyak berperan menjawab semuanya. Seperti Saira; misterinya sudah terpecahkan.
“Apa kerabatnya pernah datang ke sini?”
Anna menggeleng pelan. “Pendaftaran Sunny juga diurus oleh orang misterius,” kata Anna. “Kalau menurutku... barangkali Sunny adalah aib yang harus ditutupi oleh sebuah keluarga yang kaya raya sehingga pihak sekolah tidak boleh tahu banyak tentang asal usulnya.”
“Lalu bagaimana dengan isian di data siswa? Apa tidak bisa ditelusuri dari sana?”
Anna juga menggeleng dengan murung. “Kalaupun asumsiku benar, kita tidak boleh terlalu tahu privasi keluarga murid...,” katanya lagi, tapi terdengar sedikit mengeluh. “Tidak banyak yang ada di data siswa milik Sunny, hanya nama ibunya saja, tanpa nama ayah.”
Penjelasan Anna membuatku semakin penasaran dengan anak berambut lurus dan hitam legam itu. Ada sesuatu tentang anak itu yang membuatku tak puas dengan apa yang baru saja kudengar. Aku jadi ingin segera membuka data siswa yang belum sempat kubaca tadi.
“Jangan terlalu memikirkannya, Sid,” tegur Anna saat map Sunny sudah berada di tanganku dan aku bersiap membukanya.
Aku tersenyum dan menemukan dia sudah bersama guru wanita lain yang kalau tidak salah sudah dikenalkan Matilda padaku. Namanya Retha dan dia mengajar di kelas empat.
“Oh, ini pasti soal Sunny,” Retha melirikku lalu Anna di sampingnya.
“Menurutku ekspresi dingin yang dia perlihatkan itu sangat nggak lazim untuk anak berusia enam tahun,” kataku.
“Dia hanya begitu kalau ada yang menjahatinya,” jelas Retha. “Memang sih dia nggak pernah bicara sama siapa pun, tapi kalau dia sedang sendirian bersama boneka kelincinya, dia itu tetap saja anak kesepian yang butuh diperhatikan. Sayangnya, dia nggak menunjukan itu di depan orang lain....”
“Oh ya?”
“Retha tahu banyak hal tentang Sunny karena dulu Retha sempat mengajar di kelas satu,” jelas Anna tentang mengapa sepertinya Retha lebih memahani Sunny -Sunny yang misterius dan mengingatkanku pada seseorang.
“Tapi, ini hari pertama Mr. Adams.” kata Retha, tiba-tiba mengalihkan pembicaraan lalu menatap Anna di sampingnya. “Apa dia sudah mengerti semua peraturannya?
Anna mengangguk. “Aku rasa hal-hal yang terlupakan, akan teringat sendiri begitu dilakukan,” jawabnya, lalu menoleh padaku. “Kamu masih punya banyak waktu untuk membaca data siswa itu nanti,” ujarnya. “Sebentar lagi bel pulang berbunyi. Kita semua harus mengawasi penjemputan siswa di halaman depan.”
Aku memandangi map itu lagi. Aku belum sempat membacanya namun aku harus mengikuti mereka.
Anna mulai bersiap-siap sementara aku memasukan semua data siswa pemberian Anna  ke dalam laci. Lalu kami keluar bersama-sama dan disambut oleh guru-guru lain yang juga ingin pergi ke halaman depan. Untungnya juga ada guru laki-laki lain yang bergabung karena berada di antara banyak wanita membuatku kurang nyaman.
Aku membayangkan istriku yang tengah dilanda kesedihan panjang di rumah sendirian. Entah mengapa aku ingin cepat pulang dan menemuinya walaupun nanti ketika dia melihatku, dia akan menatapiku tajam atau tak mau bicara denganku lagi.
***






Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments