๐ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐ฅณ
Aku bisa membayangkannya. Bagaimana Gigi dengan percaya diri membawa maketnya ke dalam ruang presentasi di mana kliennya menunggu. Dia mungkin sudah menyiapkan jawaban dari setiap pertanyaan yang mungkin akan diajukan klien besar yang kabarnya sangat perfeksionis itu. Namun, dia tidak menyangka klien yang ia nantikan itu adalah seseorang dari salah satu bagian di masa lalu kami yang rumit.
Gigi menceritakannya. Bagaimana tiba-tiba ia kehilangan kepercayaan dirinya –seakan wanita yang bernama Sastri itu meremuk dirinya dalam genggaman begitu masuk ke dalam ruangan. Hal pertama yang dikatakan wanita angkuh itu adalah “Saya tidak menyangka kamu berada di sini,” dan itu membuat Gigi semakin gentar. Wanita itu masih ingat padanya; berikut fitnah-fitnah yang merugikan putri dan keluarga besarnya.
Aku tidak bisa berkomentar. Gigi memang bersalah, dia sudah mengakuinya. Namun, kenyatannya, betapa pun Gigi menyesal, kehidupan Saira yang dulunya indah tidak akan kembali.
Namun, pertemuannya dengan Ibu Saira, tampak membuktikan bahwa karma itu ada. Gigi seakan baru menerima ganjaran atas apa yang pernah dia lakukan.
“Maket kamu bagus, pasti kamu bekerja keras untuk bisa meyelesaikannya,” wanita itu berkata. “Saya heran, bukannya kamu dulu seorang jurnalis?”
“Sa… saya…” Gigi tertunduk ketakutan. Tak tahu pasti bagaimana dia meghadapinya, namun dia sudah kalah telak.
“Tidak perlu dijelaskan…” wanita itu berkata, sambil tersenyum. Lalu meminta semua orang meninggalkan ruangan, menyisaka dia dan Gigi saja di dalamnya. “Saya harus akui ternyata kamu juga hebat dalam bidang arsitektur dan saya sendiri juga kaget kamu bisa membuat maket yang luar biasa seperti ini. Tapi, menerima kamu, yang sudah menghancurkan kehidupan anak saya, apa itu mudah?”
“Maaf, saya….”
“Kamu sudah mengucapkan banyak maaf sejak bertahun-tahun yang lalu, tapi anak saya tidak bisa kembali,” kata dia lagi. “Satu hal yang saya tahu tentang orang seperti kamu adalah mungkin kamu tidak segan untuk menghancurkan seseorang untuk mencapai tujuan kamu sendiri. Dan orang seperti itu tidak akan cocok dengan saya. You did it very well, tapi masih banyak yang lebih baik dari kamu. Saya akan mencari arsitek lain.”
Gigi benar-benar bungkam. Dia tertunduk dan bahkan hampir menangis.
“Pergilah dan bawa barang-barang kamu dari sini,” kata dia.
Ya, Gigi membawa maketnya ke luar ruangan. Lalu mencoba menelponku, tapi aku tidak mengangkatnya. Lalu bekali-kali lagi dia mencobanya, aku sudah tak bisa dihubungi. Saking depresinya, dia lemparkan maket yang sudah dia rancang sedemikian rupa ke dinding sampai hancur. Kurasa karena aku tidak ada di sisinya saat itulah yang membuatnya membanting barang-barang ada di rumah. Aku menyesal karena mengabaikannya dan malah sibuk dengan perempuan lain. Namun aku sudah mengakhiri kegilaan itu
Aku hanya bisa tertunduk saat Gigi menceritakan detil kejadian sampai kemudian perusahaan yang merekrutnya terpaksa memutuskan kontrak dengannya. Aku bingung. Benar-benar tidak tahu harus mengatakan apa, karena aku sendiri juga sudah tahu bahwa… Gigi tidak hanya menghancurkan masa remaja Saira tapi juga seluruh sisa hidupnya.
Aku sudah berdamai dengan Saira. Artinya, aku harus menjalani rumah tanggaku dengan sebaik-baiknya bersama Gigi. Terlepas dari apa yang pernah Gigi lakukan, aku sama sekali tidak berniat melepaskannya karena masalah apa pun. Enam tahun kami berjuang bersama, melengkapi setiap kekurangan walaupun palung kekosongan itu masih ada. Setiap bersentuhan aku berharap akan ada keajaiban; hadirnya seorang anak di tengah-tengah kami. Walau aku tahu, Gigi tidak bisa memiliki anak. Aku harus tetap bertahan.
***


Komentar
0 comments