[Baca Novel Roman Horor] Enigmatic - Ch. 1 (4/4)

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar
“Aku kaget kamu bilang Fairuz itu meninggal,” kata Ayi di jalan setelah mereka meninggalkan rumah Bu Camay. “Maksudku, kita sudah cerita apa saja. Nggak mungkin kamu melewatkan kejadian yang begitu besar ...”
Talisa menyimpulkan bahwa Ayi curiga. Sebagai seorang teman, Talisa mengakui tidak menceritakannya karena setiap mendengar nama itu bulu romanya merinding.

“Kamu pasti tahu alasan kenapa aku nggak banyak cerita soal dia,” jelas Talisa yang tampak menolak untuk mengulik kembali masa lalunya karena ada Kinan bersama mereka. “Dia adalah mimpi buruk yang harus aku lupakan.”
Ayi mengangguk. Tampak mengerti. “Ya ...,” balas dia. “Kenapa dia meninggal?”
Talisa angkat bahu. “Aku nggak begitu tahu. Karena ... itu terjadi beberapa bulan setelah putus,” jelasku. “Dia memang tukang buat masalah. Di kampus banyak yang benci. Begitulah ....”
“Dibunuh?” tanya Kinan tiba-tiba dan Talisa merinding lagi.
“Kecelakaan yang disengaja,” jawab Talisa.
“Jangan-jangan benar, Sa. kamu dikutuk Fairuz yang sakit hati ditinggal,” celetuk Ayi tiba-tiba. “Kamu memutuskan hubungan secara sepihak!”
“Dengar ya, Ayi, kutukan itu berlaku hanya untuk orang yang menganiaya bukan yang teraniaya,” tegasku. “Putus itu dia yang minta dan aku bilang iya. Waktu dia meninggal aku sama sekali nggak merasa sedih. Kupikir dia yang kena akibat dari perbuatannya sendiri.”
“Ih, nggak baik ngomongin orang yang sudah meninggal,” celetuk Kinan.
“Nggak tahu nih, Ayi!” seru Talisa dengan cemberut.
Entah mengapa apa yang dikatakan oleh peramal itu terus terngiang di telinganya.
Semuanya memang sudah berlalu, tapi semua hal yang dulu pernah terjadi padanya tetap tinggal di satu sudut ingatannya. Ya, bagaimana mungkin Talisa bisa melupakan kejadian yang begitu besar? Luka itu tidak pernah sembuh, rasa sakitnya pun masih terasa nyata. Ada banyak hal yang tak bisa dihapus oleh waktu. Saat Talisa menangis dan ketakutan, semua itu masih ada di dalam dirinya. Seolah bagian yang hilang dari dirinya saat ini masih tertinggal di masa lalu dan Talisa tak pernah bisa menjemputnya.
***





Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments