[Novel Romantis] Saira Ch.16 (3/5)

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar
“Semua orang mengalaminya, Sid,” ujar Anna yang menemukanku sedikit gugup saat di kelas tadi. Dia sangat ramah padaku dan beruntung aku satu ruangan dengannya. “Dan pastinya kamu dengan pengalaman yang masih terlalu sedikit pasti bingung dengan mereka.”
“Yah, ini sesuatu yang baru,” jawabku.

Anna kemudian memberikanku sebuah map yang sepertinya penting, “Itu adalah data siswa di kelas IA,” dia menjelaskan. “Kamu bisa mempelajarinya dan sedikitnya pasti bisa menilai seperti apa sifat mereka dari latar belakang keluarga. Kebanyakan dari anak-anak itu sedikit paranoid dengan orang yang baru dikenal.”
“Oh ya?” aku membuka sebuah map bertuliskan sebuah nama Adeline Maple Marlow, putri seorang duta besar Amerika untuk Indonesia, kemudian fokus kepada Anna yang akan memberikanku informasi penting.
“Ya, sekolah dijaga sangat ketat. Kamu tahu sendiri negara ini sangat rawan. Teroris dan pengeboman terhadap segala sesuatu yang disebut ‘asing’. Nyawa anak-anak ini sangat terancam,” jelas Anna. “Anak-anak tidak bisa dijemput di depan gerbang sekolah. Dan bagi supir yang menjemput harus dikonfirmasi lebih dulu ke bagian security untuk bisa masuk. Guru juga tidak boleh membawa sembarang orang ke lingkungan sekolah, kalau ketahuan bisa jadi masalah besar. Pokoknya setiap orang yang masuk ke lingkungan sekolah ini harus terverifikasi.”
“Aku mengerti,” jawabku untuk selanjutnya membuka map kedua yang bertuliskan ‘Sunny Wiranata’
“Oh ya satu lagi, di kelas 1.1 ada seorang siswa yang mungkin akan sedikit membuat kamu kewalahan,” kata Anna, matanya juga tertuju pada map biru di tanganku. “Sunny Wiranata.”
“Apa dia nakal? Pembuat masalah?” tanyaku.
Anna tersenyum sambil menggeleng saat tiba-tiba seseorang membuka pintu tanpa permisi. Seorang anak perempuan kecil dengan rambut pirang yang dikepang dua. Dia berdiri di pintu dengan nafas terkenal, “Miss Anna, Sunny fights with Francis!” serunya.
Anna segera bergerak menghampiri gadis kecil itu. “What’s going on?” tanya Anna lagi padanya.
“I don’t know. They said that Francis took his Bunny and then throw it away. Sunny gets mad and then punch him!” jelas gadis itu sedikit ketakutan.
Anna pun berlari ke luar kantor dan aku mengikuti bersama si gadis kecil yang panik. Kami menuju ke halaman di mana terlihat seorang anak lelaki dengan boneka kelinci lusuh di tangannya menunggangi seorang anak lelaki lain dan sementara tangannya terus memukul.
“Sunny, berhenti!” seru Anna yang segera mengangkat bocah itu dari tubuh temannya selagi anak-anak lain menonton dan bersorak.
Hal pertama yang aku lihat dari bocah lelaki berusia enam tahun itu adalah ... tatapannya yang dingin; terlalu mengerikan untuk anak seusia itu. Dia tidak mempunyai ekspresi ketika Anna bertanya padanya, “Kenapa kamu memukul?”
Bocah itu tidak menjawab. Dia hanya menatap Anna dan itu membuatku cukup prihatin. Namun, ketika anak itu menemukanku berdiri tidak jauh dari Anna, dia memandang ke arahku, aku merasa ada sesuatu yang aneh dengannya. Anak-anak tetaplah anak-anak. Hanya saja dia terkesan menyembunyikan sesuatu -barangkali sesuatu yang jahat- di balik tatapannya itu. Dan yang membuatku terpaku memandang ke arahnya adalah... dia juga memandang ke arahku sangat lama.
Rasanya saat perkenalan di kelas tadi aku tidak melihatnya. Barangkali dia adalah murid ke sepuluh itu.




Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments