[Novel Romantis] Saira Ch. 13 (4/5)

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar
“Dia mengalami dehidrasi dan anemia,” jelas dokter wanita yang baru saja keluar dari ruang perawatan. “Mungkin in dipicu oleh depresi sehingga dia tidak mau makan dan minum. Apa dia mengalami masalah?”
Aku menggeleng. Aku tidak tahu harus menjawab apa.
Apakah karena dia tidak bisa menghubungiku semuanya jadi seperti ini? Aku masih bingung. Entahlah. Beberapa saat lalu rasanya jantungku lah yang berhenti berdetak, menemukannya pingsan dengan tubuh dingin dan wajah pucat pasi. Aku pikir dia sudah mati. Tapi, kenapa Gigi sampai depresi seperti itu? Ya Tuhan….
Dokter wanita itu mengangungguk satu kali sambil tersenyum simpul. “Untuk masa penyembuhan, asupan makanan ke tubuhnya harus diperhatikan,” dia berpesan sebelum pergi dan aku pun masuk ke ruangan di mana mungkin Gigi tengah menunggu penjelasanku.
“Sidney…” Gigi menyebutkan namaku begitu dia melihatku masuk. Seketika matanya yang sayu meneteskan air mata. Tak pelak lagi, dia mulai menangis selagi aku mempercepat langkahku untuk memeluknya.“Kamu ke mana aja?” tanya dia saat aku merangkulnya dengan sangat erat.
Aku tidak langsung menjawab. Pertanyaannya membuatku semakin merasa bersalah. Terlebih ia mulai menangis tersedu-sedu. “Maaf, aku nggak menelpon kamu langsung….” Ujarku sambil membelai puncak kepalanya.
Perawat yang tadi mengecek selang infus langsung pergi. Aku melepaskan Gigi beberapa saat untuk memandang wajahnya yang pucat. Aku tahu aku telah menyakitinya.
“Kenapa sampai begini?” aku bertanya. ”Aku sudah bilang, aku pasti kembali….”
Gigi masih menggeleng dengan sedih; seakan bukan akulah sumber masalahnya. Di sela-sela tangisnya, dia menarik nafas. Dia begitu sedih namun aku tidak mengerti, apakah ini bentuk kerinduannya yang dalam padaku?
“Aku nggak akan ninggalin kamu lagi, oke?” ujarku, masih membelai-belai puncak kepalanya dengan lembut. “Aku  akan selalu di sini buat kamu, Sayang….”
Gigi mencoba tersenyum, namun tangisnya masih belum berhenti. Dia bersandar ke dadaku lagi dan terisak di sana. “Sidney, aku….” Dia mencoba mengatakan sesuatu.
“Apa?” aku bertanya, dan mendengarkan dengan baik walaupun suaranya hampir tak terdengar karena terisak. “Katakan, ada apa?”
“Aku kehilangan pekerjaanku…,” dia menjawab.
Aku melepasnya lagi untuk menatapnya. “Kenapa bisa? Ada apa?”
Tangisnya semakin menjadi. Rautnya semakin sedih. “Mereka memecatku…,” jawab dia.
Dipecat? Gigi bahkan baru saja memulai. Dia membuat design yang bagus! Dia mengerjakannya dengan susah payah. Kenapa dia harus dipecat? Aku sendiri pun tidak bisa menerima itu.
“Bukannya kamu sudah melakukannya dengan baik?”
Gigi mengangguk-angguk, tanpa berhenti meratap. “Klien itu ternyata… Mamanya Saira…” jawab dia, dan aku luar biasa terkejut.
“Apa?”
***









Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments